Hakim Tolak Upaya xAI Hentikan Gugatan NAACP soal Turbin Colossus
CIANJUR.CO - Gugatan NAACP terhadap xAI terkait pengoperasian turbin di pusat data Colossus dekat Memphis, Amerika Serikat, akan berlanjut. Seorang hakim federal menolak permintaan perusahaan kecerdasan buatan itu untuk membatalkan perkara yang menuduhnya mengoperasikan sumber polusi udara tanpa izin yang diwajibkan.
Seperti diberitakan TechCrunch AI, perkara tersebut diajukan NAACP dengan bantuan Southern Environmental Law Center. Gugatan itu menyoroti turbin gas yang digunakan untuk memasok daya bagi fasilitas Colossus, yang berada di luar Memphis dan dimiliki perusahaan AI xAI, anak perusahaan SpaceX.
Southern Environmental Law Center menyatakan xAI memasang dan mengoperasikan sedikitnya 35 turbin pembakaran serta sumber polusi udara lain di lokasi tersebut. Menurut gugatan, fasilitas itu beroperasi tanpa pernah memperoleh izin udara untuk tahap pembangunan maupun izin operasional yang diperlukan. NAACP juga menuduh xAI melanggar Clean Air Act.
Baca juga: TechCrunch Founder Summit Siapkan Jejaring Terarah pada 4 November
xAI meminta pengadilan menghentikan gugatan itu dengan dua alasan utama. Perusahaan menyatakan turbin yang digunakan termasuk sumber bergerak sehingga dikecualikan dari kewajiban perizinan. xAI juga berpendapat para penggugat tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perkara.
Hakim Debra M. Brown menolak argumen tersebut dan memutuskan klaim para penggugat dapat diteruskan. Dalam putusannya, ia menyatakan para penggugat memiliki kedudukan hukum berdasarkan Clean Air Act. Ia juga menyimpulkan turbin pembakaran itu bukan “sumber bergerak” menurut State Implementation Plan Mississippi.
Selain itu, Brown menolak keberatan konstitusional xAI terhadap ketentuan yang memungkinkan warga mengajukan gugatan. Menurut hakim, aturan gugatan warga tersebut tidak melanggar Pasal II Konstitusi Amerika Serikat maupun doktrin delegasi privat nondelegasi. Dengan demikian, seluruh klaim yang diajukan dalam gugatan NAACP tetap dapat diperiksa di pengadilan.
Baca juga: Ollie, Asisten AI yang Mengutamakan Privasi, Tutup 6 November
Brown menjelaskan bahwa penggugat dalam gugatan warga bertindak atas nama dan untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka mengajukan perkara dengan nama sendiri dan meminta sanksi yang ditujukan untuk memperbaiki kerugian yang mereka alami. Atas dasar itu, hakim menyatakan para penggugat tidak sedang menjalankan kewenangan eksekutif pemerintah federal.
NAACP menyambut keputusan tersebut. Abre’ Connor, direktur bidang keadilan lingkungan dan iklim organisasi itu, menyebut putusan tersebut sebagai “kemenangan penting lainnya” dalam upaya meminta pertanggungjawaban xAI. Ia mengatakan pengadilan telah berulang kali menolak upaya xAI dan Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menghentikan perkara Clean Air Act tersebut.
Connor menegaskan posisi NAACP bahwa xAI tidak dapat mengoperasikan turbin gas tanpa izin yang diwajibkan. Ia juga menyebut keputusan pengadilan mengukuhkan hak organisasi untuk memperjuangkan keadilan bagi masyarakat yang terdampak polusi. Sebelumnya, permintaan serupa dari DOJ untuk membatalkan gugatan itu juga ditolak pada awal bulan ini.
Baca juga: Nvidia Bahas Jaminan Utang untuk Proyek Pusat Data Nscale di West Virginia
TechCrunch AI menyebut telah menghubungi SpaceX untuk meminta komentar mengenai perkara tersebut. Dalam laporan yang sama, gugatan ini ditempatkan di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap pusat data. New York baru-baru ini mengesahkan moratorium terhadap pembangunan pusat data baru, sementara pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah lain sedang mempertimbangkan langkah serupa.
Penolakan terhadap pusat data juga mendorong Amazon dan Microsoft berjanji menghentikan penggunaan perjanjian kerahasiaan atau NDA dalam hubungan mereka dengan lembaga pemerintah. Isu tersebut disebut dapat menjadi faktor penting menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat yang akan segera berlangsung. Gugatan NAACP kini tetap berjalan, sementara pokok tuduhan mengenai izin turbin dan polusi udara belum diputuskan dalam perkara ini.