UPDATE

Investasi Cianjur Capai Rp2,38 Triliun hingga September 2026

08/11/2026 20:47

CIANJUR.CO - Realisasi investasi di Kabupaten Cianjur hingga September 2026 mencapai Rp2,38 triliun. Jumlah itu setara 66,6 persen dari target tahunan sebesar Rp3,57 triliun. Meski capaian tersebut belum memenuhi target setahun, nilai investasi pada tiga bulan ketiga menunjukkan kenaikan dibandingkan dua triwulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan iNews Cianjur, data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencatat investasi selama Juli hingga September sebesar Rp1,048 triliun. Realisasi Triwulan III itu naik 44,8 persen dibandingkan Triwulan II, yang membukukan Rp724,19 miliar. Kenaikan tersebut menempatkan periode Juli–September sebagai bagian dengan nilai investasi paling besar di antara tiga triwulan yang telah dilaporkan.

Perbandingan dengan awal tahun juga memperlihatkan selisih yang lebih tinggi. Pada Januari hingga Maret atau Triwulan I, investasi tercatat Rp608,01 miliar. Dengan demikian, nilai pada Triwulan III tumbuh 72,5 persen dibandingkan Triwulan I. Sementara itu, angka Triwulan II berada di antara capaian dua periode tersebut, yakni lebih besar daripada Triwulan I tetapi masih di bawah realisasi Juli–September.

Baca juga: Antrean Pilkades Cianjur Membludak, Sejumlah Pemilih Pingsan

Secara kumulatif, total penanaman modal selama Januari sampai September 2026 tercatat sebesar Rp2.381.011.106.213. Pemerintah daerah masih perlu mengejar sekitar Rp1,19 triliun selama tiga bulan terakhir tahun ini untuk mencapai target tahunan yang dirinci sebesar Rp3.576.429.935.506. Angka kumulatif tersebut menjadi dasar perhitungan capaian 66,6 persen dari sasaran investasi 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, menyebut Penanaman Modal Asing (PMA) masih menjadi bagian terbesar dalam struktur investasi, dengan nilai mencapai Rp1,47 triliun. Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp901,3 miliar. Nilai PMDN itu berasal dari 599 proyek di berbagai sektor usaha.

Untuk investasi domestik, Superi menyebut beberapa bidang yang menjadi penyumbang terbesar, yaitu industri barang dari kulit dan alas kaki, industri instrumen kedokteran, presisi, optik dan jam, serta hotel dan restoran. Pada Triwulan III saja, realisasi PMDN mencapai Rp661,07 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (8/11/2026), sebagaimana diberitakan iNews Cianjur.

Baca juga: Pilkades Digital Mekarlaksana Cianjur Berjalan Lancar, Panitia Antisipasi Kendala

Selain nilai penanaman modal, data DPMPTSP juga mencatat dampak investasi terhadap penyerapan tenaga kerja. Investasi PMDN telah menyerap sekitar 5.190 tenaga kerja Indonesia (TKI). Jumlah itu belum mencakup tenaga kerja yang terserap melalui berbagai proyek PMA, sehingga angka yang disebut untuk PMDN merupakan bagian dari keseluruhan penyerapan tenaga kerja investasi di Cianjur.

Superi menilai peningkatan realisasi modal menjadi indikasi menguatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Cianjur. Ia mengaitkan masuknya investasi dengan kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), kepastian hukum, dan stabilitas keamanan. Faktor-faktor tersebut, menurutnya, turut mendukung pertumbuhan yang terlihat pada Triwulan III.

“Dengan adanya lonjakan di Triwulan III ini, menunjukkan kepercayaan investor terhadap Cianjur semakin kuat,” ujar Superi. Ia juga menyebut fasilitas dan kemudahan perizinan melalui OSS, kepastian hukum, serta stabilitas keamanan sebagai faktor utama. Pernyataan itu menjelaskan alasan yang disampaikan DPMPTSP di tengah kenaikan realisasi investasi pada periode Juli sampai September.

Baca juga: Desa Pajajar Direncanakan Jadi Desa Wisata dengan 40 Rumah Adat

Menurut Superi, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah, memperkuat pertumbuhan ekonomi, dan membuka kesempatan kerja. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjaga iklim investasi agar kondusif untuk menarik penanam modal, baik dari dalam negeri maupun asing. DPMPTSP Cianjur juga menyatakan akan meningkatkan kualitas pelayanan dan mempermudah proses perizinan supaya kegiatan usaha berkembang serta menarik lebih banyak investor.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di Cianjur,” kata Superi. Upaya pelayanan tersebut menjadi bagian dari langkah yang disampaikan pemerintah daerah ketika masih terdapat sekitar Rp1,19 triliun yang perlu dicapai untuk memenuhi target investasi tahunan 2026.