Microducks Jadi Sorotan, Prapesan Robot Mungil Tembus 20.000
CIANJUR.CO - Robot mungil Microducks mencuri perhatian setelah CEO Nvidia Jensen Huang memainkan sekelompok perangkat itu dalam keynote di konferensi GTC Berlin. Video tersebut viral pada awal pekan ini dan menampilkan robot-robot yang bergerak dengan langkah kecil menyerupai bebek. Mereka juga mengeluarkan bunyi pendek yang dibandingkan dengan suara R2-D2.
Dalam rekaman, Microducks mengikuti beberapa perintah suara. Robot-robot itu tampak duduk, menjatuhkan diri seolah-olah pingsan lalu tidur siang, serta melakukan salto. Aksi yang ditampilkan Huang tersebut membuat video itu ramai dibicarakan dan ikut mendorong perhatian terhadap perangkatnya.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, jumlah prapesan Microducks melampaui 20.000 unit pada hari setelah video tersebut viral. Angka itu disampaikan Clem Delangue dari Hugging Face melalui sebuah unggahan di media sosial. Dengan jadwal pengiriman yang diperkirakan masih memungkinkan perangkat tiba sebelum Natal, Microducks berpeluang menjadi salah satu mainan yang paling diminati pada musim liburan.
Baca juga: TechCrunch Founder Summit 2026 Hadirkan Pendiri Toast hingga Investor Bessemer
Delangue menilai robot tersebut mungkin menjadi robot dengan penjualan tertinggi tahun ini. Ia juga memperkirakan peminatnya tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak. Video promosi Microducks turut memperlihatkan orang dewasa bermain dengan robot itu, sehingga daya tarik yang ditampilkan tidak terbatas pada pasar mainan anak.
Perangkat sumber terbuka dengan kemampuan dasar
Microducks merupakan perangkat sumber terbuka yang diproduksi Pollen Robotics. Hugging Face mengakuisisi perusahaan itu pada 2025. TechCrunch AI juga melaporkan bahwa Nvidia membeli Hugging Face pada September. Dengan perubahan kepemilikan tersebut, Microducks kini berada di bawah perusahaan Nvidia. Robot ini menjadi perangkat robot kedua Hugging Face setelah Reachy Mini, yang juga digambarkan sebagai robot menggemaskan.
Baca juga: inDrive Siapkan Uji Coba Robotaxi di Astana pada 2027
Microducks dilatih dengan tumpukan teknologi Nvidia. Dalam simulasi, robot-robot itu diajari sejumlah kemampuan dasar, termasuk berjalan, duduk, dan berdiri. Kemampuan tersebut sudah disertakan pada perangkat saat dikirim kepada pembeli. Jadi, aksi yang diperlihatkan dalam video bukan semata-mata gerakan yang harus dibuat sendiri oleh pemilik setelah menerima robot.
Meski demikian, Pollen menyebut pemilik dapat melatih Microducks untuk melakukan trik baru. Kemampuan hasil pelatihan itu kemudian bisa dibagikan kepada komunitas. Pola tersebut membuat perangkat sumber terbuka ini dapat dikembangkan dengan kontribusi pemilik, selain membawa gerakan dasar yang telah dipelajari dalam simulasi.
Baca juga: Agen AI di Pulau Virtual Menciptakan Permainan dan Belajar
Dalam unggahan yang menyertai video, Nvidia menulis, “When @jensenhuang asks for a somersault, you deliver.” Unggahan itu menyebut agen AI pada Nvidia RTX Spark membantu membawa Microduck dari simulasi ke dunia nyata. Perintah Huang agar robot melakukan salto menjadi bagian yang terlihat dari demonstrasi tersebut.
TechCrunch AI menyajikan video itu sebagai tontonan ringan setelah pekan ketika keterlibatan AI disalahkan dalam serangan siber demi serangan siber. Laporan tersebut juga mengangkat kontras antara kekhawatiran bahwa AI dapat membawa dampak serius dan contoh penggunaan teknologi untuk menghadirkan robot yang dapat merespons perintah suara serta melakukan gerakan sederhana.