UPDATE

Tujuh Produk Indonesia Raih G-Mark 2026 di Jepang

05/11/2026 09:37

CIANJUR.CO - Tujuh produk Indonesia memperoleh penghargaan Good Design Award (G-Mark) 2026 di Jepang. Pengumuman penghargaan disampaikan pada Rabu, 4 November 2026, di NHK Hall, Shibuya-ku, Tokyo. Capaian tahun ini menambah jumlah produk Indonesia yang meraih G-Mark menjadi 67 produk sejak 2017.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, keberhasilan tersebut dinilai mencerminkan pengakuan internasional terhadap kapasitas industri nasional dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Penghargaan ini juga menunjukkan persaingan produk manufaktur Indonesia di pasar global semakin bertumpu pada desain, inovasi teknologi, dan keberlanjutan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut hasil itu sebagai tanda bahwa produk nasional mampu menjangkau pasar internasional melalui pendekatan yang lebih beragam. Menurut dia, kemampuan manufaktur Indonesia tidak hanya terkait produk berbasis bahan baku maupun keunggulan tradisional, tetapi juga mencakup pengembangan barang bernilai tambah yang sesuai standar dan kebutuhan pasar dunia.

“Keberhasilan tujuh produk Indonesia dalam meraih G-Mark 2026 menunjukkan bahwa produk manufaktur nasional makin bersaing di pasar global melalui penerapan desain, inovasi, dan teknologi,” ujar Puntodewi. Ia menegaskan, unsur-unsur tersebut menjadi bagian dari kemampuan produk Indonesia untuk memenuhi standar internasional sekaligus menawarkan nilai tambah.

Baca juga: Indeks Reformasi Birokrasi Kemenko Perekonomian Capai 89,81

Ketujuh penerima penghargaan datang dari beberapa sektor industri dan melibatkan sejumlah perusahaan serta pelaku usaha. Produk otomotif yang masuk daftar ialah Polytron EV Fox 350 dari PT Hartono Istana Teknologi. Dari sektor perangkat bangunan, terdapat Panasonic Seamless Architectural Concealed Ventilating Fan FV-24CDUL2 yang diproduksi Panasonic Manufacturing Indonesia.

Daftar pemenang juga mencakup Re: Bumi Sandals dari PT Pijak Bumi International dan Buttcollector dari Kickyourbutt Project. Produk lain yang memperoleh G-Mark adalah Samya Sami Server and Cup dari Pudak Oriental Indonesia. Sementara itu, PT Vivere Multi Kreasi meraih penghargaan melalui Sela Chair serta Stola Dining Chair and Stola Lounge Chair.

Ragam produk tersebut memperlihatkan bahwa penerima G-Mark 2026 tidak terbatas pada satu jenis barang. Nama-nama yang diumumkan meliputi kendaraan, kipas ventilasi, sandal, serta produk dan perabot lainnya. Seluruhnya tercatat sebagai tujuh produk Indonesia yang memperoleh pengakuan desain dalam ajang tersebut.

Puntodewi menghubungkan pencapaian para penerima dengan fasilitasi Kementerian Perdagangan melalui program Good Design Indonesia (GDI) dan Indonesia Design Development Center (IDDC). GDI memasuki satu dekade penyelenggaraan pada 2026. Program ini terus mendorong pelaku usaha nasional meningkatkan kualitas desain dan daya saing produk, dengan tujuan agar produk dapat memenuhi standar internasional.

Baca juga: Mendag Budi Santoso: Integrasi Ekonomi APEC Harus Menguntungkan UMKM

Proses GDI 2026 berlangsung pada Maret sampai dengan Juli. Dalam rangkaian tersebut, 345 produk mengikuti seleksi yang dilakukan tim juri lintas sektor dari dalam dan luar negeri. Hasil seleksi menetapkan 45 produk sebagai peraih penghargaan GDI, sementara 10 produk di antaranya memperoleh predikat Best Design.

Sepuluh produk berpredikat Best Design itu difasilitasi untuk mengikuti sejumlah ajang desain internasional. Dua ajang yang disebutkan ialah Good Design Award di Jepang dan Golden Pin Design Award di Taiwan. Dengan demikian, penghargaan GDI tidak hanya menjadi hasil dari proses seleksi, tetapi juga menjadi salah satu jalur pembinaan dan fasilitasi menuju panggung desain di luar negeri.

Puntodewi mengajak pelaku usaha dari berbagai sektor memanfaatkan GDI untuk meningkatkan kualitas desain, nilai tambah, dan daya saing produk. “Melalui pembinaan dan fasilitasi ke ajang internasional, kami harap GDI makin memperkuat kemampuan produk Indonesia dalam bersaing dan memperluas akses pasar ekspor,” kata Puntodewi. Harapan tersebut ia sampaikan sebagai bagian dari dorongan agar program itu mendukung kemampuan produk nasional bersaing dan membuka akses pasar ekspor.

Dukungan Kemendag melalui GDI juga mendapat apresiasi dari Gian Sitorus, perwakilan tim Industrial Designer PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Ia menilai program tersebut memberi kesempatan bagi produk lokal untuk berkembang dan dikenal di tingkat internasional, termasuk melalui fasilitasi ke Good Design Award di Jepang.

Baca juga: Dradjad Minta Pasar Modal dan Rupiah Dinilai dari Fundamental

“Kami mengapresiasi dukungan GDI yang memberi kesempatan bagi produk-produk lokal untuk berkembang dan dikenal di kancah internasional, khususnya melalui fasilitasi ke ajang Good Design Award di Jepang,” ujar Gian. Ia juga berharap semakin banyak produsen lokal dapat menghadirkan produk dengan desain, fungsionalitas, dan nilai yang baik bagi pengguna.

Good Design Award diselenggarakan oleh Japan Institute of Design Promotion (JDP). Ajang tersebut menjadi salah satu penghargaan sekaligus tolok ukur desain tertinggi di dunia. Produk-produk Indonesia penerima G-Mark 2026 turut ditampilkan dalam Good Design Exhibition 2026 di Tokyo Midtown, Roppongi, Jepang.

Pameran berlangsung pada 31 Oktober hingga 4 November 2026, berakhir pada hari pengumuman penghargaan. Good Design Exhibition menjadi etalase strategis bagi produk Indonesia untuk buyer dan pelaku industri global. Penampilan dalam pameran itu melengkapi rangkaian partisipasi produk Indonesia di Jepang, sementara tujuh penghargaan tahun ini membawa total penerima G-Mark dari Indonesia sejak 2017 menjadi 67 produk.