UPDATE

Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi untuk Libur Nataru 2026/2027

08/11/2026 12:05

CIANJUR.CO - Pemerintah menyiapkan program diskon transportasi untuk periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 atau Nataru 2026/2027. Stimulus ini ditujukan untuk menyediakan layanan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat sekaligus menjaga daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir tahun.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, program tersebut menjadi salah satu bagian dari paket stimulus pemerintah pada akhir tahun. Kebijakan itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan mobilitas masyarakat sebagai unsur penting yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga pergerakan selama masa libur perlu dioptimalkan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyampaikan pentingnya periode tersebut saat memberikan arahan dalam Expo dan Kick Off Stimulus Diskon Transportasi Periode Nataru, Nataru Mobility Expo 2026, di Jakarta, Minggu (8/11). “Periode Nataru ini merupakan salah satu momen yang sangat penting. Nataru menjadi momentum yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Dradjad.

Persiapan program telah berlangsung sejak triwulan II, bersamaan dengan pembahasan stimulus untuk liburan sekolah. Pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang berbeda menurut moda transportasi. Untuk kereta api, angkutan laut, dan penyeberangan, program berlandaskan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri atau kepala badan, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Kepala BP BUMN.

Baca juga: Kemenko PMK Susun SKB Sinkronisasi Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi

SKB tersebut diterbitkan pada 5 Juni 2026 dengan pengaturan mengenai penugasan kepada BUMN transportasi dalam pelaksanaan diskon tarif pada periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Sementara itu, insentif untuk transportasi udara diberlakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77 Tahun 2026. Aturan tersebut memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk jasa angkutan udara.

Pemerintah menggelar Expo dan Kick-Off Program Stimulus Diskon Tarif Transportasi untuk memperluas sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi calon penumpang untuk mendapatkan informasi langsung mengenai program yang tersedia melalui dukungan BUMN transportasi. Sejumlah booth disediakan oleh KAI, PELNI, ASDP, Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.

Jadwal pembukaan penjualan tiket berbeda menurut moda. Tiket program diskon untuk angkutan udara telah dijual sejak 26 Oktober 2026, sedangkan penjualan angkutan laut melalui PELNI dimulai pada 27 Oktober 2026. Untuk perjalanan kereta api yang dilayani KAI dan penyeberangan melalui ASDP, penjualan tiket sudah dimulai pada 7 November 2026.

Baca juga: Kemenko PMK Perkuat Pengawasan Internal melalui WBS

Besaran diskon dan target jumlah penumpang program disebut berbeda untuk setiap moda transportasi. Materi yang disampaikan dalam laporan tidak merinci angka diskon maupun target penumpang tersebut. Rincian yang tercantum menyebut diskon tarif dasar angkutan laut melalui PT PELNI dan diskon tarif angkutan penyeberangan melalui PT ASDP Indonesia Ferry. Untuk angkutan udara dan kereta api, laporan menyebut moda serta waktu pembukaan penjualan, tanpa mencantumkan besaran potongan tarifnya.

Dalam kegiatan itu, Dradjad juga menekankan bahwa pelaksanaan stimulus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan BUMN. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong perusahaan transportasi milik negara meningkatkan kualitas layanan agar tetap andal, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap transportasi dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurut Dradjad, kebijakan itu mencerminkan komitmen pemerintah untuk merespons kebutuhan masyarakat. Ia menyatakan pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan yang menjaga daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat, inklusif, berkelanjutan, serta manfaatnya dirasakan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai penegasan bahwa stimulus transportasi terkait dengan upaya pemerintah menjaga aktivitas ekonomi selama periode Nataru.

Baca juga: Indonesia dan Tatarstan Bahas Investasi serta Kerja Sama Industri

Sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan perusahaan turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha Tjahjagama, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, serta Direktur Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan Bidang Ketahanan Pangan BP BUMN Liliek Mayasari. Pejabat eselon I dan II dari kementerian dan lembaga juga hadir.

Perusahaan transportasi diwakili, antara lain, oleh Executive Vice President of Passenger Transport Marketing and Sales PT Kereta Api Indonesia (Persero) Krisna Arianto, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI (Persero) Nuraini Dessy Winiastuty, dan Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Theodore Natalianto Lasse. Hadir pula Group Head of Global Sales and Distribution Garuda Indonesia Micky Irfandi serta Vice President Commercial PT Pelita Air Service Ferdian, bersama perwakilan InJourney, Citilink, dan Sarinah.