Granola Tambahkan Fitur Dikte untuk Bersaing di Pasar Voice AI
CIANJUR.CO - Granola, aplikasi yang dikenal sebagai pencatat rapat berbasis AI, kini merambah fungsi dikte. Fitur baru yang diluncurkan pada 30 Oktober 2026 itu memungkinkan pengguna mengubah ucapan menjadi teks untuk digunakan di berbagai aplikasi pada komputer Mac. Langkah ini mengikuti perubahan serupa dari arah sebaliknya: beberapa bulan sebelumnya, Wispr, yang dikenal dengan alat diktenya, menghadirkan fitur pencatat rapat.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, kedua produk tersebut mencerminkan kecenderungan aplikasi voice AI konsumen untuk memperluas fungsi dan mendekati wilayah layanan satu sama lain. Granola sebelumnya berfokus pada pencatatan rapat, sedangkan Wispr memulai dari dikte. Penambahan fitur oleh masing-masing perusahaan membuat keduanya kini menawarkan kemampuan yang bersinggungan.
Di Mac, pengguna Granola dapat menekan tombol “Fn” untuk memulai berbicara. Perangkat lunak itu kemudian merapikan dan memformat ucapan sebelum menampilkan teks akhir. Fitur tersebut tidak terbatas pada aplikasi Granola, melainkan dapat digunakan di berbagai aplikasi yang berjalan di perangkat tersebut.
Baca juga: AS Selidiki Dugaan Kaitan Eksekutif Megaspeed dengan China
Dengan cakupan lintas aplikasi itu, teks hasil dikte dapat dipakai untuk menulis catatan, menyusun prompt, maupun membalas email dan pesan. Granola juga mempromosikan kemampuan tersebut sebagai pengetikan suara dengan jumlah kata tanpa batas dan tanpa biaya. Dengan demikian, fungsi baru ini memperluas penggunaan layanan dari pencatatan rapat menjadi masukan suara untuk berbagai keperluan di komputer.
Perusahaan menyatakan fitur dikte itu akan segera tersedia pula di iOS dan Windows. Namun, informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut menyebut ketersediaannya saat ini pada Mac; peluncuran untuk dua sistem operasi lainnya masih akan menyusul.
Baca juga: Dream Raih Pendanaan US$17 Juta untuk Kembangkan AI Desain Bangunan
Perbedaan fokus kedua perusahaan tetap terlihat meski fitur mereka mulai bertumpang tindih. Granola menaruh perhatian pada otomatisasi yang berkaitan dengan rapat dan pencatatan. Sementara itu, Wispr berupaya membangun modelnya sendiri melalui sebuah laboratorium riset yang mengeksplorasi beragam antarmuka manusia-komputer.
TechCrunch AI menyebut valuasi Granola mencapai 1,5 miliar dolar AS, sedangkan Wispr bernilai 2 miliar dolar AS. Angka tersebut menempatkan kedua perusahaan dalam persaingan yang sama-sama bergerak di ranah suara, meskipun jalur pengembangan produk dan fokus awal mereka berbeda.
Baca juga: Bank of America Ingatkan Nasabah Tak Berikan Kata Sandi kepada AI
Perluasan fitur seperti ini juga terjadi di luar Granola dan Wispr. Startup suara lain, yakni Fireflies, Speechify, dan Monologue, turut menggabungkan kemampuan pencatatan rapat dan dikte ke dalam aplikasi dengan beragam fungsi. Sebelumnya, hingga awal tahun ini, pendekatan yang menonjol adalah membangun aplikasi terfokus yang menjalankan satu fungsi dengan baik. Kini, menurut laporan tersebut, perusahaan-perusahaan itu memikirkan cara memperoleh lebih banyak manfaat dari ucapan yang ditangkap pengguna.