UPDATE

Pemerintah Siapkan Transformasi Jakarta sebagai Motor Ekonomi Nasional

29/10/2026 16:33

CIANJUR.CO - Pemerintah mendorong transformasi Jakarta agar semakin berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan infrastruktur, peningkatan daya saing investasi, dan pengembangan potensi ekonomi unggulan menjadi bagian dari upaya tersebut. Jakarta dinilai memiliki peluang untuk berkembang sebagai pusat jasa, keuangan, dan ekonomi digital yang mampu bersaing secara global.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, transformasi ibu kota juga diharapkan memberi dampak lebih luas bagi kawasan di sekitarnya. Karena itu, pengembangan Jakarta tidak hanya menyangkut kegiatan ekonomi di dalam kota, tetapi juga keterhubungannya dengan wilayah sekitar serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Dalam Fire Chat Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together, Rabu (28/10), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur transportasi perkotaan. Pemerintah telah mendukung pembangunan transportasi massal, termasuk Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT), sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dukungan tersebut juga mencakup pengembangan konektivitas yang menghubungkan berbagai kawasan di Jakarta dan sekitarnya. Integrasi antarmoda diharapkan membuat perjalanan masyarakat lebih mudah sekaligus membantu meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi. Dengan jaringan yang saling terhubung, transportasi massal menjadi salah satu unsur dalam mendukung mobilitas di kawasan perkotaan.

Airlangga juga menyoroti arah pembangunan kota yang lebih vertikal. “Jakarta itu sebetulnya tidak bisa lagi menjadi flat city. Jakarta itu harus menjadi kota yang naik ke atas semua,” ujarnya. Ia menjelaskan, kota vertikal dapat memudahkan masyarakat tinggal dekat dengan tempat kerja. Pernyataan itu disampaikan saat membahas pengembangan kota dan kebutuhan untuk menata ruang perkotaan.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Ajak Dunia Usaha AS Perkuat Kerja Sama

Di luar transportasi, pemerintah mendorong pengembangan Jakarta sebagai pusat keuangan internasional. Upaya tersebut dilakukan dengan mempelajari praktik terbaik dari pusat-pusat keuangan global, termasuk melalui rencana inisiatif international financial center. Rencana itu diharapkan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru lewat peningkatan investasi dan aktivitas jasa keuangan.

Penguatan ekosistem yang kompetitif serta kepastian hukum juga disebut penting untuk mendukung tujuan tersebut. Dengan dukungan itu, Jakarta diharapkan semakin menarik bagi investor dan posisi Indonesia dalam jaringan keuangan global dapat diperkuat. Pengembangan pusat keuangan tersebut menjadi salah satu arah untuk memperluas peran ekonomi Jakarta, selain sebagai pusat jasa.

Peningkatan daya saing, menurut laporan tersebut, perlu berjalan bersama perbaikan kualitas lingkungan perkotaan. Penanganan sampah, pengendalian banjir, dan penyediaan infrastruktur dasar merupakan aspek yang diperlukan untuk menciptakan kota yang layak huni atau livable city. Dengan demikian, agenda pengembangan ekonomi juga mencakup kebutuhan dasar dan kondisi lingkungan bagi masyarakat perkotaan.

Perhatian juga diarahkan pada hubungan Jakarta dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang membentuk kawasan Jabodetabek. Penguatan konektivitas antardaerah dinilai penting, terutama melalui sistem transportasi yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dengan kawasan permukiman. Pengembangannya perlu disertai koordinasi kebijakan dan dukungan antardaerah.

Baca juga: Kemenkes dan DKI Jakarta Perkuat Pencegahan TB Menuju Eliminasi 2030

Langkah di kawasan Jabodetabek itu diharapkan dapat mengurangi beban mobilitas harian masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup. Pada saat yang sama, keterhubungan yang lebih baik diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata. Dengan demikian, perencanaan transportasi dan kebijakan antarwilayah menjadi bagian dari upaya yang saling terkait dalam pengembangan Jakarta dan sekitarnya.

Sektor pariwisata turut disebut memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta. Selain menghasilkan devisa, sektor ini dapat menciptakan nilai tambah dengan memanfaatkan potensi domestik. Peningkatan daya tarik destinasi, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional, serta penguatan konektivitas dan akomodasi menjadi sejumlah aspek yang dapat mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan dan menggerakkan usaha terkait.

Pengembangan ekonomi digital juga dipandang penting dan perlu ditopang infrastruktur teknologi serta sumber daya manusia yang kompeten. Pertumbuhan pusat data di kawasan sekitar Jakarta menunjukkan besarnya peluang Indonesia dalam memanfaatkan perkembangan teknologi global. Untuk memperkuat ekosistem digital, pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi diharapkan berkolaborasi, termasuk dalam penyediaan talenta dan pengembangan inovasi.

Di sisi akses pasar, pemerintah terus mendorong penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan, termasuk Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kerja sama itu ditujukan untuk memperluas akses pasar internasional dan meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha. Pemerintah berharap peluang tersebut dapat membantu industri nasional terhubung dengan rantai nilai global.

Baca juga: Kemenko PMK Perkuat AMPD dan Kolaborasi Pentahelix untuk Kurangi Risiko Bencana

Airlangga turut menyebut sejumlah langkah yang ditujukan untuk masyarakat dalam jangka pendek. “Untuk jangka pendek, kita sedang mendorong bantuan sosial nasional,” katanya. Ia juga menyampaikan adanya program potongan harga untuk pesawat terbang, kereta api, dan kapal laut, serta dukungan terhadap Jakarta Great Sale.

Menurut Airlangga, potongan harga dalam Jakarta Great Sale dapat mencapai 70 persen. Pernyataan mengenai bantuan sosial dan diskon tersebut disampaikan sebagai bagian dari langkah jangka pendek yang ia paparkan dalam forum yang sama, di samping agenda transformasi ekonomi dan pengembangan Jakarta.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur DKI Jakarta, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, President Director Kearney Indonesia, serta pimpinan pengusaha dan investor.