CIANJUR.CO – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur akan mendata dan menelusuri 921 lulusan SMP tahun 2026 yang belum melanjutkan pendidikan. Mereka akan diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan melalui pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang mengacu pada cut off Dapodik per 31 Agustus 2026. Saat itu, tercatat 29.961 lulusan dari 458 sekolah.
Baca juga: DLH Cianjur Pastikan Kualitas Udara Masih di Bawah Baku Mutu
Dari jumlah tersebut, sebanyak 29.040 siswa tercatat melanjutkan pendidikan. Rinciannya, 10.474 siswa masuk SMA, 14.569 siswa ke SMK, 1.620 siswa ke madrasah aliyah, dan 1.260 siswa mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C. Sekitar 1.117 siswa lainnya melanjutkan ke pondok pesantren atau boarding school yang memiliki pendidikan formal.
“Dari jumlah lulusan 29.961 siswa yang melanjutkan pendidikan sebanyak 29.040 siswa, sedangkan yang tidak melanjutkan termasuk yang masuk pesantren tanpa pendidikan formal jumlahnya mencapai 921 siswa,” kata Ipan.
Baca juga: Bill Gates Peringatkan AI Berpotensi Picu Kematian Miliaran Orang
Ipan menyebut jumlah lulusan yang belum melanjutkan pendidikan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, sekolah berupaya memberi pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan. Sekitar 522 siswa memilih pondok pesantren salafiyah yang tidak memiliki pendidikan formal.
Disdikpora mendorong sekolah mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa kelas IX untuk menjelaskan manfaat melanjutkan pendidikan. Ipan mengatakan tingkat pendidikan dapat memengaruhi peluang lulusan memasuki dunia usaha maupun kerja, serta berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur, terutama indikator rata-rata lama sekolah.
Baca juga: Pemkab Bogor Luncurkan E-TPMB untuk Integrasikan Data Kesehatan
Untuk menangani lulusan yang belum melanjutkan pendidikan, Disdikpora telah mengantongi data by name by address dan bekerja sama dengan PKBM terdekat. Para lulusan akan ditelusuri dan diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan.





