UPDATE

Opera Siapkan AI Lokal di Browser, Data Pengguna Tetap di Perangkat

28/10/2026 23:33

CIANJUR.CO - Opera bersiap membawa pemrosesan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam browser melalui model yang berjalan secara lokal di perangkat pengguna. Langkah ini memanfaatkan standar web baru yang diusulkan, WebAI, dan ditujukan agar pertanyaan maupun data yang digunakan tidak perlu dikirim keluar dari komputer atau perangkat pengguna.

Berdasarkan laporan ZDNET AI, Opera menyebut dukungan tersebut akan menggunakan model AI open-weight. Model jenis ini dapat dikembangkan lebih lanjut tanpa pengembang harus membangun infrastruktur AI berbiaya tinggi atau membayar untuk setiap permintaan. Bagi Opera, pendekatan itu berpotensi membuka ruang inovasi lebih luas di browsernya.

Perbedaan utama pendekatan lokal ini terletak pada tempat pemrosesan berlangsung. Banyak browser saat ini mengandalkan layanan cloud untuk menghasilkan jawaban AI. Dalam skema tersebut, data pengguna tidak hanya berada di perangkat sendiri dan berpotensi dimanfaatkan pihak ketiga, termasuk untuk melatih model bahasa besar (LLM) atau membangun profil pengguna.

Opera menyatakan ingin mengambil arah berbeda dengan mengandalkan AI lokal. Perusahaan mengaitkan kemungkinan tersebut dengan model open-weight yang semakin kecil dan makin mampu, sementara perangkat keras juga terus menjadi lebih kuat. Kombinasi itu membuat sebagian kebutuhan AI dapat ditangani oleh komputer pengguna, tanpa harus selalu bergantung pada pusat data.

Baca juga: Saat Bos Teknologi Membayangkan AI Mengurus Relasi Manusia

Model berjalan di perangkat pengguna

Krystian Kolondra, EVP Browsers and AI di Opera, mengatakan bahwa banyak hal yang diinginkan orang dari AI tidak membutuhkan pusat data. Menurut dia, laptop pengguna sudah mampu menjalankan sebagian kebutuhan itu tanpa mengirimkan data ke tempat lain. Pernyataan tersebut menjadi dasar bagi arah pengembangan fitur yang memindahkan pemrosesan dari layanan jarak jauh ke perangkat.

Kolondra juga menjelaskan bahwa Opera sebelumnya telah menyediakan model lokal kepada pengembang pada 2024. Kini, perusahaan berencana menghadirkannya kepada semua pengguna. Ia menyebut model dan alat tambahan akan menyusul, sementara pengguna tetap menentukan apa yang dijalankan di mesin mereka. Dengan demikian, kendali atas penggunaan model lokal menjadi bagian dari rancangan fitur yang diumumkan.

WebAI sendiri merupakan standar web yang baru diusulkan. Standar ini didukung perusahaan seperti Google dan Microsoft, serta memungkinkan situs web dan ekstensi memanfaatkan AI yang di-host di browser. Implementasi Opera disebut tidak terikat pada satu model tertentu dan dibangun dengan model open-weight. Pengguna nantinya dapat memilih model dari penyedia seperti Google dan Apple.

Karena sifatnya model-agnostik, WebAI di Opera tidak hanya diarahkan pada satu pilihan teknologi. Dukungan terhadap model dari beberapa perusahaan memberi pengguna pilihan, sementara sifat open-weight memungkinkan pihak lain membangun sesuatu di atas model tersebut tanpa harus menanggung biaya infrastruktur AI yang mahal atau ongkos per permintaan. Opera mengaitkan akses semacam ini dengan peluang inovasi yang lebih besar di ekosistem browser.

Baca juga: Serangan Siber Kembali Sasar Lembaga Keuangan Korea Selatan

Namun, pemakaian fitur tidak berlangsung otomatis. WebAI di Opera bersifat opt-in: tidak ada model yang diunduh sampai pengguna memilih untuk melakukannya. Artinya, kehadiran fitur tidak serta-merta membuat model AI masuk ke perangkat tanpa tindakan pengguna. Opera juga menyebut pengembang dapat memeriksa contoh ekstensi yang menggunakan WebAI, sehingga penerapan standar itu dapat dijajaki melalui ekstensi.

Pratinjau dan batas dukungan perangkat

ZDNET AI menggambarkan AI lokal sebagai isu yang penting dalam pengalaman menggunakan browser. Penulis laporan menyebut Opera telah menjadi browser default yang digunakannya selama lima tahun, pada Linux, MacOS, dan Android. Ia juga mengingat sejumlah fitur Opera datang dan pergi, sementara fitur yang dinilai baik bertahan. Menurut pengalaman penulis tersebut, Opera termasuk browser awal yang mengintegrasikan AI ke antarmuka sehingga penggunaannya mudah dan gratis.

Dalam laporan yang sama, penulis menilai penggunaan AI dalam jangka panjang membuat persoalan pemrosesan lokal semakin penting baginya. Ia menyebut penggunaan AI lokal sebagai pilihan yang sangat ia dukung. Akan tetapi, menggunakan AI lokal melalui browser selama ini tidak selalu mudah, sehingga langkah Opera dinilai berpotensi membuatnya lebih praktis.

Baca juga: Nvidia Rilis Nemotron 3.5, Model Transkripsi Audio untuk 40 Bahasa

ZDNET AI membandingkan kondisi itu dengan Firefox, yang memungkinkan penggunaan AI lokal melalui Smart Window. Namun, fitur tersebut tidak diatur untuk memakai AI lokal secara default. Pengguna perlu memilih penyedia khusus dan memasang serta menjalankan Ollama di perangkat. Konfigurasi itu menjadi salah satu contoh hambatan yang ingin dipangkas oleh pendekatan Opera, meski laporan tidak merinci langkah pemasangan model di browser tersebut.

Untuk mencoba versi Opera yang mengutamakan pemrosesan lokal, pengguna perlu memperhatikan bahwa WebAI masih berada pada tahap pratinjau awal. Menurut Opera, ketersediaannya mencakup PC Windows 64-bit dengan prosesor Intel atau AMD serta komputer Mac yang memakai Apple silicon. Fitur ini belum tersedia untuk Mac berbasis Intel, Linux, ataupun Windows on Arm.

Dengan status pratinjau dan dukungan perangkat yang masih terbatas itu, akses terhadap AI lokal Opera belum merata di seluruh platform yang digunakan penulis ZDNET AI. Meski demikian, pengumuman ini menandai rencana Opera untuk membawa model yang sebelumnya telah diberikan kepada pengembang sejak 2024 ke pengguna umum, dengan pengunduhan tetap bergantung pada pilihan pengguna.