UPDATE

Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Masuk Jaringan Ritel Modern

02/11/2026 20:27

CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pemasaran produk melalui jaringan ritel modern. Menurutnya, produk yang berhasil masuk ke jaringan tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM mampu memenuhi standar kelayakan sekaligus memiliki daya saing. Pencapaian itu juga dapat membuka kesempatan yang lebih besar untuk menjangkau pasar global.

Ajakan tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso, yang akrab disebut Mendag Busan, saat membuka Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 di Bandung, Jawa Barat, Senin, 2 November 2026. Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, kegiatan yang berlangsung pada 2–11 November itu mengangkat tema “Ritel Indonesia Maju: Menguatkan Produk Bermutu, Menggerakkan Ekonomi Indonesia”. Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menjadikan momentum ini sebagai upaya memperkuat daya saing produk dalam negeri melalui jaringan ritel.

Dalam sambutannya, Busan menjelaskan bahwa ritel modern berperan sebagai etalase bagi produk yang berkualitas dan telah terstandardisasi. Karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama pemerintah daerah bekerja sama dengan asosiasi ritel untuk mendampingi UMKM agar produknya dapat diterima di jaringan tersebut. Produk yang telah melalui kurasi ritel, lanjutnya, juga lebih mudah memperoleh kesempatan ekspor.

“Ritel modern menjadi etalase bagi produk-produk berkualitas yang sudah terstandardisasi,” ujar Busan. Ia menyampaikan bahwa pendampingan tersebut diarahkan agar produk UMKM memenuhi kebutuhan ritel, sementara kurasi dapat membantu membuka jalan bagi produk untuk berkembang ke pasar luar negeri.

Potensi pengembangan pasar itu turut dikaitkan dengan hasil Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober. Pameran tersebut mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau sekitar Rp414,13 triliun. Dari jumlah itu, potensi transaksi khusus UMKM mencapai USD 510,79 juta.

Baca juga: Indonesia-Turki Jajaki PTA untuk Perkuat Perdagangan dan Investasi

Kemendag juga mengakselerasi ekspor produk UMKM melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan RI yang berada di 33 negara mitra dagang. Busan berharap pelaku usaha yang produknya telah masuk ritel modern dapat melanjutkan pengembangan pasar hingga ekspor. Ia mengatakan Kemendag memfasilitasi pelaku usaha agar semakin berdaya saing, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

HRN tahun ini juga melanjutkan upaya pendampingan yang dilakukan pada penyelenggaraan sebelumnya. Pada HRN 2025, hampir 1.000 UMKM terjaring untuk mengikuti pendampingan melalui kelas daring. Sebagian UMKM yang produknya terkurasi kemudian berhasil masuk ke jaringan ritel modern yang menjadi anggota APRINDO. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari konteks kegiatan HRN 2026 yang kembali mendorong hubungan antara produk UMKM dan jaringan ritel.

Dalam peluncuran HRN 2026, Busan melakukan panggilan video daring dengan sejumlah cabang ritel. Perwakilan yang terhubung berasal dari Belitung, Kepulauan Bangka Belitung; Medan, Sumatra Utara; Manado, Sulawesi Utara; serta Jayapura, Papua. Keempat perwakilan cabang menyampaikan aspirasi mengenai kebijakan ritel.

Ketua Umum APRINDO, Solihin, mengapresiasi penyelenggaraan HRN 2026 yang didukung Kemendag dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). APRINDO, kata dia, siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperluas peluang bagi produk Indonesia melalui penjualan di ritel modern. Ia menegaskan kesiapan asosiasinya menggunakan jaringan ritel untuk memberi ruang pemasaran bagi produk dalam negeri.

Baca juga: Kemenko PMK Dorong Forum PRB Perkuat Surveilans Zoonosis

Dukungan terhadap peran ritel juga disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tidak terlepas dari sektor tersebut. Farhan berharap HRN 2026 mendorong ritel menyediakan lapangan pekerjaan, terutama bagi masyarakat Bandung. Menurutnya, bisnis ritel di kota itu memiliki volume sangat besar dan kemampuan menyerap tenaga kerja yang sangat baik. Dengan iklim persaingan usaha yang dinilainya sehat, ritel diharapkan menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi kota.

Kepala BSN Donny Purnomo turut hadir dalam peluncuran. Ia menyambut baik HRN 2026 yang berlangsung bersamaan dengan Bulan Mutu Nasional. Kegiatan tersebut, menurut Donny, dapat memperkuat kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing pelaku usaha, sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya mutu serta standardisasi.

Salah satu bentuk penjajakan kerja sama yang dilakukan pada pembukaan HRN 2026 adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara UMKM binaan Kemendag, Pulas Katumbiri (PUKA), dan APRINDO. Dokumen itu menjadi tonggak awal penjajakan pemasaran serta distribusi produk PUKA ke jaringan ritel modern anggota APRINDO. PUKA merupakan bisnis sosial di bidang kriya yang memberdayakan masyarakat berkebutuhan khusus.

Produk PUKA sebelumnya terpilih dalam kurasi Product Placement Pilihan Busan Periode 2 2026. Produk tersebut juga menjadi suvenir bagi pengunjung stan Pilihan Busan pada TEI 2026. Pemilik jenama PUKA, Dessy Nur Anisa, mengapresiasi dukungan Kemendag dan berharap produk usahanya dapat berkembang lebih jauh, terutama untuk mendukung para pekerjanya yang merupakan difabel.

Baca juga: Kemendag Ajak Mahasiswa IPB Kembangkan Produk Lokal untuk Ekspor

“Semoga penandatanganan LoI menjadi pintu gerbang berkembangnya produk-produk hasil difabelpreneur, tidak hanya untuk PUKA saja,” ujar Dessy. Harapannya, penjajakan distribusi tersebut tidak hanya memberi peluang bagi produknya, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi produk yang dibuat oleh difabelpreneur.

Sejumlah pelaku usaha ritel turut hadir dalam pembukaan. Salah satunya CEO Amanda Indo Perkasa Holding sekaligus Presiden Direktur PT Amanda Retailindo Group, Joko Ervianto. Ia menceritakan bahwa usaha yang dibangunnya sejak 2000 berkembang hingga seperti saat ini. Joko berpesan agar pelaku usaha membuat produknya berbeda dan memberi nilai tambah sehingga pasar terdorong untuk membeli.

Pelaku UMKM lain yang hadir adalah Chief Executive Office PT Well Maira Food, Endah Permatasari. Perusahaannya menjadi salah satu UMKM yang berhasil menembus jaringan ritel APRINDO. Endah berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar usahanya dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Ia menyampaikan harapan tersebut dalam kegiatan yang mempertemukan pemerintah, asosiasi ritel, dan pelaku usaha itu.