UPDATE

OpenAI Dikabarkan Menggalang Dana US$11 Miliar dengan Valuasi US$1,25 Triliun

07/11/2026 15:01

CIANJUR.CO - OpenAI dilaporkan telah mengumpulkan US$11 miliar dalam putaran pendanaan baru yang masih berlangsung. Nilai tersebut menempatkan valuasi laboratorium kecerdasan buatan itu pada US$1,25 triliun. Angka penggalangan dana saat ini belum menjadi total akhir karena putaran pendanaan belum ditutup.

Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip TechCrunch AI, pendanaan US$11 miliar itu merupakan bagian dari putaran yang lebih besar. Seseorang yang mengetahui perkara tersebut mengatakan kepada Bloomberg bahwa keseluruhan pendanaan berpotensi mencapai sekitar US$20 miliar. Penutupan putaran itu diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.

Dengan demikian, jumlah yang telah dihimpun sejauh ini masih dapat bertambah sebelum proses pendanaan rampung. Namun, perkiraan total sekitar US$20 miliar belum merupakan angka final, sebab putaran tersebut masih terbuka. Laporan yang dikutip tidak menyebutkan rincian mengenai pihak-pihak yang telah menyediakan dana atau besaran kontribusi masing-masing.

Baca juga: Google Ambil Alih Proyek Pusat Data Crusoe di Wyoming

Nilai yang kini disebutkan juga berada di bawah sasaran penggalangan dana yang sebelumnya dilaporkan. Pada akhir September, Bloomberg memberitakan OpenAI tengah berupaya memperoleh US$30 miliar dalam putaran yang akan datang. Jika dibandingkan dengan angka tersebut, jumlah US$11 miliar yang sudah terkumpul masih terpaut cukup jauh, sementara potensi total sekitar US$20 miliar pun tetap lebih rendah daripada target awal itu.

TechCrunch AI menyebut telah menghubungi OpenAI untuk meminta komentar mengenai kabar pendanaan tersebut. Media itu menyatakan akan memperbarui pemberitaannya apabila perusahaan memberikan tanggapan. Hingga informasi dalam laporan tersebut disampaikan, belum ada komentar OpenAI yang dicantumkan.

Baca juga: Meta Buka Fitur Video Chat dengan Avatar AI Muse untuk Pengguna AS

Kabar tentang OpenAI muncul hanya beberapa jam setelah Bloomberg memberitakan perkembangan terkait pesaing utamanya, Anthropic. Sejumlah calon pembeli saham dalam IPO Anthropic disebut sedang mempertimbangkan valuasi yang jauh lebih rendah daripada angka yang sebelumnya ditargetkan. Menurut laporan Bloomberg, sebagian calon pembeli menilai valuasi Anthropic dapat berada di sekitar US$1,1 triliun.

Angka itu berbeda dari US$2 triliun, nilai yang menurut laporan tersebut diperkirakan investor sekitar sebulan sebelumnya. Perbandingan ini muncul dalam konteks pembicaraan mengenai calon pembeli saham IPO Anthropic, bukan sebagai valuasi yang telah dipastikan. Laporan tersebut menggambarkan adanya jarak antara perkiraan sebagian calon pembeli saat ini dan ekspektasi investor yang disebut sebelumnya.

Baca juga: Airbnb Siapkan Agen Perjalanan AI untuk Diluncurkan pada Paruh Pertama 2027

OpenAI sendiri sebelumnya pernah memberi isyarat akan melantai di bursa pada tahun ini, tetapi kemudian menunda rencana tersebut. Kini terdapat ekspektasi bahwa perusahaan akan melakukan penawaran umum perdana atau IPO pada suatu waktu tahun depan. Waktu pelaksanaan yang pasti tidak disebutkan.

Di tengah pembicaraan mengenai pendanaan dan rencana IPO perusahaan AI, pasar kecerdasan buatan disebut berada dalam posisi yang rentan. Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat, bersama sentimen pemilih yang sangat negatif terhadap pusat data, telah memicu kegelisahan di pasar. Sejumlah pihak juga mengantisipasi kemungkinan munculnya tantangan regulasi di masa depan. Laporan tersebut mengaitkan situasi politik dan sentimen terhadap pusat data itu dengan kekhawatiran yang meluas di pasar AI.