Wabi Raih Pendanaan US$55 Juta dengan Valuasi US$1,25 Miliar
CIANJUR.CO - Wabi, aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang kini menyebut dirinya sebagai “agen personal”, mengumumkan telah menggalang pendanaan sebesar US$55 juta. Putaran terbaru tersebut menempatkan valuasi perusahaan di angka US$1,25 miliar. Pengumuman itu disampaikan pada Kamis, di tengah persaingan perusahaan untuk mengembangkan asisten AI yang mampu menarik perhatian pengguna dan investor.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, Wabi didirikan oleh Eugenia Kuyda, yang sebelumnya mendirikan Replika, perusahaan rintisan pendamping AI. Produk Wabi pada awalnya berfokus pada pembuatan aplikasi menggunakan perintah berbentuk prompt. Dengan pendekatan tersebut, pengguna dapat membangun aplikasi dengan memberikan instruksi, bukan hanya menggunakan aplikasi yang sudah tersedia.
Namun, arah perusahaan berubah. Bulan lalu Wabi mengumumkan pergeseran untuk menjadi layanan pesan berbasis AI. Versi baru yang disebut Wabi 2.0 dirancang agar dapat membuat antarmuka yang dibutuhkan pengguna untuk menyelesaikan berbagai hal. Peran membangun antarmuka itu menjadi bagian dari fungsi Wabi sebagai agen AI personal, bukan sekadar aplikasi pembuat produk berdasarkan prompt.
Baca juga: Mistral Large 4 Jadi Model Terbuka Teratas untuk Coding
Perusahaan menggambarkan Wabi sebagai alat yang dapat membuat aplikasi mini untuk kebutuhan tertentu. Contoh yang disebutkan meliputi penyusunan rencana makan, pelacakan restoran lokal, perencanaan kencan malam, pembuatan program kebugaran, hingga perancangan permainan trivia khusus. Daftar tersebut menunjukkan jenis tugas yang menjadi sasaran penggunaan produk, dari mengatur kegiatan sehari-hari sampai membuat hiburan yang disesuaikan.
Dalam konsep baru itu, pengguna dapat meminta Wabi menyiapkan antarmuka untuk kebutuhan yang ingin ditangani. Aplikasi mini yang dihasilkan kemudian menjadi bagian dari cara agen tersebut membantu menjalankan tugas. TechCrunch AI melaporkan bahwa perusahaan menyampaikan contoh-contoh penggunaan tersebut, tetapi tidak merinci bagaimana setiap aplikasi mini dibuat atau fitur teknis yang mendukungnya.
Baca juga: Deepgram Akuisisi Daily, Pertahankan Pipecat sebagai Proyek Open Source
Pendanaan terbaru ini berlangsung saat minat terhadap agen AI sedang tinggi. Laporan TechCrunch AI menyebut investasi itu sebagai tanda bahwa para investor Wabi melihat potensi pada pendekatan baru perusahaan. Sebagai pembanding dalam pasar yang sama, agen AI viral bernama Instinct pada September berhasil menarik pendanaan tambahan sebesar US$1 miliar dengan valuasi US$10 miliar.
Perusahaan lain di ranah pendamping AI juga memperoleh pendanaan. Tolan, yang membuat pendamping AI berwujud seperti boneka muppet untuk membantu orang menjalani kehidupan, baru saja menggalang US$30 juta. Kehadiran contoh-contoh tersebut memberi konteks bagi putaran Wabi: pendanaan diberikan ketika perhatian investor tersebar ke sejumlah produk AI dengan pendekatan berbeda.
Baca juga: Microsoft Ungkap Pendapatan Azure: US$33,2 Miliar dalam Seperempat Tahun
Putaran pendanaan Wabi dipimpin oleh IVP. Alex Lim, general partner di IVP, memuji visi Kuyda dan pengalamannya membangun produk AI. Dalam pernyataan yang dikutip TechCrunch AI, Lim mengatakan Kuyda memiliki pandangan yang jelas tentang cara orang berinteraksi dengan AI, yang “jauh melampaui kotak teks atau baris perintah”. Ia menyebut Wabi sebagai wujud dari visi tersebut dan mengatakan IVP senang mendukungnya.
Selain IVP, peserta putaran ini mencakup Andreessen Horowitz (a16z), Forerunner, dan Amazon Alexa Fund. Sejumlah investor malaikat juga berpartisipasi, termasuk CEO Shopify Tobi Lütke, CEO Salesforce Marc Benioff, mantan pimpinan Yahoo! Marissa Mayer, mantan CEO Twitter Dick Costolo, serta Alex Pall, salah satu anggota The Chainsmokers. Dengan pendanaan US$55 juta itu, Wabi kini mengembangkan posisinya sebagai agen personal setelah sebelumnya berfokus pada pembuatan aplikasi melalui prompt.