Kemenko PMK Seleksi 10 Calon Duta KORPRI 2026–2027
CIANJUR.CO - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Seleksi Duta KORPRI Kemenko PMK Tahun 2026–2027 di Jakarta, Kamis, 5 November 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 KORPRI tahun 2026. Peringatan kali ini mengusung tema “55 Tahun KORPRI Bergerak, Berkarya, Mewujudkan Asta Cita”.
Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, pemilihan Duta KORPRI bukan hanya kompetisi personal. Seleksi ini menjadi wadah untuk menjaring Aparatur Sipil Negara (ASN) yang inspiratif, berintegritas, inovatif, dan dapat mewakili organisasi KORPRI di lingkungan Kemenko PMK. Para kandidat mengikuti proses untuk menunjukkan kapasitas yang sesuai dengan peran tersebut.
Sosok yang diharapkan terpilih juga dituntut menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Selain menjunjung etika profesi, Duta KORPRI diharapkan menunjukkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Karena itu, kriteria yang dicari mencakup karakter dan kompetensi, serta kemampuan membawa nilai organisasi ke dalam pelaksanaan tanggung jawab sehari-hari.
Baca juga: Minyak Nilam Ditetapkan sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang
Pemilihan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat peran KORPRI sebagai wadah pemersatu ASN dan penggerak profesionalisme. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan partisipasi pegawai dalam berbagai kegiatan organisasi. Dengan demikian, peran Duta KORPRI tidak terbatas pada gelar yang diperoleh, tetapi terkait pula dengan pendampingan program dan komunikasi organisasi.
Duta yang terpilih nantinya akan menjadi fasilitator komunikasi, informasi, dan kehumasan. Mereka juga akan mendampingi berbagai program serta kegiatan KORPRI, sekaligus menjadi representasi positif Kemenko PMK dalam forum dan kegiatan nasional. Peran-peran itu menempatkan Duta KORPRI sebagai penghubung informasi sekaligus wakil organisasi dalam berbagai kegiatan.
Tahap wawancara dan presentasi menjadi bagian dari proses penilaian yang berlangsung pada hari seleksi. Tim juri menguji peserta secara komprehensif, dengan memperhatikan penguasaan substansi organisasi KORPRI dan kemampuan komunikasi publik. Penilaian juga mencakup komitmen terhadap kemajuan KORPRI serta kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan para kandidat.
Baca juga: Pemerintah Perkuat Tata Kelola Perkebunan demi Kesejahteraan Petani
Selain kemampuan yang tampak dalam wawancara dan presentasi, juri turut mempertimbangkan rekam jejak kinerja, kedisiplinan, pendidikan, dan prestasi peserta. Para kandidat diminta mempresentasikan gagasan untuk kemajuan KORPRI. Mereka juga menampilkan keterampilan atau keahlian yang menjadi keunggulan masing-masing. Kedua bagian tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pemikiran dan memperlihatkan kemampuan yang dapat mendukung peran mereka.
Tim juri terdiri atas Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MIDS, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Pembangunan Kependudukan, dan SDM; R. Budiono Subambang, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan; serta Aris Darmansyah Edisaputra, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan. Ketiganya menilai kapasitas, karakter, kompetensi, serta potensi peserta untuk menjadi representasi KORPRI Kemenko PMK yang inspiratif dan membanggakan.
Wawancara tersebut turut dihadiri Nur Budi Handayani, Kepala Biro Manajemen Kinerja yang bertugas sebagai Ketua Sekretariat Penyelenggara. Seleksi diikuti perwakilan dari seluruh unit kerja di lingkungan Kemenko PMK. Para peserta adalah ASN terpilih yang diusulkan oleh unit kerja masing-masing untuk mewakili semangat, kompetensi, dan profesionalisme ASN Kemenko PMK.
Baca juga: Konferensi AAAH ke-14 Tekankan Kompetensi dan Komitmen SDM Kesehatan
Sepuluh kandidat yang mengikuti seleksi ialah Verdiawan Bagaskara, Adinda Sekar Ramdhani, Abdurrahim Hidayat, Hedwig Ajeng Grahani, Achmad Budi Santoso, Fadilla Mumtahanna Aulia Rahma, Anne Anindita Suci Agustina, Aghniya Halim, Robertus Koekuh Agung Prasetyo, dan Riska Amalia Nasution. Mereka berasal dari unit kerja di lingkungan kementerian tersebut dan diusulkan untuk mewakili semangat serta kompetensi ASN di lembaganya.
Melalui proses seleksi, Kemenko PMK berharap Duta KORPRI yang terpilih dapat menjadi agen perubahan di lingkungan ASN. Peran itu diharapkan mendorong kolaborasi, inovasi, dan semangat pengabdian. Kehadiran Duta KORPRI juga diharapkan memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia serta membantu mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang sejalan dengan Asta Cita.