UPDATE

Wamendag Roro Ungkap Tiga Bekal UMKM Hadapi Era Digital

27/10/2026 20:39

CIANJUR.CO - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan tiga kemampuan yang perlu dikuasai pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk menghadapi digitalisasi. Ketiganya adalah terus belajar dan beradaptasi, mengelola keuangan usaha secara bijak, serta menjadi pelaku usaha digital yang cerdas.

Dalam laporan Kementerian Perdagangan RI, Roro menyampaikan bahwa bekal tersebut dapat membantu pelaku usaha menjalani transformasi digital, memperkuat daya saing bisnis, dan memanfaatkan peluang di pasar global yang terus berubah. Ia menyampaikan hal itu pada Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan BukaLapak di Jakarta, Selasa (27/10). Kegiatan tersebut berlangsung pada 27 Oktober 2026.

Roro menjelaskan, kemampuan belajar dan beradaptasi diperlukan agar usaha tetap relevan ketika tren pasar maupun kebutuhan konsumen berkembang. Pelaku usaha yang memperhatikan perubahan tersebut dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi, alih-alih hanya mengandalkan cara berjualan yang sama.

Aspek berikutnya adalah pengelolaan keuangan. Menurut Roro, pemahaman yang bijak dalam mengatur keuangan usaha berperan menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis. Sementara itu, kecakapan digital memungkinkan teknologi digunakan secara efektif, terukur, dan aman. Ketiga hal tersebut mencakup kemampuan menanggapi perubahan, menjaga kondisi usaha, dan menggunakan teknologi dengan tepat.

Baca juga: Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi di Tengah Dinamika Global

“Sinergi dari ketiga hal esensial tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM dan para pelaku usaha lainnya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas,” ujar Roro. Ia menilai penguasaan ketiganya dapat menjadi bekal agar pelaku usaha mampu bersaing secara tangguh, termasuk di pasar global yang dinamis.

Dalam kesempatan itu, Roro juga menekankan posisi UMKM dalam perekonomian. Menurut dia, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga merupakan salah satu pilar penting ekonomi nasional. Usaha yang melayani kebutuhan sehari-hari, seperti warung, menurutnya, menggambarkan perjuangan keluarga untuk membangun masa depan. Di sisi lain, usaha gim dan produk digital menunjukkan kreativitas generasi muda dalam menciptakan nilai ekonomi melalui teknologi.

Roro menyatakan bahwa keragaman usaha tersebut menjadi alasan UMKM perlu terus didorong untuk tumbuh dan menjangkau pasar lebih luas. Upaya memperluas jangkauan itu berjalan seiring dengan kebutuhan meningkatkan kemampuan usaha, termasuk dalam menghadapi perubahan digital yang menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari.

Ia turut memberi perhatian kepada perempuan yang menjalankan usaha sekaligus mengelola keluarga. Peran tersebut, kata Roro, menuntut ketekunan dan keberanian. Data yang disampaikan dalam kegiatan itu menunjukkan bahwa 64,5 persen pelaku UMKM nasional merupakan perempuan.

Baca juga: Pemerintah Percepat Reformasi Pasar Modal, Free Float Minimum 15 Persen

“Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memegang peran sentral dan strategis sebagai motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di Indonesia,” kata Roro. Ia menyebut angka tersebut juga mencerminkan ketangguhan, kemandirian, dan kontribusi perempuan dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Meski memiliki peran penting, UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan. Roro menyebut kendala itu meliputi akses terhadap modal dan pasar, kemampuan pengelolaan, serta pengetahuan digital. Karena itu, pemberdayaan UMKM menurutnya tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, dan mitra lainnya dinilai penting untuk menjawab berbagai kebutuhan tersebut.

Roro mengapresiasi PT Bukalapak.com Tbk dan pihak-pihak yang berkolaborasi mendukung pemberdayaan UMKM Indonesia. Ia berharap kegiatan PUJAAN dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat pelaku usaha, meningkatkan pengetahuan, serta membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang.

Plt. Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kompetisi modal usaha. Menurut Natalia, PUJAAN juga menjadi komitmen untuk memperluas akses belajar dan berkembang, membantu pelaku usaha menemukan peluang baru, serta merangkul peserta dari berbagai jenis usaha, mulai dari UMKM konvensional hingga ekosistem gim.

Baca juga: Pemulihan Pascabencana Sumatra Capai 96-98 Persen Setelah 11 Bulan

Natalia mengatakan pelaksanaan kegiatan secara berkesinambungan diyakini dapat mendorong ekosistem usaha yang lebih inklusif. Ia juga mengaitkan keberlanjutan kegiatan dengan upaya mempercepat daya saing pelaku usaha digital di tanah air.

Sukartini, salah satu pelaku usaha yang menjadi Mitra Bukalapak, menyebut kemitraan tersebut memberinya sejumlah manfaat. Ia memperoleh komunitas untuk berdiskusi, arahan dan tips berjualan, serta pengetahuan yang berguna bagi pengembangan usaha. Sukartini berharap acara serupa dapat terus berlangsung pada masa mendatang dengan jumlah peserta lebih banyak daripada tahun sebelumnya.

Menurut Sukartini, semakin banyak peserta yang mengikuti kegiatan seperti itu, semakin banyak pula pelaku usaha yang dapat memperoleh edukasi, inspirasi, dan motivasi untuk mengembangkan usaha di era digital. Harapan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan yang disampaikan penyelenggara dan pemerintah, yakni membuka ruang belajar serta peluang bagi pelaku usaha untuk terus bertumbuh.