UPDATE

Wamenkes Minta BB Binomika Jadikan Masukan Pelanggan Budaya Layanan

04/11/2026 00:29

CIANJUR.CO - Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mendorong Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) menjadikan kebutuhan serta pengalaman pelanggan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan laboratorium. Menurutnya, kualitas layanan tidak cukup ditopang kecanggihan teknologi dan fasilitas, tetapi juga bergantung pada kemampuan penyedia layanan memahami masukan pengguna dan menindaklanjutinya.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Dante saat membuka BB Binomika Customer Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Forum itu mengangkat tema Listen, Connect, Improve. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mendorong pelayanan yang lebih memperhatikan kebutuhan pelanggan, sekaligus memperkuat hubungan antara BB Binomika dan para pengguna layanannya.

Prof. Dante menempatkan layanan diagnostik sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dasar bagi masyarakat dan tenaga medis untuk mengetahui kondisi kesehatan, lalu menentukan langkah penanganan selanjutnya. Karena hasil itu berkaitan dengan keputusan berikutnya, ia menekankan pentingnya menjaga kecepatan, akurasi, dan mutu pemeriksaan.

Ia mengingatkan bahwa teknologi dan fasilitas canggih saja tidak menjamin mutu layanan. Penyedia layanan perlu memahami pengalaman pelanggan agar dapat mengetahui kebutuhan yang dirasakan pengguna. Masukan yang masuk, menurutnya, tidak cukup hanya diterima, tetapi perlu dianalisis, ditindaklanjuti, dan dikabarkan kembali perkembangannya kepada pelanggan.

Baca juga: Surplus Dagang Indonesia Capai USD 10,61 Miliar hingga September 2026

“Masukan pelanggan harus diterima, dianalisis, ditindaklanjuti, dan disampaikan kembali perkembangannya,” ujar Prof. Dante. Dengan penyampaian perkembangan itu, pelanggan dapat mengetahui bahwa masukan mereka menghasilkan perubahan. Pesan tersebut menempatkan komunikasi setelah pemberian masukan sebagai bagian dari proses peningkatan pelayanan, bukan sekadar tindak lanjut internal penyelenggara.

Prof. Dante berharap Listen, Connect, Improve tidak berhenti sebagai tema forum. Semangat itu, menurutnya, perlu menjadi budaya kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengakui tidak semua persoalan yang membuat masyarakat puas atau kecewa dapat diselesaikan. Namun, penyedia layanan dapat memulai dari hal-hal yang berada dalam kendali mereka, termasuk membangun empati kepada pelanggan.

“Mari hadirkan pelayanan yang membuat masyarakat merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia,” kata Prof. Dante. Ia menyampaikan ajakan tersebut dalam konteks dorongan agar pelayanan lebih memahami pengalaman masyarakat. Dengan demikian, perhatian terhadap pelanggan tidak hanya terkait proses pemeriksaan, tetapi juga bagaimana kebutuhan dan masukan mereka direspons.

BB Binomika merupakan laboratorium rujukan nasional yang memiliki teknologi genomic sequencing. Lembaga ini juga berperan sebagai penyelenggara Pemantapan Mutu Eksternal (PME), yang membantu laboratorium lain menjaga dan meningkatkan kualitas pemeriksaan. Peran tersebut menunjukkan bahwa layanan BB Binomika mencakup dukungan mutu bagi laboratorium lain, selain pemeriksaan genomik.

Baca juga: Wamenko Dradjad Minta Investor Utamakan Data dalam Menilai Pasar Modal

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, mengatakan cakupan peran BB Binomika lebih luas daripada pemeriksaan genomik. Ia menjelaskan bahwa BB Binomika merupakan pengembangan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan dan tetap menjalankan berbagai fungsi laboratorium kesehatan, termasuk pengendalian mutu eksternal. “BB Binomika tetap menjalankan berbagai fungsi laboratorium kesehatan, termasuk pengendalian mutu eksternal,” ujar Sunarto.

Sunarto berharap forum tersebut dapat memperkenalkan kemampuan dan layanan BB Binomika secara lebih luas kepada rumah sakit serta fasilitas pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan juga mendorong penguatan jejaring laboratorium dengan pendekatan hub and spoke. Melalui pola kerja sama itu, fasilitas kesehatan dapat saling mendukung dalam pemanfaatan alat, pemeriksaan, dan rujukan laboratorium agar berlangsung lebih efisien.

Kepala BB Binomika, Indri Rooslamiati, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan pertemuan pertama BB Binomika. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan mitra strategis. Sekitar dua ratus peserta mengikuti acara secara luring maupun daring. Forum juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan layanan, menyerap kebutuhan pengguna, serta membangun komunikasi dan kepercayaan.

Baca juga: Indonesia-Yaman Dorong Kemitraan Usaha dan Perluas Perdagangan

Dalam kegiatan tersebut, BB Binomika menandatangani kerja sama dengan empat mitra strategis, yaitu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), IASMED, NGI, dan Pandu Biosains. Kerja sama itu berlangsung sebagai bagian dari forum yang mempertemukan BB Binomika dengan pelanggan dan mitra strategis.

Melalui forum tersebut, BB Binomika diharapkan memperkuat kolaborasi dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan mitra strategis. Kementerian Kesehatan juga mengharapkan peningkatan kualitas layanan laboratorium yang cepat, akurat, dan terpercaya. Semangat Listen, Connect, Improve diharapkan diterapkan sebagai budaya kerja agar pelayanan semakin bermutu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Informasi kegiatan ini disiarkan Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Kementerian menyediakan layanan Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 dan email [email protected] untuk informasi lebih lanjut.