UPDATE

Dinsos Kabupaten Bandung Tangani Keluarga di Pacet, Ibu dan Bayi Dirawat

30/10/2026 09:15

CIANJUR.CO - Dinas Sosial Kabupaten Bandung menangani keluarga yang tinggal di Kampung Sukanagara, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, setelah kondisi mereka menjadi perhatian publik. Penanganan mencakup ibu yang baru melahirkan dan bayinya, pemetaan kondisi psikologis anggota keluarga, rencana rujukan kesehatan, serta pendidikan bagi dua anak pasangan Ogi Umaedi dan Indah Triyanti.

Kepala Dinsos Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah, mengatakan keluarga tersebut kini berada di UPTD Baleendah. Seperti diberitakan detikJabar, Ningning menyampaikan pada Jumat (30/10/2026) bahwa pihaknya sedang memberikan penanganan di unit tersebut. Indah, istri Ogi yang baru melahirkan, ditempatkan sementara di sana sambil menunggu langkah penanganan berikutnya.

Indah dan bayinya baru pulang dari Rumah Sakit Welas Asih. Dinsos juga sedang menghubungi keluarga Indah yang berada di Lampung untuk membicarakan kemungkinan dukungan bagi ibu dan anak tersebut. Proses komunikasi itu menjadi bagian dari pertimbangan mengenai tempat tinggal dan pendampingan selanjutnya.

Kepala UPTD Ketelantaran dan Disabilitas Dinsos Kabupaten Bandung, Dedik Dwi Marika, menjelaskan Indah berada di Baleendah sembari menunggu jadwal kontrol ke Rumah Sakit Welas Asih. Pemeriksaan lanjutan itu dijadwalkan pada 2 November. Menurut Dedik, penempatan sementara tersebut dipilih agar jarak dan waktu untuk menunggu kontrol lebih dekat.

Dedik mengatakan Dinsos juga merencanakan pertemuan dengan unsur kewilayahan, termasuk kecamatan, pada Senin. Pertemuan itu akan membahas langkah berikutnya bagi keluarga tersebut. Dengan demikian, pembahasan mengenai kondisi Indah tidak hanya berkaitan dengan kontrol kesehatannya, tetapi juga dengan pengaturan dukungan dan tempat tinggal setelah proses sementara di UPTD.

Baca juga: Pemkab Cianjur Usulkan Lahan Eks HGU di Mande untuk Sekolah Rakyat

Indah, menurut Dedik, menginginkan kembali ke rumahnya di Pacet. Namun, Dinsos menilai kepulangan itu belum memungkinkan karena kondisi lingkungan rumah serta tidak adanya anggota keluarga yang dinilai layak menjadi pengasuh. Ia menyebut sejumlah anggota keluarga berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sehingga kebutuhan pendampingan Indah dan bayinya perlu dipertimbangkan secara khusus.

Dinsos akan membicarakan pilihan tersebut dengan keluarga Indah di Lampung. Dedik menyampaikan saran agar Indah tinggal bersama kakaknya di Lampung apabila sang kakak bersedia. Jika pilihan itu tidak dapat dilakukan, menurut dia, panti di Cianjur telah menyatakan siap menerima Indah bersama bayinya. Rencana tersebut masih bergantung pada hasil komunikasi dengan keluarga dan penanganan lanjutan.

Pemetaan kondisi dan rencana rujukan

Selain penanganan terhadap Indah dan bayinya, Dinsos sedang berupaya memetakan kondisi psikologis anggota keluarga yang mengalami gangguan. Ogi Umaedi dan beberapa anggota keluarga lainnya direncanakan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Langkah ini disiapkan agar mereka memperoleh layanan kesehatan, dengan rencana berbeda sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Erna Maryana, adik Ogi, menjadi prioritas penanganan pertama. Dedik mengatakan Dinsos sebelumnya mengurus perekaman KTP Erna ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Rekaman tersebut telah selesai pada hari sebelum keterangan disampaikan. Dinsos berencana membawa Erna ke RSJ pada hari berikutnya atau lusa menggunakan rekomendasi dari Dinas Sosial.

Baca juga: Ilham Permana Dorong Wisata Cianjur Mendunia Lewat Storytelling

Rujukan itu diperlukan karena Erna tidak memiliki BPJS. Setelah mendapatkan layanan kesehatan, Dinsos merencanakan rujukan Erna ke panti khusus perempuan yang berlokasi di Kabupaten Garut. Sementara itu, Ogi direncanakan dirujuk ke panti khusus ODGJ laki-laki di Sumedang. Dedik menjelaskan penempatan Ogi di panti khusus laki-laki ditujukan agar penanganan kesehatan mentalnya mengikuti klasifikasi yang sesuai.

Untuk dua anak Ogi dan Indah, Dinsos telah berkomunikasi dengan kepala dinas mengenai rencana pendidikan. Keduanya akan dibawa ke Sekolah Rakyat agar dapat memperoleh pendidikan. Rencana tersebut menjadi salah satu bagian dari penanganan keluarga, di samping layanan kesehatan bagi orang tua dan anggota keluarga lain.

Anggota keluarga lainnya, Cucu Jubaedah yang merupakan orang tua Ogi, juga akan ditindaklanjuti. Dedik mengatakan petugas sempat mendatangi Cucu dan mengajaknya berkomunikasi. Saat itu, komunikasi masih dapat berlangsung, tetapi kondisinya tetap dinilai mengkhawatirkan. Dinsos akan menangani Cucu setelah lebih dahulu memprioritaskan anggota keluarga yang dianggap paling mendesak.

Awal perhatian terhadap keluarga

Keluarga itu sebelumnya menjadi sorotan setelah beredar unggahan media sosial yang memperlihatkan dua anak dirawat oleh keluarga yang diduga mengalami gangguan jiwa. Dalam unggahan tersebut, sejumlah petugas tampak berupaya membersihkan rumah dan berinteraksi dengan keluarga. Unggahan lain memperlihatkan momen persalinan seorang ibu dari keluarga tersebut. Kondisi tempat tinggal mereka dalam unggahan digambarkan memprihatinkan.

Baca juga: Pemkab Cianjur Beri Waktu Sebulan Bongkar 300 Bangunan di Jalan Lingkar Timur

Keluarga itu tinggal di rumah sederhana di Kampung Sukanagara, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Sekretaris Desa Mekarsari, Yasa, membenarkan bahwa mereka merupakan warga desanya saat dikonfirmasi pada Selasa (27/10/2026). Menurut Yasa, persoalan keluarga bermula dari keretakan rumah tangga Cucu Jubaedah dan suaminya. Dari pernikahan itu lahir tiga anak, yakni Ogi Umaedi, Erna Maryana, dan Melinda Ulhusna.

Setelah orang tuanya berpisah, Ogi memutuskan merantau dan kemudian menikah dengan Indah Triyanti, yang berasal dari Lampung. Yasa mengatakan data kependudukan Indah ditarik ke wilayah tersebut sekitar empat bulan sebelumnya karena Indah sedang mengandung dan membutuhkan penanganan medis di sana. Ogi sendiri merupakan warga asli Desa Mekarsari.

Yasa menjelaskan kondisi mental ketiga anak Cucu, menurut keterangannya, bukan gangguan bawaan sejak lahir. Ia mengaitkannya dengan hantaman kondisi sosial dan ekonomi yang berubah drastis. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari keterangan awal mengenai latar keluarga, sementara Dinsos kini menyiapkan penanganan bagi beberapa anggota keluarga dan memastikan kebutuhan kesehatan serta pendidikan anak-anak masuk dalam rencana tindak lanjut.