CIANJUR.CO – Jalur pendakian di sekitar kawah Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditutup untuk umum sejak fenomena Blue Fire muncul pada 23 September 2026. Penutupan dilakukan untuk wisatawan, sementara pengelola masih menunggu rekomendasi agar jalur dapat dibuka kembali.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengimbau agar kawasan tersebut ditutup demi keselamatan pengunjung. Ia mengatakan, laporan yang diterimanya menyebut fenomena di kawah itu berpotensi menimbulkan gas beracun.
Baca juga: Kunjungan IGD RSUD Otista Hampir Dua Kali Lipat, Banyak Pasien Anak
“Tentu saja saya mengimbau supaya ditutup, tapi tanya dulu koordinasi dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi),” kata Abdusy Syakur kepada wartawan di Garut, Senin.
Menurut Bupati, pengunjung sebaiknya tidak mendekati kawasan kawah sampai ada rekomendasi bahwa kondisi sudah aman. Ia juga meminta adanya evaluasi dan peringatan dini untuk menghindari risiko terhadap wisatawan.
Baca juga: Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya di Cirebon Telan Anggaran Rp1,8 Miliar
Manager Operasional TWA Gunung Papandayan Amin Kaban menyebut lokasi kemunculan Blue Fire berada di jalur pendakian. Meski fenomena itu kini tidak lagi terlihat secara kasat mata, pengelola tetap menunggu rekomendasi dari Badan Geologi sebelum jalur kembali dilintasi wisatawan.
Baca juga: Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu pada 2027 Tanpa Tes
Amin mengatakan wisatawan masih dapat menikmati pemandangan Gunung Papandayan dari zona aman di kawasan parkir.





