UPDATE

Kemendag Jajaki Kerja Sama Pendidikan Metrologi dengan Negara Mitra

28/10/2026 18:07

CIANJUR.CO - Kementerian Perdagangan menjajaki peluang kerja sama internasional di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur mutu, dan standardisasi perdagangan. Upaya itu dilakukan dengan memperkenalkan Akademi Metrologi dan Instrumentasi (AKMET) kepada para diplomat negara mitra Kerja Sama Selatan-Selatan dalam kegiatan Campus Visit to the Academy of Metrology and Instrumentation.

Kegiatan berlangsung di Kampus AKMET, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, kunjungan tersebut diselenggarakan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP). Para diplomat diajak mengenal lembaga pendidikan vokasi itu, termasuk kapasitas pembelajaran dan pelatihan yang dapat menjadi dasar penjajakan kerja sama lintas negara.

Sejumlah perwakilan negara mitra hadir dalam agenda tersebut. Mereka mencakup Duta Besar Bangladesh di Jakarta, Md. Abul Hasan Mridha, dan Duta Besar Kepulauan Solomon di Jakarta, Gladys Kamia Isihanua. Delegasi dari Fiji, Kenya, Laos, Nigeria, Peru, Rwanda, dan Timor-Leste juga mengikuti kegiatan. Pertemuan ini mempertemukan AKMET dengan perwakilan negara-negara yang tergabung dalam Kerja Sama Selatan-Selatan.

Kepala BPSDMP Djatmiko Bris Witjaksono menjelaskan bahwa metrologi dan instrumentasi berperan penting dalam mendukung perdagangan yang adil. Menurut dia, kedua bidang tersebut berkaitan dengan perlindungan konsumen dan daya saing industri, terutama melalui pemenuhan standar nasional maupun internasional. Dengan demikian, pengembangan kompetensi di bidang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kegiatan perdagangan dan industri.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Lantik Pejabat Kemendag, Perkuat Keselarasan Program

Djatmiko menyebut AKMET sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang secara khusus berfokus pada metrologi dan instrumentasi. Lembaga tersebut berada di bawah pembinaan Kementerian Perdagangan dan dinilai memiliki potensi untuk menjadi pusat pengembangan kapasitas SDM bagi negara-negara mitra berkembang. Potensi itu menjadi salah satu landasan pengenalan kampus kepada para diplomat.

“Dalam ekonomi global yang saling terkoneksi, pemenuhan standar industri dan perdagangan memerlukan kolaborasi lintas negara,” ujar Djatmiko. Ia menyampaikan bahwa melalui Kerja Sama Selatan-Selatan, pihaknya ingin mendorong AKMET menjadi pusat pengembangan SDM metrologi dan instrumentasi di tingkat regional maupun internasional. Pernyataan tersebut menempatkan kerja sama pendidikan dan peningkatan kapasitas sebagai bagian dari diplomasi perdagangan yang dijajaki.

Dalam pemaparan kelembagaan, Direktur AKMET Vera Firmansyah menjelaskan sejumlah aspek yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Materi yang disampaikan meliputi profil AKMET, kurikulum Diploma III Metrologi dan Instrumentasi, kapasitas pelatihan teknis, serta mekanisme penerimaan mahasiswa. Penjelasan itu memberi gambaran kepada delegasi mengenai program pendidikan yang tersedia dan cara calon mahasiswa dapat diterima.

Baca juga: Sugiono Instruksikan Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra

Vera juga menyampaikan rencana pengembangan AKMET menjadi politeknik. Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendidikan vokasi di bidang metrologi dan instrumentasi. Paparan mengenai rencana ini melengkapi penjelasan tentang program yang berjalan, sekaligus memperkenalkan arah pengembangan kelembagaan kepada para perwakilan negara mitra.

Setelah pemaparan, para diplomat dan delegasi meninjau fasilitas pembelajaran serta laboratorium di kampus. Fasilitas yang diperlihatkan meliputi laboratorium pengujian modern, laboratorium kalibrasi massa, volume, dan tekanan, serta fasilitas teknologi mekanik. Mereka juga melihat fasilitas pengujian jembatan timbang dan peneraan fuel dispenser.

Peninjauan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai fasilitas yang dimiliki AKMET untuk mendukung pendidikan vokasi dan peningkatan kompetensi teknis di bidang metrologi. Beragam laboratorium dan fasilitas pengujian itu menjadi bagian dari pengenalan kapasitas kampus, selain kurikulum dan pelatihan yang telah dipaparkan. Informasi tersebut kemudian menjadi konteks bagi pembahasan kemungkinan kerja sama pemanfaatan AKMET.

Baca juga: TPIP-TPID Sulampua Perkuat Konektivitas untuk Jaga Ketahanan Pangan

Rangkaian kunjungan ditutup dengan diskusi strategis interaktif yang dipimpin Kepala BPSDMP. Pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama antarnegara, termasuk potensi penggunaan AKMET sebagai institusi pendidikan dan pelatihan metrologi serta instrumentasi bagi calon mahasiswa dari negara-negara mitra. Dengan fokus tersebut, diskusi menghubungkan fasilitas dan program kampus dengan peluang peningkatan kapasitas lintas negara.

BPSDMP Kementerian Perdagangan berharap AKMET dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan SDM metrologi dan instrumentasi lintas negara. Inisiatif melalui Kerja Sama Selatan-Selatan ini diharapkan memperkuat diplomasi perdagangan Indonesia sekaligus mendorong ekosistem perdagangan internasional yang adil, terukur, dan tepercaya. Harapan tersebut menjadi tujuan dari penjajakan yang dilakukan melalui pengenalan kampus, pemaparan program, kunjungan fasilitas, dan diskusi bersama delegasi.