UPDATE

Antrean Pilkades Cianjur Membludak, Sejumlah Pemilih Pingsan

08/11/2026 15:49

CIANJUR.CO - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur, Minggu (8/11/2026), diwarnai antrean pemilih yang membludak. Kepadatan di lokasi pemungutan suara, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai minim, serta cuaca terik membuat warga harus menunggu lama. Sejumlah pemilih dilaporkan pingsan, sedangkan sebagian lainnya meninggalkan lokasi tanpa menggunakan hak pilih.

Berdasarkan laporan detikJabar, antrean terlihat sejak pukul 08.00 WIB di Kantor Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah. Warga berdesakan hingga ke luar gerbang karena aula dan halaman kantor desa sudah dipenuhi pemilih. Ruang yang tersedia tidak mampu menampung warga yang datang, sehingga antrean memanjang di area luar.

Kepadatan itu membuat aparat kepolisian dan TNI turun tangan mengatur alur antrean. Namun, situasi di tengah kerumunan dan panas tetap berdampak pada sebagian warga. Seorang ibu dilaporkan pingsan karena tidak kuat menahan cuaca terik dan desakan pemilih. Petugas kemudian segera mengevakuasinya ke ruang medis yang disediakan panitia.

Baca juga: Pilkades Digital Mekarlaksana Cianjur Berjalan Lancar, Panitia Antisipasi Kendala

Gangguan serupa dilaporkan terjadi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, serta Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang. Di lokasi-lokasi tersebut, ketiadaan tenda peneduh yang memadai membuat pemilih berdiri berjam-jam di bawah matahari. Sebagian warga mengeluhkan pusing, dan beberapa di antaranya dilaporkan pingsan. Kondisi itu memperlihatkan bahwa persoalan bukan hanya panjangnya antrean, tetapi juga lamanya warga terpapar panas saat menunggu giliran.

Putri (30), warga Desa Sukamanah, mengaku kecewa dengan pengaturan logistik Pilkades tahun ini. Ia berencana mencoblos sebelum berangkat kuliah, tetapi akhirnya meninggalkan lokasi karena antrean tak kunjung bergerak. Putri mengatakan sudah menunggu lebih dari satu jam dan telah meminta izin untuk tidak mengikuti jam pertama kuliah. Ia tidak dapat kembali meminta izin pada kelas berikutnya, sementara antrean masih panjang.

“Antrean tidak beres, sudah menunggu lebih dari satu jam,” kata Putri, Minggu (8/11/2026). Ia menjelaskan bahwa keputusan pergi kuliah diambil setelah melihat barisan pemilih belum juga berkurang. Pengalamannya menunjukkan bahwa waktu tunggu membuat sebagian warga kesulitan menyesuaikan kewajiban memilih dengan kegiatan lain yang telah dijadwalkan.

Baca juga: Desa Pajajar Direncanakan Jadi Desa Wisata dengan 40 Rumah Adat

Di Desa Mekargalih, Hendi (35), warga setempat, menilai pengurangan jumlah TPS menjadi pemicu utama membeludaknya pemilih. Ia membandingkan pelaksanaan kali ini dengan Pilkades sebelumnya, ketika tersedia empat TPS. Pada pemungutan suara tahun ini, menurut Hendi, jumlahnya hanya satu. Akibatnya, pemilih harus menunggu sekitar dua hingga tiga jam sebelum dapat memberikan suara.

Hendi juga menyoroti tidak adanya jalur khusus bagi kelompok rentan. Lansia, katanya, harus mengantre bersama pemilih lainnya. Ia menyayangkan kondisi tersebut karena sejumlah lansia kelelahan dan pingsan saat menunggu. Dengan antrean panjang dan waktu tunggu berjam-jam, pemilih lanjut usia turut menghadapi kesulitan di tengah kerumunan.

Baca juga: Polres Cianjur Siagakan Personel dan Patroli Siber Jelang Pilkades

Dampak antrean tidak hanya berupa keluhan dan insiden pingsan. Hendi menyebut banyak warga memilih pulang setelah lama menunggu, sehingga tidak jadi mencoblos. Jadwal pemungutan suara yang semula direncanakan berlangsung sampai pukul 13.00 WIB juga harus diperpanjang. Menurutnya, kegiatan pemilihan masih berjalan ketika ia memberikan keterangan.

Menanggapi situasi di sejumlah desa tersebut, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa sekaligus Sekretariat Panitia Pilkades Serentak DPMD Kabupaten Cianjur, Dendi Rinaldi, mengatakan pihaknya tengah memantau perkembangan di lapangan. Ia menyebut sedang berkomunikasi dengan penyelenggara di setiap desa untuk mengikuti kondisi pelaksanaan Pilkades.