UPDATE

Kemenkes Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Wartawan Senior

26/10/2026 22:21

CIANJUR.CO - Kementerian Kesehatan RI bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior berusia 60 tahun ke atas di Kantor Kemenkes, Senin (26/10). Kegiatan yang berlangsung pada 26 Oktober 2026 ini diikuti 175 wartawan senior yang terdaftar sebagai peserta. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini penyakit.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dokter secara gratis. Rangkaian pemeriksaan mencakup beberapa indikator kesehatan, skrining risiko penyakit, serta pemeriksaan khusus. Hasilnya juga menjadi dasar untuk mengarahkan peserta yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke Puskesmas atau rumah sakit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, menjaga kesehatan perlu dilakukan sebelum gejala penyakit muncul. Ia menyebut pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh penting untuk mendeteksi risiko stroke, penyakit jantung, kanker, serta gangguan ginjal.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga orang tetap sehat, sebelum mereka sakit,” ujar Menkes Budi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan berkala, menurut imbauannya, perlu disertai upaya menjaga pola makan, tidur cukup, dan berolahraga secara teratur.

Baca juga: Sugiono Tekankan Pelayanan Jemaah dalam Pembenahan Tata Kelola Haji

Dalam CKG tersebut, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan peserta. Skrining risiko tuberkulosis (TB) dan hepatitis juga dilakukan. Selain itu, tersedia deteksi awal penyakit jantung serta pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks. Peserta dapat berkonsultasi dengan dokter tanpa biaya setelah atau selama menjalani rangkaian pemeriksaan.

Perhatian dalam kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan fisik. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan pentingnya kesehatan mental jurnalis, yang menghadapi tekanan pekerjaan dan situasi peliputan berat. Ia mendorong perusahaan media menyediakan ruang pemulihan bagi jurnalis setelah menjalankan tugas yang berat.

Meutya juga mengajak pekerja media mengenali batas kemampuan diri dan mengambil jeda ketika merasa kewalahan. “Perusahaan media perlu memberikan ruang pemulihan bagi jurnalis usai meliput tugas berat,” ujar Meutya. Ia turut mengingatkan bahwa aktivitas fisik dan olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Baca juga: Kemenko PMK Dorong Kemandirian Koperasi Merah Putih di Yogyakarta

Ketua SWSI Wahyu Muryadi menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menemukan sejumlah peserta mengalami tekanan darah tinggi. Salah satu peserta tercatat memiliki tekanan darah hingga 217/145 mmHg. Peserta tersebut langsung dirujuk ke rumah sakit. Wahyu juga mengatakan sejumlah peserta diketahui mengalami katarak dan direncanakan mendapat tindak lanjut melalui pemeriksaan mata.

Bagi peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, rujukan dapat dilakukan ke Puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, tindak lanjut yang disebutkan dalam kegiatan ini mencakup pemeriksaan mata bagi peserta yang mengalami katarak serta layanan lanjutan di fasilitas kesehatan bagi peserta yang memerlukannya.

Salah satu peserta, Boy Noya (63), mantan jurnalis dan presenter ANTV serta Metro TV, mengatakan hasil pemeriksaannya secara umum baik. Ia hanya mendapati kadar kolesterol sedikit meningkat dan tidak menemukan kondisi lain yang mengkhawatirkan. Boy mengikuti pemeriksaan bersama peserta CKG lainnya dan menyampaikan hasil tersebut berdasarkan pemeriksaan yang dijalaninya.

Baca juga: Kemenkes dan IDI Perkuat Kolaborasi Reformasi Pembiayaan JKN

Boy mengatakan ia menjaga kebugaran dengan berlari dua hingga tiga kali seminggu dan bersepeda satu kali seminggu. Di luar olahraga, ia berusaha menjaga waktu tidur agar tidak begadang, mengurangi stres, dan menerapkan pola makan sehat. Kebiasaan yang ia ceritakan itu sejalan dengan imbauan Menkes mengenai olahraga teratur, tidur cukup, dan pola makan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

CKG yang diselenggarakan Kemenkes RI dan SWSI memuat pemeriksaan sejumlah indikator, skrining risiko penyakit, konsultasi dokter, serta arahan bagi peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Kegiatan ini juga memuat pengingat mengenai kesehatan mental pekerja media, termasuk perlunya ruang pemulihan dan pengenalan batas kemampuan diri saat menghadapi tekanan pekerjaan.

Informasi mengenai kegiatan tersebut disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik yang tercantum dalam keterangan kegiatan adalah Aji Muhawarman, ST, MKM.