Anak Macan Tutul Ditemukan Sekarat di Cibinong, Tak Tertolong
CIANJUR.CO - Penemuan seekor kucing besar di tepi jalan sekitar Kampung Pasirmenteng, Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, membuat warga setempat geger. Hewan dengan corak totol hitam itu ditemukan dalam keadaan lemas dan sekarat. Warga menduga satwa tersebut merupakan anak macan tutul, tetapi jenisnya belum dipastikan melalui pemeriksaan.
Berdasarkan laporan detikJabar, hewan itu ditemukan oleh teman Dian Purnama. Dian mengatakan dirinya semula hendak pergi ke rumah sakit ketika mendapat kabar bahwa ada kucing besar tergeletak di pinggir jalan. Informasi tersebut membuatnya beralih untuk mengecek keadaan hewan itu langsung ke lokasi.
“Teman saya mengabari jika ada kucing besar dengan corak totol hitam di pinggir jalan. Langsung saya cek ke lokasi,” ujar Dian, Senin (26/10/2026). Ia menyebut titik penemuan berada di sekitar Kampung Pasirmenteng. Saat tiba, Dian mendapati hewan itu sudah dalam kondisi tidak berdaya dan tampak sekarat.
Baca juga: Disdikpora Cianjur Wajibkan 21 Ribu Pendidik Aktivasi IKD
Video yang kemudian beredar di media sosial memperlihatkan seorang warga mengendarai sepeda motor sambil membawa hewan tersebut di dalam kain. Ketika kain dibuka, terlihat kucing besar yang basah dan lemas. Sejumlah warga yang berada di lokasi menyebut hewan itu diduga anak macan tutul. Namun, sebutan tersebut masih berupa dugaan warga, bukan hasil identifikasi resmi.
Melihat kondisinya, Dian berusaha mencari bantuan dari orang-orang di sekitar agar hewan tersebut bisa diselamatkan. Ia juga mencoba memberikan air untuk membantu memulihkan kondisi satwa yang diduga merupakan hewan dilindungi itu. Upaya tersebut tidak membuat keadaan hewan membaik. “Coba diberi minum supaya membaik. Tapi ternyata masih lemas,” kata Dian.
Menurut Dian, sejak awal ditemukan hewan itu memang sudah berada dalam keadaan sekarat. Sekitar satu jam setelah dievakuasi, kucing besar tersebut akhirnya mati. “Satu jam setelah dievakuasi, ternyata mati,” ujarnya. Dengan demikian, usaha warga untuk menolong hewan itu tidak berhasil karena kondisinya sudah sangat lemah ketika ditemukan.
Baca juga: Gapura SDN Kertajadi Ambruk, Siswi dan Ayahnya Terluka
Setelah hewan tersebut mati, warga langsung menguburkannya. Namun, penguburan itu kemungkinan tidak menjadi penanganan terakhir. Dian mengatakan warga mendapat kabar bahwa pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan datang ke lokasi untuk memeriksa hewan tersebut. Karena itu, kuburan rencananya akan dibongkar kembali agar pemeriksaan dapat dilakukan.
“Katanya dari BKSDA mau ke sini, memeriksa apakah memang macan tutul atau jenis hewan lain,” kata Dian. Pemeriksaan itu ditujukan untuk memastikan identitas satwa yang ditemukan di tepi jalan. Sampai pemeriksaan dilakukan, warga belum dapat memastikan apakah hewan tersebut benar anak macan tutul atau termasuk jenis hewan lain.
Baca juga: RSUD Sayang Cianjur Gelar Penyuluhan Gigi dan Pemeriksaan Anak di Posyandu
Iwenk, warga setempat lainnya, mengatakan hewan itu diduga kuat macan tutul. Ia menyebut corak tubuhnya menjadi salah satu dasar dugaan tersebut. Iwenk membandingkannya dengan kucing hutan, yang menurutnya banyak ditemukan di wilayah itu, tetapi menilai pola totol pada hewan yang mati lebih mengarah pada macan tutul.
Iwenk juga mengingat bahwa beberapa tahun lalu pernah ditemukan macan tutul dewasa yang masuk ke permukiman di Kecamatan Tanggeung. Menurut dia, keberadaan hutan dan pegunungan di sekitar wilayah tersebut berkaitan dengan masih banyaknya hewan liar. Meski demikian, penemuan kali ini tetap menunggu pemeriksaan BKSDA untuk memastikan jenis satwa yang ditemukan warga di Kampung Pasirmenteng.