UPDATE

Sugiono Dorong Kemitraan PBB untuk Perkuat Pembangunan Manusia Indonesia

28/10/2026 06:43

CIANJUR.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mendorong penguatan kemitraan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kerja sama itu diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, kesetaraan gender, serta perluasan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Dalam laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, dorongan tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 atau United Nations Day (UN Day) 2026. Kegiatan berlangsung di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, pada Selasa (27/10/2026).

Sugiono menyatakan Indonesia sedang menjalankan agenda transformasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan negara yang kuat, adil, dan makmur. Dalam upaya mencapai tujuan itu, pembangunan manusia ditempatkan sebagai inti transformasi, dengan perhatian pada kondisi kesehatan, mutu pendidikan, dan kesempatan masyarakat untuk berkembang.

“Inti dari transformasi ini adalah rakyat Indonesia. Membangun manusia Indonesia unggul, melalui kesehatan yang lebih baik, pendidikan berkualitas tinggi, dan peluang yang lebih besar untuk berkembang,” ujar Sugiono.

Baca juga: SIZE Diaktifkan di Jawa–Bali, Libatkan 40 Kabupaten/Kota untuk Antisipasi Zoonosis

Ia juga menekankan bahwa multilateralisme tetap dibutuhkan untuk menghadapi tantangan yang melampaui batas negara. Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, konflik bersenjata, ketimpangan, dan ancaman kesehatan masyarakat. Menurut Sugiono, kemitraan PBB perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata, sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan memberi manfaat kepada masyarakat.

Di bidang kesehatan dan gizi, pemerintah menjalankan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang telah menjangkau lebih dari 100 juta orang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat melayani 57 juta siswa. Selain dua program tersebut, pemerintah mengembangkan 441 rumah sakit daerah dan merenovasi 10.000 puskesmas.

Kolaborasi dengan PBB, menurut materi yang disampaikan, dapat mendukung penguatan kapasitas layanan kesehatan sekaligus peningkatan kualitas gizi masyarakat. Salah satu kemungkinan inisiatif yang disebut ialah fortifikasi beras, yaitu upaya meningkatkan kandungan gizinya. Keterkaitan inisiatif tersebut dengan program MBG juga tengah dijajaki, sehingga pengembangan fortifikasi dapat dipertimbangkan dalam kaitannya dengan kebutuhan program.

Pada sektor pendidikan, agenda pemerintah meliputi peningkatan kualitas sekolah dan madrasah serta kesejahteraan guru. Perluasan pembelajaran digital dan penguatan pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) turut menjadi bagian dari upaya tersebut. Pemerintah juga mengembangkan Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terpadu.

Baca juga: Kemenkes Perkuat Sandbox Kesehatan untuk Dorong Inovasi Digital

Kerja sama dengan PBB sebelumnya turut memperluas akses terhadap keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat bagi 2,1 juta orang pada 2025. Capaian tersebut menjadi bagian dari dukungan kemitraan di bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas, di samping berbagai upaya pemerintah untuk memperkuat pembelajaran di sekolah maupun akses keterampilan.

Untuk mendukung masyarakat yang tangguh, Sugiono menyoroti pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Ia juga menyebut penguatan kesiapsiagaan bencana melalui Gerakan Kita Tangguh. Kedua upaya itu mencakup penguatan pencegahan, respons, dan pemulihan ketika masyarakat menghadapi berbagai ancaman.

Dalam rangkaian UN Day 2026, Sugiono mengunjungi sejumlah stan yang menampilkan program dan inisiatif mitra PBB. Di antaranya terdapat kegiatan fortifikasi beras, pemberdayaan perempuan dan anak, serta penguatan peran generasi muda di sektor pertanian. Inisiatif-inisiatif tersebut berkaitan dengan prioritas pembangunan manusia, termasuk peningkatan kualitas gizi dan ketahanan pangan.

Baca juga: Indonesia-AS Perkuat Kemitraan Ekonomi, Airlangga Dorong Investasi Bernilai Tambah

Sugiono turut menyoroti perlunya keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Peran mereka dinilai penting untuk menjaga regenerasi petani dan keberlanjutan produksi pangan nasional. Kolaborasi dengan mitra pembangunan dapat membuka peluang untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Dalam mengoordinasikan agenda tersebut, Kemenko PMK berencana melanjutkan upaya lintas kementerian dan lembaga serta menyelaraskan prioritas nasional dengan kemitraan PBB. “Kemenko PMK akan terus mengoordinasikan upaya lintas kementerian dan lembaga serta menyelaraskan prioritas pembangunan nasional dengan kemitraan PBB,” ujar Sugiono.

Peringatan UN Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Kemitraan itu diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperluas kesempatan setiap orang untuk berkembang, sejalan dengan agenda pembangunan manusia yang disampaikan dalam peringatan tersebut.