CIANJUR.CO – Kunjungan pasien ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Oto Iskandar Di Nata (Otista), Kabupaten Bandung, meningkat hampir dua kali lipat dalam satu bulan terakhir. Rumah sakit kini menerima sekitar 100–120 pasien per hari, dibandingkan sebelumnya sekitar 70–80 pasien.
Direktur Utama RSUD Oto Iskandar Di Nata, Yuli Irnawaty Mosjasari, mengatakan lonjakan terutama terjadi pada pasien anak. Keluhan yang banyak ditangani meliputi demam tinggi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta gangguan pencernaan seperti diare.
Baca juga: Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya di Cirebon Telan Anggaran Rp1,8 Miliar
Peningkatan jumlah pasien turut membuat keterisian tempat tidur rawat inap bertambah. Akibatnya, pasien yang datang melalui IGD terkadang harus menunggu sampai ada pasien rawat inap yang selesai menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang.
Untuk mengurai kepadatan, rumah sakit memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan lain dan mengoptimalkan triase. Pasien dipilah berdasarkan tingkat kegawatan, sementara pasien kategori hijau yang dapat ditangani secara rawat jalan diarahkan ke fasilitas yang sesuai.
Baca juga: Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu pada 2027 Tanpa Tes
“Kalau kasus yang hijau tadi cukup di puskesmas atau cukup di rumah sakit tipe D, sehingga dari semua fasilitas pelayanan kesehatan dasar sampai berjenjang itu tersaring sesuai dengan level beratnya penyakit,” ujar Yuli.
Yuli menyebut koordinasi diperlukan agar pasien memperoleh pelayanan sesuai tingkat kegawatan dan kemampuan setiap fasilitas kesehatan. “Koordinasi yang paling utama sih, memang melihat secara keseluruhan kondisi padatnya jumlah kunjungan pasien hingga kini di RSUD Otista,” katanya.
Jika kapasitas pelayanan tidak memungkinkan, RSUD Otista melakukan rujukan, antara lain ke Rumah Sakit Welas Asih yang memiliki sekitar 600 tempat tidur hingga Rumah Sakit Hasan Sadikin.
Baca juga: Dua Pemuda Tewas di Lembang, Polisi Selidiki Bau Gas di Kontrakan
Lonjakan kunjungan IGD juga dilaporkan terjadi di sejumlah rumah sakit di Bandung dalam beberapa pekan terakhir, dengan peningkatan pasien terutama pada kasus anak.





