UPDATE

Tiga Tahun Siswa SDN Karyamukti Cianjur Belajar di Tenda Darurat

02/11/2026 14:57

CIANJUR.CO - Selama tiga tahun, 16 siswa kelas 5 dan 6 SDN Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, mengikuti pelajaran di dalam tenda darurat. Mereka tak dapat memakai ruang kelas setelah bangunan sekolah ambruk rata dengan tanah. Sementara itu, puluhan siswa lainnya belajar di ruangan yang masih berdiri, tetapi kondisinya juga rusak parah dan menimbulkan kecemasan.

Berdasarkan laporan detikJabar, Kepala SDN Karyamukti Ninu Parwati menjelaskan sekolah tersebut berdiri sejak 1965. Awalnya, sekolah memiliki enam ruangan: lima ruang kelas dan satu ruang guru. Namun, bencana alam pada 2022 menyebabkan dua ruang kelas ambruk. Dua ruangan lainnya mengalami kerusakan berat, sehingga hanya sekitar dua kelas yang masih bisa digunakan.

Kondisi ruang yang tersisa pun belum aman. Ninu menyebut sebagian bangunan telah rapuh dan ruangan yang masih dipakai juga rawan ambruk. Dengan jumlah ruang yang terbatas, siswa kelas 5 dan 6 akhirnya ditempatkan di tenda yang diberikan oleh BNPB. Dua kelas yang ambruk itu, menurutnya, bukan sekadar mengalami kerusakan, melainkan telah rata dengan tanah.

Baca juga: Dua Rumah Tim Pemenangan Pilkades di Ciranjang Dilempari Molotov

Belajar di tenda membuat kegiatan siswa bergantung pada cuaca. Ketika musim kemarau, mereka harus mengikuti pelajaran dalam keadaan kepanasan. Saat musim hujan, air dapat terciprat ke area belajar. Ninu mengatakan sekolah terkadang memulangkan siswa lebih awal apabila langit mulai mendung karena khawatir hujan mengganggu kegiatan belajar.

“Kalau musim kemarau kepanasan, kalau musim hujan kena cipratan air hujan,” kata Ninu, Senin (2/11/2026).

Situasi tersebut, menurut kepala sekolah, membuat proses pembelajaran tidak efektif. Siswa tidak hanya berhadapan dengan keterbatasan ruang, tetapi juga harus menyesuaikan waktu belajar ketika cuaca berubah. Selama tiga tahun, tenda menjadi tempat belajar bagi siswa kelas 5 dan 6, sementara ruang kelas yang seharusnya mereka gunakan belum dibangun kembali.

Baca juga: Atlet Cianjur Peraih Emas Porprov Jabar Disebut Akan Mendapat Bonus Rp50 Juta

Pihak sekolah, kata Ninu, setiap tahun mengajukan permohonan bantuan untuk memperbaiki bangunan dan membangun ruang kelas. Namun, bantuan yang diterima berupa tenda baru, bukan ruang kelas. Ia membandingkan keadaan itu dengan sekolah lain yang bangunannya masih bagus tetapi memperoleh bantuan revitalisasi ruang kelas. Sementara itu, siswa SDN Karyamukti masih harus belajar di tenda.

Ninu juga menyampaikan bahwa beberapa pihak pernah menilai perbaikan sekolah akan percuma karena kondisi tanah yang labil. Ia mengaku sedih mendengar anggapan tersebut. Menurutnya, jika lokasi memang bermasalah, pilihan lain dapat dipertimbangkan, termasuk mencari lahan berbeda.

Baca juga: Pengawasan Wisatawan Pantai Apra Diperketat di Tengah Potensi Gelombang Tinggi

Keberadaan sekolah itu dinilai penting bagi anak-anak di sekitar Karyamukti. Ninu mengatakan jarak sekolah terdekat berikutnya mencapai empat kilometer. Jika SDN Karyamukti tidak ada, para siswa harus berjalan kaki sejauh itu untuk bersekolah. Karena itu, pihak sekolah berupaya mempertahankannya agar anak-anak setempat tetap dapat belajar dengan jarak yang lebih dekat.

Ninu berharap kondisi sekolah segera mendapat perhatian dan bantuan perbaikan. Ia ingin para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman, tanpa harus menghadapi ruang yang rapuh maupun kegiatan belajar di tenda. Sampai bantuan ruang kelas tersedia, siswa kelas 5 dan 6 masih menjalani pembelajaran di tenda darurat yang digunakan sejak bangunan sekolah ambruk pada 2022.