UPDATE

Kemenko PMK Luncurkan PPKH di Gunungkidul, Dorong Sinergi Lintas Sektor

28/10/2026 18:33

CIANJUR.CO - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan Program Pembangunan Kesejahteraan Holistik (PPKH) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (28/10/2026). Inisiatif tersebut membawa pendekatan lintas sektor dalam pembangunan kesejahteraan, dengan keluarga dan masyarakat ditempatkan sebagai bagian penting dari proses pembangunan.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya menjangkau masyarakat. Program yang dijalankan juga perlu menjawab kebutuhan nyata mereka secara utuh. Karena itu, menurut Sugiono, kesejahteraan perlu dibangun melalui pendekatan terpadu, bukan dengan menangani tiap bidang secara terpisah.

Ia menyebut kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan ketahanan keluarga sebagai aspek-aspek yang saling berhubungan. Keterkaitan tersebut menjadi alasan perlunya pelaksanaan pembangunan secara holistik dan terintegrasi. “Inilah mengapa kesejahteraan tidak bisa dibangun secara parsial,” tegas Sugiono. Dengan demikian, PPKH diarahkan untuk menghubungkan dukungan yang berkaitan dengan berbagai aspek tersebut, alih-alih berjalan sendiri-sendiri.

Baca juga: Kemendag Jajaki Kerja Sama Pendidikan Metrologi dengan Negara Mitra

Dalam pelaksanaan PPKH, Kemenko PMK berupaya mengurangi sekat birokrasi dengan menyatukan sumber daya serta dukungan program. Dukungan yang hendak diselaraskan berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga mitra pembangunan. Sugiono juga mendorong agar ego sektoral ditinggalkan, sehingga intervensi yang dilakukan dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menko PMK meminta para pihak membangun kolaborasi dan menyatukan langkah agar program-program yang ada saling melengkapi. Ia menegaskan keluarga dan masyarakat seharusnya menjadi poros pembangunan, bukan sekadar sasaran program. “Jangan berjalan sendiri-sendiri. Satukan langkah agar setiap program saling melengkapi dan memberikan dampak nyata,” ujarnya. Pesan tersebut menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan inisiatif bersama.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Lantik Pejabat Kemendag, Perkuat Keselarasan Program

Gunungkidul dipilih sebagai titik awal peluncuran PPKH. Pemilihan lokasi ini diharapkan dapat melahirkan praktik baik yang berkelanjutan. Selanjutnya, model integrasi lintas sektor dalam program tersebut diproyeksikan dapat direplikasi dan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. Namun, laporan peluncuran ini menyebutnya sebagai proyeksi ke depan, bukan sebagai perluasan yang telah berlangsung.

Melalui inisiatif tersebut, Kemenko PMK menyatakan pemerintah pusat akan terus merapikan orkestrasi lintas program. Upaya itu ditujukan untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan secara nyata dan berkelanjutan, dengan ketahanan keluarga Indonesia sebagai landasan. Peluncuran di Gunungkidul sekaligus menjadi awal dari upaya menyatukan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan dalam kerangka PPKH.

Baca juga: Sugiono Instruksikan Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra

Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda tersebut, yakni Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono, Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi, serta Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Linda Restaningrum. Hadir pula Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan jajaran organisasi perangkat daerah Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.