UPDATE

Microsoft Catat Pendapatan Rekor 10 Kuartal Beruntun

29/10/2026 04:27

CIANJUR.CO - Microsoft kembali membukukan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pada kuartal yang dilaporkan Rabu, pendapatannya mencapai US$92,3 miliar, naik 19 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. Capaian tersebut memperpanjang rentetan rekor menjadi 10 kuartal berturut-turut.

Berdasarkan laporan TechCrunch AI, pertumbuhan pendapatan itu juga disertai kenaikan laba bersih. Microsoft mencatat laba bersih sebesar US$36,6 miliar, atau meningkat 32 persen secara GAAP dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Dengan demikian, rekor pendapatan perusahaan tidak hanya menunjukkan kenaikan pemasukan, tetapi juga diikuti peningkatan laba bersih.

Microsoft Cloud menjadi pendorong utama hasil tersebut. Segmen ini menghasilkan pendapatan US$63,9 miliar pada kuartal terbaru, tumbuh 30 persen secara tahunan. Namun, angka itu tidak seluruhnya berasal dari layanan kecerdasan buatan (AI). Microsoft 365 menyumbang hampir US$28 miliar, sedangkan Azure mencatat pendapatan terbesar, yakni US$33,2 miliar.

Baca juga: Anthropic Rilis Laporan untuk Mengukur Nilai Belanja AI Perusahaan

Besarnya kontribusi Azure juga tidak otomatis berarti seluruh pendapatannya terkait AI. Perusahaan menggunakan layanan tersebut untuk menjalankan berbagai perangkat lunak tradisional dan aplikasi software-as-a-service (SaaS). Karena itu, angka pendapatan cloud mencakup beragam penggunaan, bukan hanya komputasi untuk AI.

Meski begitu, AI tetap menjadi bagian penting dari pemasukan Microsoft. Perusahaan melaporkan pendapatan US$10 miliar dari OpenAI. Walaupun OpenAI telah memperluas penggunaan layanan ke AWS, Oracle, dan penyedia lain, banyak layanannya masih berjalan di cloud Microsoft. Anthropic juga menggunakan Azure.

Baca juga: Anthropic Buka Tiga Fitur Pelacakan Biaya dan Penggunaan Claude Enterprise

Microsoft turut menyebut kewajiban kinerja komersial tersisa atau commercial remaining performance obligation meningkat 73 persen menjadi US$677 miliar. Nilai tersebut menggambarkan pendapatan masa depan yang telah dijanjikan melalui kontrak yang sudah ada dengan laboratorium AI. Angka itu menjadi salah satu gambaran atas komitmen layanan yang perlu dipenuhi pada periode mendatang.

Untuk mendukung pemenuhan komitmen tersebut, Microsoft meningkatkan belanja infrastrukturnya. Belanja modal perusahaan melampaui US$45,2 miliar, sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk satu kuartal. Besarnya pengeluaran ini mencerminkan kebutuhan perusahaan menyiapkan kapasitas untuk menjalankan layanan yang telah dijanjikan.

Baca juga: Google Buka Platform Connected Apps untuk Gemini dan Search

Di sisi lain, kinerja unit Devices and Consumer bergerak berlawanan arah. Pendapatannya tercatat US$15,5 miliar, turun 3 persen. Pendapatan Windows OEM dan perangkat bahkan merosot 22 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.

Dalam pelaporan bisnisnya, Microsoft telah menyusun ulang pembagian menjadi dua segmen dasar, yakni Agents and Infra serta Devices and Consumer. Hasil kuartalan tersebut memperlihatkan perbedaan kinerja di antara angka-angka yang disampaikan: Microsoft Cloud tumbuh kuat, sementara pendapatan Devices and Consumer dan Windows OEM serta perangkat mengalami penurunan.