CIANJUR.CO – Pemerintah Kabupaten Bogor meluncurkan aplikasi E-TPMB dan Dashboard Data Warehouse di Cibinong, Senin (28/9/2026). Kecamatan Cibinong ditetapkan sebagai wilayah percontohan untuk digitalisasi pencatatan pelayanan ibu dan anak di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB).
Selama ini, sebagian pencatatan di TPMB masih dilakukan secara manual. Informasi mengenai pemeriksaan kehamilan, persalinan, layanan setelah melahirkan, bayi baru lahir, balita, hingga imunisasi belum sepenuhnya terhubung dengan puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan. Kondisi tersebut dapat membuat pelaporan terlambat dan perkembangan layanan sulit dipantau dengan cepat.
Baca juga: Delapan Aki Stasiun Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengatakan E-TPMB disiapkan untuk membantu bidan mencatat pelayanan secara digital. Sementara itu, Data Warehouse akan menghimpun data dari berbagai sumber pelayanan agar dapat dibaca dan dimanfaatkan bersama.
“Yang ingin kita bangun bukan sekadar aplikasi baru, yang kita bangun adalah sistem data kesehatan yang terhubung dan dapat dimanfaatkan,” ujar Fusia dalam sosialisasi dan peluncuran aplikasi di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall (CCM).
Fusia menjelaskan, bidan bertugas memastikan layanan tercatat lengkap, benar, dan tepat waktu. Puskesmas akan mendampingi serta memantau pelaksanaan di wilayahnya. Rumah sakit berperan menjaga kesinambungan pelayanan dan rujukan, sedangkan Dinas Kesehatan mengelola integrasi serta pemanfaatan data di tingkat kabupaten.
Baca juga: Cianjur Hujan Hari Ini, Presipitasi Merentang dari Pusat Kota hingga Puncak
Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan integrasi data kesehatan melalui SATUSEHAT. Menurut Fusia, manfaat sistem baru akan terasa jika data yang terkumpul digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi pada dashboard, misalnya, dapat membantu pemerintah melihat wilayah dengan cakupan layanan rendah, menentukan prioritas, dan mengevaluasi penanganan.
“Data yang lengkap, akurat, konsisten, dan tepat waktu akan menghasilkan informasi yang dapat dipercaya. Sebaliknya, kualitas data yang tidak baik akan berdampak pada kualitas perencanaan dan pengambilan keputusan,” katanya.
Usai peluncuran, Dinas Kesehatan akan melanjutkan implementasi di Cibinong melalui aktivasi akun, pendampingan pengguna, peningkatan kemampuan petugas, serta pemantauan kualitas data secara berkala.
Baca juga: Daftar Perusahaan Besar di Cianjur yang Menyerap Ribuan Tenaga Kerja
Kegiatan peluncuran melibatkan TPMB, puskesmas, rumah sakit, Ikatan Bidan Indonesia, Diskominfo Kabupaten Bogor, CHAI Indonesia, dan pengembang aplikasi PT Sisfomedika.





