RSUD Sayang Cianjur Buka Layanan ESWL untuk Pasien BPJS
CIANJUR.CO - RSUD Sayang Kabupaten Cianjur kini menyediakan layanan penanganan batu saluran kemih, batu kandung kemih, hingga batu ginjal dengan metode non-operasi. Pelayanan menggunakan teknologi Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) itu bisa diakses masyarakat sejak 1 November 2026, baik oleh peserta BPJS Kesehatan maupun pasien mandiri.
Seperti diberitakan iNews Cianjur, Wakil Direktur Administrasi Umum RSUD Sayang Cianjur, dr. Yusman Faisal, menjelaskan bahwa ESWL menggunakan gelombang kejut elektromagnetik yang diarahkan dari luar tubuh secara tepat ke batu. Metode ini menjadi pilihan penanganan tanpa sayatan pisau bedah.
Gelombang kejut tersebut memecah batu menjadi butiran halus menyerupai pasir. Butiran itu selanjutnya dapat keluar secara alami bersama air seni. Dengan demikian, tindakan dilakukan dari luar tubuh dan pasien tidak perlu menjalani sayatan untuk memecah batu. Menurut penjelasan Yusman, pendekatan tersebut dapat meminimalisasi rasa sakit dan mempercepat waktu pemulihan.
Baca juga: Lebih dari 1.000 Ruang Kelas di Cianjur Rusak Berat, DPRD Minta Penanganan Mendesak
Yusman menyatakan layanan ESWL di rumah sakit telah memperoleh persetujuan BPJS Kesehatan. Persetujuan itu memungkinkan pasien peserta BPJS menggunakan layanan tersebut, sementara pasien mandiri juga tetap dapat mengaksesnya. “Sudah di approved oleh BPJS Kesehatan,” ujar Yusman kepada wartawan belum lama ini. Ia menyebut pelayanan tersedia di rumah sakit per 1 November 2026.
Besaran biaya menjadi salah satu hal yang membedakan layanan bagi pasien berdasarkan skema pembayarannya. Yusman mengungkapkan bahwa biaya normal untuk satu kali tindakan penembakan batu ginjal berkisar Rp5 juta hingga Rp7 juta. Dengan adanya kerja sama bersama BPJS Kesehatan, pasien yang menggunakan kepesertaan BPJS tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya tindakan tersebut. Pasien mandiri juga termasuk kelompok yang dapat memanfaatkan pelayanan.
Baca juga: Kidul Pride Salurkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu di Sindangbarang
Mesin ESWL sebenarnya telah tersedia di RSUD Sayang sejak akhir 2025. Namun, keberadaan alat itu belum langsung diikuti pembukaan layanan secara resmi. Rumah sakit terlebih dahulu harus menuntaskan rangkaian perizinan serta urusan administrasi yang diperlukan agar biaya pelayanan dapat diklaim kepada BPJS Kesehatan.
Yusman mengatakan jawaban dari BPJS yang mengizinkan rumah sakit melayani pasien sekaligus mengajukan klaim baru diterima pada akhir bulan sebelumnya. “Karena harus melewati berbagai proses perizinan dan administrasi,” kata Yusman, menjelaskan alasan layanan baru dapat dijalankan setelah tahapan tersebut selesai. Dengan izin itu, pelayanan ESWL kemudian dibuka mulai 1 November 2026.
Baca juga: Disdikpora Cianjur Tangani Tiga Dugaan Perundungan, Bentuk Pokja Sekolah Aman
Meski fasilitas tersebut sudah dapat digunakan, RSUD Sayang menyebut belum banyak pasien BPJS Kesehatan yang memanfaatkannya hingga saat ini. Manajemen rumah sakit terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat mengetahui adanya layanan baru tersebut. Salah satu cara yang dilakukan ialah menyampaikan informasi melalui akun media sosial resmi RSUD Sayang Cianjur.