Indonesia-Yaman Dorong Kemitraan Usaha dan Perluas Perdagangan
CIANJUR.CO - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong pelaku usaha Indonesia dan Yaman memperluas peluang dagang melalui promosi produk unggulan, pertukaran informasi pasar, dan pertemuan bisnis. Dorongan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yaman Salem Mohammed Ahmed Salman di Istanbul, Turki, Senin (2/11).
Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, pertemuan pada 2 November 2026 itu berlangsung di sela-sela Sidang Menteri ke-42 Komite Tetap Kerja Sama Ekonomi dan Komersial Organisasi Kerja Sama Islam (COMCEC). Pembahasan diarahkan pada upaya mengembangkan hubungan perdagangan kedua negara dengan meningkatkan komunikasi antarpelaku usaha dan membuka akses pasar bagi produk masing-masing.
Roro menyebut hubungan dagang Indonesia dan Yaman masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Ia mendorong kegiatan business matching agar eksportir dan calon mitra dapat bertemu, sekaligus memperkuat pengenalan produk unggulan kedua negara. Pertukaran informasi pasar juga dinilai perlu dilakukan agar dunia usaha memahami peluang dan kebutuhan di negara tujuan.
“Hubungan perdagangan Indonesia dan Yaman masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ujar Roro. Ia menyampaikan bahwa komunikasi pelaku usaha, informasi pasar, dan kegiatan business matching dapat membantu produk kedua negara lebih dikenal dan memperoleh akses ke pasar masing-masing.
Perdagangan dan komoditas utama
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total perdagangan Indonesia-Yaman mencapai USD 150,1 juta pada 2025. Nilai itu naik 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan perdagangan bilateral yang dibahas dalam pertemuan kedua wakil menteri.
Baca juga: Indonesia Dorong Penguatan Perdagangan dan D-8 PTA
Ekspor utama Indonesia ke Yaman terdiri atas minyak kelapa sawit, papan serat kayu atau wood fibreboard, serta benang serat stapel sintetis. Dari arah sebaliknya, impor Indonesia dari Yaman didominasi poliester dan kulit domba. Pembahasan mengenai promosi dan akses pasar berkaitan dengan peluang bagi produk kedua negara untuk dikenal lebih luas oleh pelaku usaha dan pembeli.
Kerja sama kedua negara juga mencakup bidang produk halal. Indonesia dan Yaman menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH) pada 30 Juli 2026 di Jakarta. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu landasan kolaborasi, terutama untuk pengembangan perdagangan produk halal.
Dalam pertemuan di Istanbul, kedua pihak turut menjajaki sejumlah bentuk kerja sama konkret. Roro mengatakan peluang yang dibahas mencakup pengaktifan kembali Joint Business Council untuk mempererat hubungan bisnis dan meningkatkan perdagangan bilateral. Kedua pihak juga membicarakan perkembangan perdagangan serta langkah untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang dinilai masih menyimpan potensi besar.
Salem Mohammed Ahmed Salman menyambut upaya penguatan hubungan dagang tersebut. Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yaman itu menilai kerja sama perlu dibuat lebih konkret dengan melibatkan dunia usaha, termasuk melalui pengaktifan kembali Joint Business Council. Ia juga mendorong program bersama berupa seminar, lokakarya, delegasi bisnis, dan pertemuan antarpelaku usaha untuk mengenali peluang perdagangan dan memperkuat kemitraan.
Baca juga: Kemendag dan TFO Canada Luncurkan TRISEG untuk Dorong Ekspor Kerajinan UMKM
Pameran, akses pasar, dan perdagangan digital
Roro mengapresiasi partisipasi Yaman dalam Trade Expo Indonesia (TEI) dan mengajak negara tersebut kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun mendatang. Menurutnya, pameran perdagangan dapat mempertemukan eksportir dengan calon pembeli dan membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia. Kegiatan itu juga dinilai dapat membantu meningkatkan transaksi perdagangan kedua negara.
Indonesia, lanjut Roro, terbuka terhadap peningkatan kehadiran produk Yaman di pasar Indonesia. Peluang tersebut dapat ditindaklanjuti dengan promosi produk, pertukaran informasi mengenai kebutuhan pasar, serta fasilitasi pertemuan eksportir dan calon pembeli. Selain itu, kedua negara perlu bertukar informasi mengenai prosedur impor, standar produk, dan persyaratan keamanan pangan yang berlaku di masing-masing negara.
Pemahaman atas ketentuan pasar tujuan menjadi bagian dari upaya agar pelaku usaha dapat mengetahui persyaratan yang berlaku. Karena itu, pembahasan tentang prosedur impor dan standar produk ditempatkan berdampingan dengan promosi dan pertemuan bisnis sebagai hal yang perlu diperhatikan dalam membuka peluang perdagangan.
Kedua pihak juga membicarakan perdagangan digital untuk mendukung perluasan akses pasar, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Indonesia menyatakan terbuka untuk berbagi pengalaman dan keahlian teknis dengan Yaman dalam regulasi perdagangan elektronik, sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta fasilitasi perdagangan lintas negara.
Baca juga: Sugiono Tinjau Penanganan Stunting dan MBG di Subang
Roro menyampaikan perdagangan digital dapat menjadi sarana bagi UKM untuk menjangkau pasar internasional. Ia menekankan perlunya mendorong peningkatan kapasitas dan partisipasi UKM dalam pameran perdagangan maupun business matching. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jaringan dan memperoleh peluang pasar baru.
Selain berbagi pengalaman mengenai perdagangan digital, Indonesia menyatakan kesiapan untuk menjajaki peningkatan kapasitas dan bantuan teknis bagi Yaman. Bidang yang disebutkan meliputi pengembangan kesiapan ekspor, diversifikasi produk, dan pemenuhan persyaratan pasar tujuan. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan antara lain pelatihan, lokakarya teknis, serta pertukaran tenaga ahli dengan melibatkan instansi terkait dan asosiasi dunia usaha kedua negara.
Untuk menjaga tindak lanjut pembahasan, Roro menyoroti pentingnya komunikasi antarkementerian perdagangan. Penunjukan narahubung teknis atau technical focal points dapat dipertimbangkan guna memfasilitasi koordinasi, mengenali bidang kerja sama potensial, dan memantau perkembangan tindak lanjut pembahasan bilateral.
Roro menegaskan Indonesia siap memperkuat hubungan perdagangan dengan Yaman melalui komunikasi berkelanjutan dan peningkatan keterlibatan dunia usaha. Ia berharap peluang yang telah dibahas dapat diteruskan menjadi program kerja sama konkret sehingga hubungan dagang kedua negara semakin erat dan memberi manfaat bagi keduanya. Dalam pertemuan tersebut, Roro didampingi Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Basaria Tiara L. Gaol.