CIANJUR.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada 2027 tanpa tes ulang.
“Kalau guru-guru kita itu pertama kan guru yang PPPK paruh waktu, tahun 2027 semuanya kita angkat tanpa tes menjadi PPPK penuh waktu,” kata Mu’ti saat memberikan keterangan di Cirebon, Senin.
Baca juga: Dua Pemuda Tewas di Lembang, Polisi Selidiki Bau Gas di Kontrakan
Berbeda dengan guru PPPK paruh waktu, guru honorer yang ingin menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) harus mengikuti seleksi melalui tes. Kesempatan tersebut juga terbuka bagi lulusan baru yang belum menjadi guru.
“Guru honorer dapat mengikuti tes CPNS dengan seleksi, semuanya pakai tes dan tes CPNS itu juga bisa untuk mereka yang baru lulus yang belum menjadi guru,” ujarnya.
Baca juga: Polres Garut Sita Puluhan Miras dalam Patroli Malam
Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mencatat terdapat sekitar 608 guru honorer di wilayah tersebut, terdiri atas 352 guru SD dan 256 guru SMP.
Baca juga: Mashudi Perintahkan Pembongkaran Bangunan Tak Sesuai di Lapas Cibinong
Kepala Disdik Kabupaten Cirebon Ronianto menyebut jumlah guru SMP di daerah itu mencapai 2.920 orang, sedangkan guru SD sekitar 7.658 orang. Ia mengatakan sebagian besar guru honorer telah memiliki sertifikat pendidik setelah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).





