UPDATE

Microsoft Ungkap Pendapatan Azure: US$33,2 Miliar dalam Seperempat Tahun

29/10/2026 05:03

CIANJUR.CO - Microsoft untuk pertama kalinya mengungkap pendapatan Azure dalam nilai dolar secara langsung. Layanan komputasi awan tersebut menghasilkan US$33,2 miliar pada kuartal Juli–September, naik 48% dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. Pengumuman itu disampaikan ketika Microsoft melaporkan kuartal lain yang memecahkan rekor.

Sebelum pengungkapan ini, Microsoft umumnya menyampaikan persentase pertumbuhan Azure atau menjelaskan pencapaian pendapatannya melalui tonggak nilai yang tidak terperinci. Dengan demikian, investor belum dapat mencocokkan pendapatan Azure secara langsung dengan angka kuartalan dalam dolar dari pesaing. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, angka terbaru tersebut membuka perbandingan yang lebih jelas dengan Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud, yang perusahaan induknya telah melaporkan pendapatan cloud dalam dolar setiap kuartal.

Perbandingan untuk periode Juli–September menunjukkan pendapatan Azure sedikit lebih tinggi daripada Google Cloud. Alphabet, yang juga mengumumkan hasil keuangan pada Rabu, melaporkan Google Cloud meraih US$30,7 miliar pada kuartal yang sama. Selisih angka yang dilaporkan menempatkan Azure di depan dalam hal nilai pendapatan untuk periode tersebut.

Baca juga: Google Perluas Iklan di AI Search ke Pasar Internasional

Namun, posisi itu berbeda jika yang dibandingkan adalah kecepatan pertumbuhan. Menurut perhitungan TechCrunch, pendapatan Google Cloud kira-kira berlipat ganda dari tahun sebelumnya dan tumbuh sekitar dua kali lebih cepat daripada Azure. Perbandingan ini disertai catatan bahwa Google Cloud juga mencakup langganan Workspace milik Google. Jadi, angka pendapatan keduanya dapat dibandingkan, tetapi cakupan Google Cloud dalam laporan tersebut turut meliputi layanan Workspace.

Azure menyediakan daya komputasi yang disewa perusahaan untuk menjalankan aplikasi dan perangkat lunak sebagai layanan atau SaaS, serta untuk membangun dan menjalankan model kecerdasan buatan. Berdasarkan angka yang disampaikan Microsoft sendiri, Azure kini merupakan lini produk terbesar sekaligus tumbuh paling cepat di perusahaan itu. Pendapatan US$33,2 miliar tersebut setara dengan sekitar 36% dari total pendapatan Microsoft, yang mencapai US$92,3 miliar pada kuartal tersebut.

Hasil Azure juga lebih tinggi daripada ekspektasi analis. Sebelum laporan Microsoft, analis memperkirakan pendapatan layanan itu sebesar US$32,3 miliar. Microsoft menyebut hasil aktual Azure sekitar US$850 juta lebih tinggi daripada perkiraan tersebut. Dengan demikian, angka yang diumumkan bukan hanya memperlihatkan skala pendapatan Azure dalam dolar, tetapi juga menunjukkan bahwa hasil kuartalannya melampaui proyeksi pasar.

Baca juga: Microsoft Catat Pendapatan US$10 Miliar dari OpenAI

Pertumbuhan Azure sebesar 48% juga berada di atas perkiraan yang pernah disampaikan Chief Financial Officer Microsoft, Amy Hood. Dalam panggilan laporan keuangan perusahaan pada Juli, Hood memperkirakan pertumbuhan Azure berada pada kisaran 44% hingga 45%. Angka aktual untuk kuartal Juli–September itu melampaui batas atas kisaran yang ia sampaikan.

Microsoft turut memperkenalkan struktur segmen bisnis baru pada kuartal ini. Azure kini berada di bawah Agents and Infra, satu dari dua segmen baru yang dilaporkan perusahaan. Sebelumnya, Microsoft menyajikan tiga segmen: Productivity and Business Processes, Intelligent Cloud, serta More Personal Computing. Perubahan tersebut menempatkan Azure bersama bisnis cloud Microsoft 365 dalam satu kelompok pelaporan.

Baca juga: Microsoft Catat Pendapatan Rekor 10 Kuartal Beruntun

Agents and Infra mencatat pendapatan US$76,8 miliar, naik 25% dibandingkan setahun sebelumnya. Nilai itu merupakan pendapatan segmen yang mencakup Azure dan bisnis cloud Microsoft 365, bukan angka Azure saja. Pendapatan Azure sendiri dilaporkan terpisah sebesar US$33,2 miliar.

Amazon dijadwalkan melaporkan hasil keuangannya pada Kamis. Analis juga memperkirakan bisnis cloud Amazon, AWS, akan tumbuh. AWS telah menjadi layanan cloud terbesar sejak awal, dan laporan TechCrunch AI menyebut tidak ada yang memperkirakan Microsoft akan mengunggulinya saat ini. Namun, setelah para perusahaan melaporkan pendapatan cloud dalam angka dolar, perbandingan kinerja mereka dapat dilakukan dengan lebih langsung.