Rivian Perluas Kerja Sama dengan Volkswagen lewat Asisten AI
CIANJUR.CO - Usaha patungan Rivian dan Volkswagen Group kini mencakup teknologi asisten suara berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Rivian. Perluasan ini menambahkan salah satu teknologi yang dikembangkan sendiri Rivian ke dalam kerja sama yang sebelumnya berfokus pada perangkat lunak dan arsitektur kelistrikan untuk kendaraan Volkswagen generasi berikutnya.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, Rivian mulai melisensikan sejumlah elemen teknologi asisten AI kepada Volkswagen. Informasi itu tercantum dalam presentasi investor kuartal ketiga Rivian yang dirilis pada Kamis. Perusahaan belum menyampaikan biaya lisensi maupun ketentuan pembayarannya. Rivian juga belum mengungkap model Volkswagen yang akan menggunakan teknologi tersebut.
Meski belum ada kepastian mengenai kendaraan penerimanya, asisten AI Rivian berpeluang hadir pada ID EVERY1, mobil listrik berbiaya rendah Volkswagen. Hatchback kecil empat pintu itu direncanakan menjadi kendaraan Volkswagen pertama yang menggunakan perangkat lunak dan arsitektur kelistrikan Rivian di bawah usaha patungan. Laporan tersebut menyebut kemungkinan itu, bukan pengumuman bahwa penggunaan asisten AI pada ID EVERY1 telah dipastikan.
Rivian pun tidak mengungkap apakah masuknya lisensi asisten AI akan mengubah nilai kerja sama. Usaha patungan itu diumumkan dengan nilai hingga 5 miliar dolar AS, sebelum Volkswagen meningkatkan komitmen investasinya kepada Rivian menjadi hingga 5,8 miliar dolar AS pada 2027. Nilai 5,8 miliar dolar AS tersebut merupakan komitmen yang telah diumumkan sebelumnya; rincian finansial khusus untuk lisensi teknologi AI belum tersedia.
Baca juga: Thrive Holdings Akuisisi ADT Senilai US$15,3 Miliar, Siapkan Bisnis Keamanan Rumah Berbasis AI
Dari arsitektur kendaraan ke teknologi asisten
Kerja sama Rivian dan Volkswagen diformalkan melalui sebuah perusahaan independen yang mulai beroperasi pada November 2024. Fokus awalnya adalah membawa arsitektur kelistrikan dan perangkat lunak Rivian ke lini kendaraan Volkswagen generasi berikutnya. Penambahan elemen asisten AI memperluas ruang lingkup teknologi yang dapat dilibatkan, sementara dua bidang awal tersebut tetap menjadi dasar kerja sama.
Rivian menggambarkan perluasan itu sebagai “a proof point for the extensibility of the platform we’ve built in-house”. Perusahaan menyebutnya sebagai bukti bahwa platform yang dibangun secara internal dapat diperluas. Namun, pengumuman tersebut belum merinci bagaimana teknologi asisten akan diterapkan pada kendaraan Volkswagen, kapan penerapannya berlangsung, atau model mana yang akan menjadi pengguna pertama.
Asisten AI Rivian sendiri baru hadir pada kendaraan perusahaan setelah proses pengembangan yang cukup panjang. Rivian menghabiskan dua tahun untuk mengembangkannya sebelum memperkenalkan teknologi itu pada tahun sebelumnya. Pengembangannya berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan, dan asisten tersebut akhirnya diluncurkan pada September 2026.
Peluncuran pada September 2026 mencakup tiga kendaraan Rivian: SUV unggulan R1S, pikap R1T, serta SUV menengah baru R2. Asisten tersebut memungkinkan pengemudi dan penumpang berinteraksi dengan kendaraan serta mengendalikan fungsi-fungsi tertentu. Pengalaman yang sudah diterapkan pada model Rivian itu menjadi bagian dari teknologi yang kini dilisensikan kepada Volkswagen, meskipun rincian penggunaan pada kendaraan VW belum diumumkan.
Baca juga: Meta Luncurkan Style Sketch, Aplikasi AI untuk Merancang Pakaian
Kerangka internal dan integrasi vertikal
Pendiri sekaligus CEO Rivian, RJ Scaringe, menjelaskan kemampuan teknologi tersebut kepada TechCrunch di atas panggung Disrupt 2026. Ia mengatakan Rivian membangun kerangka agentik internal yang dapat memahami tindakan yang ingin dilakukan seseorang saat berbicara dengan kendaraan, lalu mengarahkan permintaan itu ke bagian perangkat lunak mobil yang tepat.
Menurut penjelasan Scaringe, kemampuan tersebut juga memungkinkan kendaraan Rivian menjalankan agen AI yang dikembangkan perusahaan lain, seperti Anthropic. Dengan demikian, asisten Rivian berperan dalam mengenali maksud pengguna dan menghubungkannya dengan fungsi perangkat lunak yang sesuai. Pernyataan itu menjelaskan rancangan kemampuan asisten, tetapi tidak menetapkan fitur atau penerapan tertentu pada kendaraan Volkswagen.
Program asisten internal tersebut selaras dengan upaya Rivian untuk meningkatkan integrasi vertikal, strategi yang juga disebut dalam laporan pendapatan kuartal ketiganya. Dalam presentasi investor, perusahaan menyatakan bahwa fokus pada integrasi vertikal merupakan pembeda kompetitif utama. Rivian mengatakan pendekatan itu memungkinkan perangkat keras dan perangkat lunaknya disatukan untuk memberikan nilai kepada pelanggan.
Rivian menerapkan strategi tersebut dalam perombakan R1T dan R1S. Perubahan yang dilakukan mencakup paket baterai, sistem suspensi, arsitektur kelistrikan, susunan sensor, hingga antarmuka pengguna perangkat lunak. Rangkaian perubahan itu menunjukkan cakupan komponen yang ditangani perusahaan dalam mengembangkan kendaraan, bukan hanya perangkat lunak asisten suara.
Baca juga: Mistral Rilis Bobot ML4, Model AI Triliun Parameter untuk Keamanan Siber
Arsitektur kelistrikan dan platform komputasi baru Rivian mengurangi jumlah kabel yang digunakan serta jumlah unit kontrol elektronik atau komputer yang mengendalikan kendaraan. Jumlah unit tersebut turun dari 17 menjadi tujuh. Rivian berpendapat fondasi baru ini dapat mendukung kebutuhan komputasi perangkat lunak canggih dan berkendara otomatis.
Pendekatan teknologi itu menarik perhatian Volkswagen, yang menurut laporan TechCrunch AI kesulitan menawarkan kendaraan modern yang berpusat pada perangkat lunak seperti produk pesaing, termasuk Tesla. Dalam presentasinya, Rivian juga mengaitkan kendali atas keseluruhan tumpukan teknologi dengan kemampuan memperbarui kendaraan. Cakupan yang disebut meliputi komputasi, sensor, layar, pencahayaan, dan suara.
Rivian menyatakan bahwa kendali atas seluruh tumpukan tersebut memungkinkan perusahaan meluncurkan pembaruan over-the-air (OTA) yang cepat dan mencakup kendaraan secara luas, melampaui pembaruan dasar. Dalam presentasi investor, perusahaan menegaskan, “Our relentless focus on vertical integration remains a core competitive differentiator”. Pernyataan itu menjadi bagian dari penjelasan Rivian mengenai alasan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak penting bagi strategi kendaraannya.