UPDATE

Mendag Budi Santoso Buka Pasar Murah untuk Jaga Harga Bapok di Mataram

05/11/2026 16:25

CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka pasar murah di Lapangan BaleKITA, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB itu menghadirkan berbagai barang kebutuhan pokok (bapok) dengan harga sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA).

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, pasar murah tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Mendag Busan ke Mataram. Kegiatan ini mempertemukan masyarakat dengan penyedia beragam komoditas kebutuhan pokok. Penyelenggaraannya juga menjadi wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan masyarakat dapat mengakses bapok dengan harga terjangkau.

“Melalui pasar murah, masyarakat dapat memperoleh bapok dengan harga sesuai atau di bawah HET dan HA,” ujar Mendag Busan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dapat dipastikan.

Pasar murah itu melibatkan sekitar 20 pelaku usaha. Peserta terdiri atas pelaku usaha binaan Bank Indonesia dan dinas terkait, serta badan usaha milik negara (BUMN), termasuk BULOG dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Keterlibatan berbagai pihak tersebut berlangsung dalam satu kegiatan yang menyediakan sejumlah pilihan bapok bagi masyarakat.

Baca juga: Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Pasokan Cabai dan Telur di Mataram Surplus

Selain pelaku usaha binaan dan BUMN, beberapa ritel modern turut berpartisipasi. Ritel yang disebut antara lain Indomaret, Alfamart, Hypermart, Lotte Mart, dan Ruby Swalayan. Dengan demikian, peserta pasar murah berasal dari beberapa jenis usaha, mulai dari binaan lembaga dan dinas hingga BUMN serta jaringan ritel modern.

Sejumlah komoditas yang ditawarkan mencakup beras, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit merah, bawang merah, dan bawang putih. Bulog NTB menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp58.000 per 5 kilogram. Jika dihitung berdasarkan satuan kilogram, harga tersebut setara Rp11.600 per kilogram.

Bulog NTB juga menyediakan beras premium seharga Rp74.500 per 5 kilogram. Untuk minyak goreng, MINYAKITA ditawarkan Rp15.500 per liter. Sementara itu, gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram. Harga-harga tersebut disampaikan sebagai bagian dari komoditas yang tersedia di pasar murah di Lapangan BaleKITA.

Komoditas sayuran dan bumbu dijual oleh pelaku usaha binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi NTB. Cabai rawit merah ditawarkan Rp35.000 per kilogram, sedangkan bawang merah dijual Rp22.000 per kilogram. Bawang putih tersedia dengan harga Rp26.000 per kilogram.

Baca juga: Kemenko PMK Finalisasi Modul Surveilans Berbasis Masyarakat

Mendag Busan menyatakan pemerintah terus mendorong agar pasokan bapok tersedia dan harganya tetap terjangkau bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pelaku usaha, ritel modern, dan BUMN. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus dilakukan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan kebutuhan pokok.

Manfaat pasar murah dirasakan warga yang datang, salah satunya Muhasila. Ia mengaku terbantu dengan harga bapok yang tersedia di kegiatan tersebut. Warga itu berharap pasar murah dapat diselenggarakan secara rutin, sehingga masyarakat, terutama yang berpenghasilan terbatas, dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah, harganya terjangkau sekali,” ujar Muhasila. Ia berharap pasar murah tetap ada, jika memungkinkan setiap bulan atau dua minggu sekali. Muhasila juga berharap harga bapok tetap terjangkau bagi warga yang penghasilannya tidak banyak, serta harga minyak goreng dapat lebih murah.

Baca juga: Tujuh Produk Indonesia Raih G-Mark 2026 di Jepang

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mendag Busan didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Isu Karim dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah stan peserta pasar murah.

Di luar penyediaan bapok, kegiatan itu juga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis, perpustakaan keliling, dan Samsat Keliling untuk pembayaran pajak kendaraan. Layanan tersebut disediakan bersamaan dengan pasar murah yang berlangsung di Lapangan BaleKITA.

Usai membuka pasar murah, Mendag Busan melanjutkan agenda dengan menghadiri Bincang UMKM di Gedung BaleKITA. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mendorong pengembangan usaha dan memperbesar peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Agenda itu melengkapi rangkaian kunjungan kerja Mendag Busan di Mataram pada hari tersebut.