SDN Karyamukti Cianjur Direncanakan Direlokasi karena Rawan Bencana
CIANJUR.CO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur merencanakan relokasi SDN Karyamukti karena kondisi lokasi sekolah dinilai rawan. Bangunan berdiri di atas tanah labil dan berada di jalur patahan Sesar Cimandiri. Dua kondisi tersebut membuat perbaikan bangunan saja dinilai belum cukup untuk memastikan keamanan siswa.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli, mengatakan pemerintah kabupaten telah mengupayakan sejumlah langkah agar kegiatan belajar siswa berlangsung lebih aman dan nyaman. Menurut laporan detikJabar, rencana penanganan sekolah semula mencakup perbaikan bangunan, tetapi kondisi tanah kemudian menjadi pertimbangan penting dalam menentukan solusi.
“Sudah kami upayakan, rencananya diperbaiki bangunannya hingga direlokasi,” ujar Ruhli, Selasa (3/10/2026). Ia menjelaskan, rencana awal untuk memperbaiki sekolah berubah setelah diketahui tanah tempat bangunan berdiri sangat labil. Sekolah juga berada di jalur patahan Sesar Cimandiri yang rentan terdampak gempa bumi.
Baca juga: Xpander Keluarga Hj Komariyah Ditemukan Terbakar di Cijati
Karena risiko tersebut, penggunaan tenda darurat dipandang sebagai pilihan yang lebih aman daripada membangun kembali ruang kelas di lokasi yang sama. Ruhli menyatakan, “Tanahnya labil, ditambah merupakan jalur patahan Sesar Cimandiri.” Ia menyebut tenda sebagai alternatif paling aman dibandingkan pembangunan ruang kelas di tempat tersebut.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan mengupayakan pemindahan bangunan sekolah. Namun, sampai saat ini belum ada lokasi pengganti yang dinilai cukup dekat sekaligus aman. Sebelumnya, pemerintah sempat memperoleh lahan yang bisa dipertimbangkan. Setelah diperiksa, lokasi itu ternyata tidak lebih baik daripada tempat sekolah sekarang, bahkan dinilai lebih rawan bencana.
Baca juga: Penerima Bansos Sembako di Cianjur Berkurang 30 Ribu pada 2026
Alternatif lain yang pernah diusulkan adalah menggabungkan SDN Karyamukti dengan sekolah lain. Rencana merger itu terkendala jarak: sekolah terdekat berada sekitar 4 kilometer dari SDN Karyamukti. Ruhli menyampaikan kekhawatiran bahwa jarak tersebut dapat menurunkan partisipasi siswa dalam bersekolah. Karena itu, relokasi masih menjadi upaya yang kemungkinan segera ditempuh, meski lokasi baru belum ditemukan.
Kondisi belajar darurat itu telah berlangsung selama tiga tahun. Sebanyak 16 siswa kelas 5 dan 6 SDN Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, belajar di tenda setelah ruang kelas mereka ambruk rata dengan tanah. Sementara itu, puluhan siswa lainnya juga menghadapi kecemasan karena ruang kelas yang masih dapat digunakan disebut sudah rusak parah.
Baca juga: Tiga Calon Berebut Kursi Kades Jatisari, 4.206 Pemilih Jadi Penentu
Dengan demikian, kebutuhan penanganan sekolah tidak hanya berkaitan dengan bangunan yang telah ambruk, tetapi juga keamanan ruang yang masih dipakai dan lokasi pengganti. Pemerintah daerah menghadapi pilihan antara perbaikan, penggunaan tenda, merger, atau relokasi, dengan kondisi tanah, ancaman patahan, ketersediaan lahan, serta jarak sekolah menjadi pertimbangan yang telah disampaikan Disdikpora.