Cianjur Bentuk Balakar untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran
CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur membentuk Balad Pemadam Kebakaran (Balakar) sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan dini kebakaran dengan melibatkan masyarakat. Pembentukan relawan ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diharapkan turut berperan mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing, bukan hanya menunggu penanganan setelah kebakaran terjadi.
Program yang diinisiasi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Cianjur itu berfokus pada kesiapsiagaan masyarakat. Berdasarkan laporan iNews Cianjur, peran yang disiapkan mencakup deteksi dini, penyampaian laporan secara cepat, serta koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran ketika muncul potensi kebakaran. Ketiga hal tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan dan respons awal yang melibatkan warga.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengapresiasi inisiatif Satpol PP dan Damkar tersebut. Ia berharap pembentukan Balakar tidak hanya menjadi program kelembagaan, tetapi juga memberi perlindungan nyata bagi masyarakat. “Saya mengapresiasi Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur yang telah menginisiasi pembentukan Balakar,” ujar Wahyu, Minggu (25/10/2026).
Baca juga: Tarsudin Masih Dicari setelah Perahu Nelayan Terdampar di Ciwidig
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Joko Purnomo, menjelaskan Balakar disiapkan sebagai bagian dari penguatan sistem pencegahan kebakaran yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dalam lingkup tugasnya, relawan diharapkan dapat mengenali potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Informasi yang ditemukan kemudian disampaikan dengan cepat agar dapat dikoordinasikan dengan petugas berwenang saat keadaan darurat.
Persiapan program telah mencakup pendataan dan pembekalan awal. Berdasarkan data tim proyek perubahan, sebanyak 32 koordinator kecamatan telah terdata. Selain itu, 45 orang telah mengikuti sosialisasi dan pelatihan teknis sebagai bekal untuk mendukung pelaksanaan Balakar. Angka tersebut menunjukkan tahapan yang telah berjalan sebelum rencana perluasan program ke sejumlah kecamatan dilaksanakan.
Baca juga: Truk Molen Diduga Tabrak Lari Dua Motor di Karangtengah, Satu Orang Tewas
Pemkab Cianjur merencanakan perluasan Balakar ke 17 kecamatan di wilayah utara dan 14 kecamatan di wilayah selatan. Namun, perluasan itu baru akan dilakukan setelah evaluasi terhadap pelaksanaan proyek percontohan selesai. Dengan demikian, evaluasi menjadi tahap yang mendahului pengembangan program ke wilayah yang telah direncanakan tersebut.
Joko menegaskan keterlibatan masyarakat penting untuk mempercepat penanganan potensi kebakaran sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Karena itu, relawan diharapkan membantu memperkuat hubungan koordinasi antara warga dan petugas pemadam kebakaran, sekaligus mendukung sinergi dengan pemerintah daerah. Peran mengenali dan melaporkan potensi bahaya menjadi bagian dari upaya bersama dalam penanganan awal.
Menurut Joko, sinergi antara pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan keselamatan secara berkelanjutan. Ia mengaitkan pentingnya kerja sama tersebut dengan meningkatnya eskalasi kasus karhutla. “Sinergi ini sangat penting untuk meningkatkan keselamatan masyarakat secara berkelanjutan, terutama saat ini dengan meningkatnya eskalasi kasus karhutla,” pungkasnya.