UPDATE

Dua Rumah Tim Pemenangan Pilkades di Ciranjang Dilempari Molotov

31/10/2026 21:17

CIANJUR.CO - Dua rumah warga yang menjadi bagian dari tim pendukung calon kepala desa di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dilempari benda yang diduga bom molotov. Api sempat menyambar di dekat rumah dan kendaraan, tetapi berhasil dipadamkan sebelum membesar. Kedua kejadian berlangsung pada hari yang sama dengan selang beberapa jam.

Berdasarkan laporan detikJabar, salah satu lokasi yang menjadi sasaran berada di Kampung Cibogo, Desa Mekargalih, Ciranjang. Rekaman kamera CCTV memperlihatkan dua orang berboncengan sepeda motor melintas bolak-balik di depan rumah korban. Salah seorang di antaranya kemudian tampak menyalakan benda yang diduga molotov dan melemparkannya ke arah rumah.

Budi Safti Aji Gunawan, salah seorang korban, menuturkan bahwa ia lebih dahulu menerima kabar mengenai kejadian serupa yang menimpa rekannya. Rekannya itu merupakan ketua tim pemenangan salah satu calon kepala desa di Desa Mekargalih. Informasi tersebut disampaikan melalui grup WhatsApp pada waktu subuh.

Baca juga: Atlet Cianjur Peraih Emas Porprov Jabar Disebut Akan Mendapat Bonus Rp50 Juta

“Tadi subuh ada kabar di grup WA jika rekan saya yang merupakan tim pemenangan calon Kades, rumahnya dilempari molotov,” ujar Budi, Sabtu (31/10/2026). Ia mengatakan api di rumah rekannya tidak sampai membakar bangunan karena kejadian cepat diketahui dan segera dipadamkan.

Beberapa jam setelah kabar pertama itu, rumah Budi juga menjadi sasaran. Ia awalnya tidak mengetahui ada api di dekat rumahnya. Istrinya menegur karena mengira Budi sedang membakar sampah di dekat tembok rumah. Budi membantah sedang melakukan hal tersebut, lalu memeriksa area yang dimaksud.

“Begitu dicek ada api dekat tembok rumah dan dekat mobil,” kata Budi. Melihat kobaran itu berpotensi merambat, ia segera mengambil air dan memadamkannya. Api berhasil dipadamkan sebelum membesar. Setelah keadaan terkendali, ia menemukan pecahan botol di dekat titik api.

Baca juga: Pengawasan Wisatawan Pantai Apra Diperketat di Tengah Potensi Gelombang Tinggi

Penemuan tersebut membuat Budi menghubungkan kejadian di rumahnya dengan teror yang sebelumnya menimpa rekannya. Menurut dia, pola kejadian keduanya serupa, meski berlangsung pada waktu berbeda. Ia menyebut pelemparan ke rumahnya terjadi beberapa jam setelah rekannya menerima serangan. Dengan demikian, dua peristiwa itu sama-sama menimpa orang yang terlibat dalam tim pemenangan calon kepala desa.

Budi menduga aksi pelemparan tersebut berkaitan dengan pemilihan kepala desa. Dugaan itu ia sampaikan karena kedua korban merupakan bagian dari tim pemenangan salah satu calon. Namun, keterkaitan dengan pemilihan kepala desa tersebut masih berupa dugaan Budi, bukan keterangan mengenai motif yang telah dipastikan.

Baca juga: Auman Diduga Induk Macan Tutul Resahkan Warga Cibinong Cianjur

Kapolsek Ciranjang AKP Yuddi Suharjo menyatakan pihak kepolisian telah menerima laporan dari korban terkait dugaan pelemparan bom molotov. Petugas piket siaga mako Polsek Ciranjang juga mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam keterangannya, Yuddi menyebut petugas mendatangi dua rumah warga yang menjadi sasaran pelemparan benda yang diduga bom molotov.

Penanganan polisi tersebut dilakukan setelah laporan diterima. Sementara itu, berdasarkan keterangan Budi, api di kedua lokasi tidak sampai menghanguskan rumah: di rumah rekannya api cepat diketahui dan dipadamkan, sedangkan Budi sendiri memadamkan kobaran di dekat tembok rumah dan mobil. Peristiwa itu menimbulkan dugaan teror terhadap dua orang yang mendukung calon kepala desa di wilayah Mekargalih, Ciranjang.