Aldiana Ditemukan Tewas, Dua Nelayan Hilang di Laut Selatan Cianjur
CIANJUR.CO - Satu dari tiga nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam di laut selatan Cianjur ditemukan meninggal dunia. Korban bernama Aldiana, yang ditemukan tim SAR gabungan pada hari keempat operasi pencarian. Dua nelayan lainnya, Sobirin dan Sandi, dinyatakan hilang setelah operasi pencarian dihentikan karena telah melewati batas waktu tujuh hari.
Kanit SAR Cianjur M. Andhika menyebut ketiga kejadian itu berlangsung dalam rentang dua pekan. Berdasarkan laporan detikJabar, para nelayan dilaporkan hilang setelah perahu yang mereka gunakan untuk melaut dihantam ombak. Andhika menyampaikan urutan kejadian tersebut pada Rabu (28/10/2026), dengan tanggal laporan hilang yang berbeda untuk masing-masing nelayan.
Peristiwa pertama terjadi pada 14 Oktober, ketika Sobirin dilaporkan hilang tenggelam. Berikutnya, Sandi mengalami kejadian serupa pada 21 Oktober. Tiga hari kemudian, tepatnya 24 Oktober, Aldiana juga dilaporkan hilang tenggelam. Andhika merangkum rangkaian laporan itu dengan mengatakan, “Total ada tiga kejadian.”
Baca juga: 120 ASN di Cianjur Tercatat Terima Bansos, Ini Penjelasan Dinsos
Di antara tiga nelayan tersebut, Aldiana menjadi korban yang ditemukan selama pencarian. Menurut Andhika, tim SAR gabungan menemukan Aldiana pada hari keempat operasi, sekitar satu mil dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Jarak itu merujuk pada titik penemuan korban dibandingkan dengan lokasi laporan awal, bukan keterangan mengenai lokasi perahu atau penyebab lain.
Saat ditemukan, Aldiana sudah dalam keadaan meninggal dunia. Setelah proses evakuasi selesai, tim membawa korban dan menyerahkannya kepada keluarga. Andhika menyebut penyerahan dilakukan di rumah duka di Kampung Cibungur, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, untuk dimakamkan. Dengan demikian, pencarian Aldiana berakhir setelah korban ditemukan dan dievakuasi.
Baca juga: Penampungan Panen Buka Peluang Petani Semangka Talagasari
Situasi berbeda terjadi pada pencarian Sobirin dan Sandi. Keduanya dinyatakan hilang, sementara operasi pencarian resmi dihentikan seluruhnya setelah melewati batas waktu operasi, yakni tujuh hari. Andhika menegaskan penghentian tersebut dalam keterangannya: “Kedua nelayan lainnya dinyatakan hilang. Operasi pencarian resmi dihentikan seluruhnya.” Sumber tidak menyebut adanya penemuan terhadap kedua nelayan itu sebelum operasi berakhir.
Andhika juga mengingatkan nelayan agar berhati-hati saat melaut di perairan selatan Cianjur. Ia menyebut tinggi ombak berkisar satu hingga tiga meter, tetapi menjelaskan bahwa hembusan angin di tengah laut cukup kencang sehingga hantaman ombak menjadi kuat. “Untuk ombaknya berkisar 1-3 meter,” ujarnya, seraya meminta nelayan tetap waspada saat melaut.
Baca juga: Pilkades Serentak 2026 di Sindangbarang Masuki Penetapan Nomor Calon dan DPT
Imbauan tersebut disampaikan setelah tiga laporan nelayan hilang terjadi dalam waktu berdekatan. Andhika mengaitkan kewaspadaan dengan kondisi angin dan ombak yang ia paparkan, sementara informasi pencarian menunjukkan satu korban telah ditemukan meninggal dan dua lainnya tetap berstatus hilang setelah batas operasi terlampaui.