UPDATE

Kemendag Gandeng Bank Mandiri dan Tokopedia Perkuat Mutu UMKM Sulsel

30/10/2026 17:43

CIANJUR.CO - MAKASSAR – Sebanyak 215 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan mengikuti pembekalan untuk memperkuat mutu produk dan mempersiapkan usaha memasuki pasar yang lebih luas. Materi yang diberikan mencakup standardisasi, pemasaran digital, serta pengelolaan keuangan. Bekal tersebut diarahkan untuk mendukung perluasan penjualan sekaligus membantu pelaku usaha menjajaki peluang ekspor.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, pembekalan itu berlangsung melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Bidang Perdagangan bertema “Makassar Bermutu, Pasar Makin Luas: Dari Lokal untuk Global”. Kegiatan diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10), melalui kolaborasi Kementerian Perdagangan, Bank Mandiri, dan Tokopedia, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Moga Simatupang, menyampaikan bahwa perluasan pasar perlu ditopang produk bermutu yang memenuhi persyaratan. Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan menyediakan portal informasi mutu LAMANSITU melalui lamansitu.kemendag.go.id. Portal tersebut memudahkan pelaku usaha mengakses informasi mutu produk dalam negeri, regulasi teknis, serta persyaratan mutu di negara tujuan ekspor.

Moga mengatakan kolaborasi dalam kegiatan ini juga ditujukan untuk memperluas pemanfaatan LAMANSITU. Dengan informasi tersebut, UMKM diharapkan dapat memahami kebutuhan pasar dan menyiapkan produk agar lebih kompetitif serta dipercaya konsumen. Persiapan mutu, dalam hal ini, menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan penjualan, bukan sekadar tahap setelah produk selesai dibuat.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Suharnah, turut menekankan pentingnya membangun mutu dalam setiap proses usaha. Ia mengingatkan bahwa mutu bukan hanya dilihat dari hasil akhir, sementara standardisasi seharusnya tidak dipahami sebatas kewajiban. “Standardisasi bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan investasi untuk membangun kepercayaan dan memperluas akses pasar,” ujarnya.

Baca juga: Sugiono Ajak Pemuda Jadi Penggerak Perubahan untuk Indonesia Maju

Produk unggulan Sulawesi Selatan memiliki jenis dan kebutuhan mutu yang beragam. Komoditas pangan olahan, kopi dan kakao, rumput laut dan perikanan, serta fesyen dan kerajinan memerlukan pemahaman persyaratan yang sesuai dengan karakter produk masing-masing. Karena itu, kesiapan memperluas pemasaran perlu dimulai dengan mengenali ketentuan yang relevan untuk produk dan pasar sasaran yang dituju.

Melalui Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Kementerian Perdagangan membekali peserta agar mampu mengenali standar dan persyaratan mutu di pasar dalam negeri maupun di negara tujuan ekspor. Materi itu membantu pelaku usaha mengetahui ketentuan yang perlu dipenuhi sebelum memasarkan produk. Pemahaman terhadap persyaratan tersebut juga dapat menjadi dasar untuk menentukan bagian produk yang perlu diperbaiki.

Pada produk pangan, pembahasan meliputi keamanan pangan, kesesuaian kemasan, pelabelan, dan informasi nilai gizi. Peserta mendapat gambaran tentang aspek produk serta informasi yang perlu diperiksa. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai kebutuhan pengujian atau sertifikasi sesuai persyaratan yang berlaku untuk produk dan pasar terkait. Dengan demikian, perbaikan dapat diarahkan pada kebutuhan pasar yang hendak dijangkau.

Aspek pengelolaan usaha dibahas bersama Bank Mandiri. Micro Banking Head Bank Mandiri Region X Sulawesi & Maluku, I Dewa Kadek Indrawan, menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan berperan dalam mempersiapkan pengembangan usaha. Materi yang diberikan mencakup pencatatan keuangan, pemanfaatan transaksi digital, dan perencanaan modal kerja.

Baca juga: Sugiono Minta Patroli Darat Diperkuat untuk Tangani Karhutla

“Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan terencana, UMKM diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha, mempersiapkan akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan sesuai kebutuhan, serta meningkatkan daya saing untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Indrawan. Pembekalan tersebut menghubungkan perencanaan keuangan dengan kebutuhan menjaga usaha tetap berjalan dan menyiapkan akses layanan sesuai kebutuhan pelaku UMKM.

Kesiapan berjualan melalui kanal digital menjadi materi lain dalam bimtek. Perwakilan Tokopedia, Surya Sastriando, mengatakan edukasi dari Tokopedia menyasar pemahaman peserta mengenai proses kurasi produk, strategi pemasaran melalui lokapasar, dan penanganan konsumen. Dalam paparannya, ia menyoroti bahwa informasi pada etalase digital perlu menggambarkan produk secara tepat.

Foto dan deskripsi, menurut Surya, perlu sesuai dengan kondisi barang yang dijual. Keterangan bahan, ukuran atau berat harus disampaikan secara akurat. Pelaku usaha juga perlu menyiapkan stok dan kemasan yang dapat melindungi produk selama pengiriman. Konsistensi antara informasi di etalase digital dan produk yang diterima konsumen menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan pembeli.

Materi legalitas usaha disampaikan Muhammad Yusri, perwakilan UPT PLUT KUMKM Sulawesi Selatan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menyebut legalitas dan perizinan berusaha sebagai langkah awal bagi UMKM untuk mengembangkan usaha serta menjangkau pasar lebih luas. Yusri menekankan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), berikut pemenuhan perizinan dan persyaratan sesuai kegiatan usaha serta jenis produk.

Baca juga: Indonesia Paparkan Praktik KUR untuk Perluas Pembiayaan UMKM

Menurut Yusri, kesiapan dokumen perlu berjalan bersama pemenuhan mutu dan penyampaian informasi produk yang benar. Kelengkapan tersebut dapat mendukung proses kurasi maupun penjajakan kemitraan usaha. Dengan demikian, persiapan pelaku UMKM mencakup produk, cara pemasaran, pengelolaan usaha, serta dokumen yang sesuai dengan kegiatan dan barang yang dijual.

Manfaat bimtek dirasakan peserta, salah satunya Mustika Iriana dari UMKM MaingaQ. Ia menyampaikan pembekalan tersebut memberinya pemahaman mengenai pentingnya memenuhi standar mutu sebagai bagian dari persiapan produk lokal untuk menjangkau pasar lebih luas. “Kami ingin memperluas pemasaran, tetapi juga perlu memastikan produk kami siap,” ujar Mustika. Ia menambahkan bahwa kegiatan itu membantunya melihat hal yang perlu dibenahi, terutama informasi tentang mutu yang harus dipenuhi produk khas Makassar.

Moga Simatupang menyampaikan, melalui kolaborasi tersebut Kementerian Perdagangan mendorong perluasan pasar yang ditopang pemenuhan persyaratan mutu dan kesiapan usaha. Produk Sulawesi Selatan diharapkan semakin dipercaya konsumen di dalam negeri dan lebih siap menjajaki pasar global.