Apple Pertimbangkan Peluang AI Pihak Ketiga untuk Tambah Pendapatan Layanan
CIANJUR.CO - Apple memberi isyarat bahwa aplikasi dan kemitraan pihak ketiga dapat menjadi salah satu jalur untuk mendorong pertumbuhan pendapatan layanan. Namun, perusahaan belum merinci bentuk peluang yang dimaksud, termasuk apakah hal itu berkaitan dengan distribusi layanan kecerdasan buatan melalui App Store.
Dalam paparan kinerja pada Senin malam, perusahaan membahas kemungkinan kontribusi AI terhadap pertumbuhan pendapatan dari waktu ke waktu. Laporan TechCrunch AI menyebut sinyal tersebut muncul ketika bisnis layanan Apple masih berada pada tingkat rekor, tetapi menghadapi tekanan pada salah satu bagian utamanya, yakni App Store.
Tekanan itu datang dari persoalan regulasi yang memengaruhi bisnis toko aplikasi, serta pelemahan pada segmen gim seluler. Kedua hal tersebut membebani laju pertumbuhan layanan. Di tengah situasi itu, Apple menyinggung peluang di luar produk dan layanan yang dikembangkan sendiri, meskipun penjelasan mengenai rencana konkretnya masih terbatas.
Baca juga: Saham Intel Anjlok 28%, Nilai Saham Pemerintah AS Turun US$12 Miliar
Kevan Parekh, Chief Financial Officer Apple, mengatakan AI dapat memberi alasan bagi pelanggan untuk melakukan peningkatan perangkat atau beralih ke produk terbaru demi memperoleh kemampuan terkini. Ia juga menyebut adanya peluang melalui aplikasi pihak ketiga, kemitraan, serta pengembangan produk internal. Parekh tidak menjelaskan lebih jauh aplikasi atau kemitraan seperti apa yang sedang dipertimbangkan.
Pertanyaan mengenai kemungkinan model bisnisnya muncul setelah pernyataan tersebut. Reuters melaporkan pada Senin bahwa investor mempertanyakan apakah Apple dapat memperoleh pendapatan dengan menyalurkan agen AI pihak ketiga melalui App Store, lalu mengambil bagian dari pemasukan yang dihasilkan layanan itu. Hal tersebut masih berupa pertanyaan investor; Apple belum mengonfirmasi bahwa skema demikian akan diterapkan.
Komisi App Store menghadapi tekanan
Bisnis layanan Apple secara keseluruhan tetap berkembang, tetapi perubahan hukum dan regulasi telah mengurangi pendapatan komisi App Store di sejumlah pasar. Sebagai gambaran, perkiraan pihak ketiga pada Agustus menunjukkan komisi Apple di Amerika Serikat turun 18 persen. Penurunan juga tercatat di Brasil dan Jepang setelah kedua negara itu menerapkan regulasi baru.
Baca juga: Ketika Pemimpin Teknologi Menganggap AI Bisa Mengatur Kehidupan Pribadi
Secara tradisional, Apple mengendalikan pembayaran di dalam pasar aplikasinya dengan ketat dan mengambil bagian dari transaksi App Store. Namun, gugatan Epic Games pada akhirnya memaksa perusahaan mengizinkan aplikasi mengarahkan pengguna ke sistem pembayaran di luar platform. Tantangan hukum lain di berbagai belahan dunia juga semakin membatasi bisnis tersebut.
Dalam panggilan kinerja, Parekh turut menyinggung kondisi App Store. Menurutnya, kinerja toko aplikasi pada kuartal September serupa dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, jumlah langganan berbayar mencapai rekor, sementara langganan untuk aplikasi pihak ketiga di App Store mencatat pertumbuhan dua digit.
Parekh juga mengatakan Apple menghadapi hambatan dari gim seluler. Perusahaan, ujarnya, telah membicarakan faktor tersebut sebelumnya dan memperkirakan tekanan pada segmen itu akan berlanjut hingga kuartal musim panas. Pernyataan ini menggambarkan kondisi yang berbeda di dalam layanan Apple: langganan berbayar dan aplikasi pihak ketiga menunjukkan perkembangan, sedangkan gim seluler masih menjadi hambatan.
Baca juga: Hakim Tolak Upaya xAI Hentikan Gugatan NAACP soal Turbin Colossus
Untuk kuartal Desember, Apple memperkirakan pertumbuhan layanan berada pada kisaran 8 hingga 9 persen. Parekh menjelaskan bahwa proyeksi itu memperhitungkan perkiraan terbaik perusahaan mengenai hambatan berurutan, terutama yang berasal dari lisensi pihak ketiga. Perkiraan tersebut juga memasukkan tambahan setengah poin persentase dampak nilai tukar valuta asing yang disebutnya dalam panggilan kinerja.
Dengan demikian, pernyataan mengenai AI pihak ketiga hadir bersamaan dengan upaya Apple membaca peluang pertumbuhan layanan dan menghadapi tekanan pada komisi App Store. Namun, sejauh informasi yang disampaikan dalam panggilan tersebut, perusahaan belum memerinci bagaimana aplikasi, agen AI, atau kemitraan pihak ketiga dapat menghasilkan pendapatan baru. TechCrunch AI menyatakan telah menghubungi Apple untuk meminta keterangan lebih lanjut dan akan memperbarui laporannya jika perusahaan memberikan tanggapan.