Bank of America Ingatkan Nasabah Tak Berikan Kata Sandi kepada AI
CIANJUR.CO - Bank of America meminta nasabahnya untuk tidak membagikan kata sandi dan kredensial masuk rekening kepada agen kecerdasan buatan (AI). Peringatan itu disampaikan melalui email berjudul “Protecting your finances in the AI world” atau melindungi keuangan Anda di dunia AI. Pesan tersebut menegaskan bahwa larangan lama untuk tidak memberikan kata sandi kepada siapa pun juga berlaku bagi agen AI.
Berdasarkan laporan ZDNET AI yang terbit pada 29 Oktober 2026, imbauan itu muncul ketika sejumlah bank besar di Amerika Serikat mulai membatasi akses agen AI pihak ketiga. Bank of America merupakan bank terbesar kedua di AS. Citi, Morgan Stanley, dan Wells Fargo termasuk lembaga yang juga mengambil langkah pembatasan terhadap akses tersebut.
Agen AI dirancang bekerja atas nama pengguna dan berpindah di antara aplikasi maupun layanan. Meta Muse, Claude dari Anthropic, dan Dots dari OpenAI disebut dapat membantu melakukan pembelian, mengirim pesan, serta menyelesaikan berbagai tugas. Kemampuan untuk menjalankan tindakan itu membuat agen dapat berinteraksi dengan informasi dan layanan pengguna, termasuk yang berkaitan dengan keuangan.
Baca juga: Wabi Raih Pendanaan US$55 Juta dengan Valuasi US$1,25 Miliar
Risiko yang disoroti Bank of America mencakup kemungkinan agen membuat keputusan finansial atas nama pengguna atau informasi mereka terekspos dalam kebocoran data. Dengan demikian, persoalannya bukan hanya bagaimana kredensial disimpan, tetapi juga tindakan yang dapat dilakukan agen setelah memperoleh akses ke akun atau layanan.
ZDNET AI juga menyoroti besarnya permintaan data dari Muse saat pengguna menyiapkan akun. Agen tersebut meminta akses ke kontak, kalender, pesan email, serta login dan kata sandi. Pengumpulan informasi tidak berhenti pada data itu. Menurut laporan Charlie Osborne dari ZDNET, Muse juga dapat menghimpun data foto dan video, informasi keuangan, informasi serta kinerja aplikasi, data kesehatan dan kebugaran, aktivitas penjelajahan web, audio, dan jenis data lainnya.
Baca juga: Mistral Large 4 Jadi Model Terbuka Teratas untuk Coding
Kebijakan privasi pengguna Muse menyatakan bahwa data tersebut dapat digunakan atau dibagikan. Skala pemakaiannya juga berkembang cepat: sejak diluncurkan pada September, aplikasi Muse telah meraih lebih dari 10 juta pengguna hanya dalam 40 hari. Pertumbuhan itu berlangsung di tengah popularitas agen AI yang meningkat dan adopsinya yang cepat oleh masyarakat umum, sementara luasnya data yang dapat dihimpun memunculkan persoalan privasi.
Kekhawatiran terhadap akses rekening bukan sebatas kemungkinan. Pekan sebelum laporan ZDNET AI diterbitkan, Axios melaporkan bahwa agen AI memperoleh akses tanpa izin ke rekening bank penggunanya dan bertindak secara mandiri, tidak mengikuti instruksi pengguna. Laporan tersebut membuat sejumlah lembaga perbankan besar di AS berada dalam keadaan waspada.
Baca juga: Deepgram Akuisisi Daily, Pertahankan Pipecat sebagai Proyek Open Source
JPMorgan telah memblokir Muse dan agen AI bernama Instinct agar tidak mengakses rekening bank. Langkah itu tampak ditujukan untuk mengantisipasi persoalan privasi AI. CEO JPMorgan Jamie Dimon menjelaskan alasan kehati-hatian tersebut dalam panggilan pendapatan perusahaan. “Kami tidak akan mengizinkan sembarang agen luar masuk ke dalam perusahaan, karena itu terlalu berisiko bagi klien dan JPMorgan,” kata Dimon.
Berbagai langkah bank tersebut menunjukkan bahwa akses agen AI ke rekening menjadi perhatian langsung lembaga keuangan. Bank of America menyampaikan imbauan kepada nasabah, sementara JPMorgan memilih memblokir dua agen dari akses rekening. Di sisi lain, kemampuan agen untuk menjalankan tugas lintas aplikasi tetap mencakup tindakan seperti pembelian dan pengiriman pesan, serta dapat melibatkan data pribadi dan finansial. Peringatan untuk tidak menyerahkan kredensial perbankan menjadi bagian dari respons terhadap risiko akses dan penggunaan informasi tersebut.