Pemerintah Dorong Media Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Digital Daerah
CIANJUR.CO - Pemerintah mendorong media lokal mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi digital dan pengembangan ekonomi daerah. Peran tersebut dapat dijalankan dengan memanfaatkan pemasaran digital, produksi konten kreatif, serta kegiatan komunitas untuk mengenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, serta potensi unggulan di daerah.
Seperti diberitakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, dorongan itu disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto dalam acara Local Media Summit 2026, Jumat (23/10). Pemerintah menempatkan penguatan media lokal sebagai bagian dari pemanfaatan ekonomi digital, yang dinilai dapat membuka peluang usaha dan memperluas jangkauan pasar.
Upaya tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,45% secara ctc pada Semester I-2026. Capaian itu menunjukkan kinerja perekonomian masih berada pada jalur yang sesuai untuk mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan.
Untuk mempertahankan momentum tersebut, Pemerintah akan mendorong penguatan daya beli masyarakat, peningkatan investasi, percepatan hilirisasi, transformasi digital, dan pengembangan UMKM. Langkah-langkah itu diarahkan untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Baca juga: Kemenko PMK Matangkan SKB untuk Cegah Kekerasan di Kampus
Di tingkat daerah, penguatan ekonomi juga ditempuh melalui akselerasi investasi dan optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Kawasan Industri (KI). Pengembangan kedua kawasan tersebut ditujukan untuk mendukung sektor unggulan di daerah. Saat ini terdapat 25 KEK dan 181 KI dengan luas total mencapai 125 ribu hektare. Khusus KEK, akumulasi investasinya telah mencapai Rp368 triliun dan mampu menyerap hampir 250 ribu tenaga kerja.
Dalam forum tersebut, Haryo menyebut ekonomi digital sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru yang dapat didorong. Ia merujuk laporan e-Conomy SEA 2025, yang mencatat nilai transaksi bruto ekonomi digital Indonesia mendekati USD100 dan tumbuh sekitar 14% secara tahunan atau year-on-year. Nilai tersebut juga disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.
Besarnya perkembangan ekonomi digital perlu ditopang infrastruktur yang memadai. Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital sekaligus pasokan energi untuk mendukung transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kapasitas pusat data nasional saat ini berada pada kisaran 0,45–0,58 GW dan berpotensi meningkat hingga 11 GW pada 2030.
Di sisi energi, Pemerintah merencanakan tambahan kapasitas sebesar 69,5 GW berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034. Rencana penambahan tersebut juga didukung program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GWp. Angka-angka itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan dukungan energi seiring kebutuhan pembangunan digital.
Baca juga: Jelang Nataru, Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan di Sulampua
Selain infrastruktur dan energi, pengembangan sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting. Indonesia diperkirakan memerlukan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030. Pemerintah merespons kebutuhan tersebut melalui penguatan pendidikan, program Beasiswa Talenta Digital atau Digital Talent Scholarship, serta kerja sama pelatihan dengan penyedia teknologi dan negara lain, termasuk melalui WAICO.
Pemerintah juga memberikan insentif Super Tax Deduction hingga 200% untuk kegiatan pelatihan vokasi. Berbagai upaya pengembangan kompetensi itu menjadi bagian dari dukungan terhadap kebutuhan talenta digital, sementara media lokal dapat memanfaatkan perkembangan ekosistem digital untuk mengembangkan kegiatan dan jangkauan usahanya.
Dengan jutaan pengguna internet pada 2026, media lokal dinilai memiliki ruang untuk membantu mempromosikan produk UMKM, pariwisata, dan potensi unggulan daerah. Pemasaran digital dapat digunakan untuk memperluas pasar, sedangkan produksi konten kreatif dan kegiatan komunitas dapat menjadi cara lain bagi media untuk berhubungan dengan masyarakat sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
Baca juga: India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca CFG Indonesia
Namun, Haryo juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri media lokal akibat perubahan lanskap periklanan. Kondisi tersebut mendorong perlunya diversifikasi sumber pendapatan. Salah satu pendekatan yang disampaikan adalah transformasi menuju konsep Beyond Media, yang membuka peluang bagi media mengembangkan layanan kreatif, mengelola komunitas, dan menyelenggarakan kegiatan bernilai komersial.
Dalam mengembangkan peluang bisnis itu, Haryo mengingatkan agar media tetap menjaga independensi editorial dan kredibilitas informasi. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama bagi keberlanjutan industri media. Dengan demikian, pengembangan kegiatan komersial perlu berjalan seiring dengan penjagaan prinsip editorial dan mutu informasi.
Local Media Summit 2026 turut dihadiri Pemimpin Redaksi Suara.com, Country Program Manager International Media Support Indonesia, pimpinan dan pengelola media, serta pelaku usaha. Dalam kesempatan itu, Pemerintah menyampaikan harapan agar media lokal semakin berdaya saing dan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan peluang digital dan pengembangan usaha daerah.