UPDATE

Sukabumi-Cianjur Sepekan: Mobil Anggota Polri Dibobol, Begal Todongkan Pistol

25/10/2026 20:05

CIANJUR.CO - Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di wilayah Sukabumi dan Cianjur dalam sepekan. Rangkaian kejadian itu mencakup pencurian dengan modus pecah kaca di Kota Sukabumi, pembegalan sepeda motor di Kabupaten Cianjur, kecelakaan yang menewaskan seorang pemotor, penemuan bangkai penyu belimbing di pesisir Sukabumi, serta operasi pencarian nelayan yang hilang di Perairan Ciwidig.

Berdasarkan rangkuman detikJabar, peristiwa-peristiwa tersebut berlangsung pada sejumlah lokasi dan waktu berbeda, sejak penemuan bangkai penyu pada Selasa (20/10/2026) hingga laporan dua nelayan terjatuh dari perahu pada Sabtu (24/10/2026). Berikut rangkaian kejadian yang menonjol di Sukabumi dan Cianjur.

Mobil anggota Polri dibobol di Sukabumi

Pencurian dengan pemberatan bermodus pecah kaca terjadi di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Mobil Mazda CX-5 milik seorang anggota Polri dirusak oleh orang tak dikenal. Barang-barang berharga yang disimpan di dalam kendaraan dibawa pelaku, sementara korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Korban berinisial NM, berusia 44 tahun, mendapati kaca depan sebelah kiri mobilnya telah hancur. Ia kemudian melaporkan dugaan pencurian tersebut ke Polsek Gunungpuyuh pada malam yang sama, sekitar pukul 22.30 WIB.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut penjelasan yang disampaikan kepada detikJabar pada Jumat (23/10/2026), pelaku diduga memakai alat bantu untuk merusak jendela depan kiri kendaraan. Setelah kaca pecah, pelaku mengambil barang berharga di dalam mobil lalu melarikan diri.

Barang yang hilang berupa sebuah tas waistbag merek Fendi berwarna hitam. Di dalam tas itu terdapat uang tunai sekitar Rp 14 juta, terdiri atas pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, serta uang asing senilai USD 200 dalam dua lembar. Ade menyebut total kerugian materi korban diperkirakan mencapai Rp 17,6 juta.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan pecahan kaca mobil sebagai barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi. Perkara tersebut disangkakan dengan Pasal 477 UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan. Hingga informasi disampaikan, pelaku masih dalam penyelidikan dan kasus ditangani sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga: Cianjur Bentuk Balakar untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran

Begal bersenjata bawa kabur motor guru

Di Kabupaten Cianjur, komplotan begal membawa kabur sepeda motor milik seorang guru SMP pada Rabu (21/10/2026) siang. Aksi itu terekam kamera CCTV. Rekaman memperlihatkan tiga pria mendekati sepeda motor yang terparkir di depan gerbang. Dua orang berada di atas sepeda motor lain sambil mengamati keadaan, sedangkan seorang pria berjaket menaiki motor korban dan berusaha menjebol kontaknya.

Korban merupakan guru di SMP IT Darul Muttaqin Cianjur. Saat menyadari ada beberapa orang mengitari sepeda motornya, ia berusaha mendekat. Namun, salah seorang pelaku menodongkan pistol sehingga korban ketakutan dan menjauh. Para pelaku kemudian membawa kabur kendaraan tersebut.

Kepala SMK Darul Muttaqin Cianjur, Irwan, menjelaskan kepada detikJabar bahwa korban baru pulang dari kunjungan ke rumah salah seorang siswa. Ia tiba di sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, tetapi gerbang sedang dikunci karena kebijakan sekolah saat salat berjamaah. Korban pun menunggu di luar.

Cuaca yang panas membuat korban turun dari sepeda motornya dan berteduh di tempat yang berjarak kurang lebih 15 meter dari kendaraan. Tidak lama kemudian, para pelaku yang melihat motor terparkir langsung beraksi. Irwan menyebut jumlah pelaku seluruhnya empat orang: tiga orang terlibat langsung, sedangkan satu orang lainnya menunggu tidak jauh dari lokasi.

Korban sempat berusaha melawan dan merebut kembali sepeda motornya. Namun, setelah ditodong pistol, ia memilih menjauh demi keselamatan. Irwan menuturkan para pelaku terlihat datang dari arah Desa Maleber menuju Warujambe, lalu kabur kembali ke arah yang sama setelah membawa motor korban.

Kapolsek Karangtengah AKP Yudi Heryanadi mengatakan anggota Polsek Karangtengah dan Polres Cianjur telah mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan. Polisi meminta keterangan saksi serta korban, juga memeriksa CCTV sekolah dan kamera lain di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi para pelaku. Kepolisian menyatakan berupaya agar pelaku dapat segera ditangkap.

Truk molen diduga tabrak lari di Karangtengah

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, pada Kamis (22/10/2026) malam. Sebuah truk mixer atau truk molen diduga menabrak dua sepeda motor dari belakang, kemudian meninggalkan lokasi. Insiden itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya luka-luka.

Baca juga: Tarsudin Masih Dicari setelah Perahu Nelayan Terdampar di Ciwidig

Informasi yang dihimpun detikJabar menyebut dua sepeda motor saat itu melaju dari arah Cianjur menuju Bandung. Sekitar pukul 21.00 WIB, di kawasan Samolo, sebuah truk molen yang bergerak dari belakang menabrak kedua motor tersebut. Warga bernama Zedi Sumanjaya (30) mengatakan ketiga kendaraan melaju searah, dari Cianjur menuju Bandung.

Zedi menyebut truk tidak berhenti setelah menabrak para pemotor dan langsung kabur. Seorang korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka. Keduanya telah dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit, sedangkan sepeda motor korban diangkut dengan mobil polisi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Ipda Samsul mengatakan polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi dan penyebab kecelakaan. Anggota yang mendatangi lokasi masih melakukan penyelidikan, sementara pihaknya menunggu laporan petugas, termasuk kepastian jumlah korban.

Penyu belimbing ditemukan mati di pesisir Sukabumi

Nelayan di pesisir Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menemukan bangkai penyu belimbing raksasa pada Selasa (20/10/2026) siang. Reptil laut itu terombang-ambing tanpa nyawa di hamparan karang kawasan Palung Cibuaya. Untuk mencegah bangkai terseret gelombang, perahu nelayan dikerahkan menariknya ke bibir pantai sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat tiba di daratan berpasir kerikil, tubuh penyu terlihat kaku dengan lilitan tali biru di leher dan sirip. Kulit hitam tebal pada karapasnya mengelupas parah, sehingga lapisan daging yang memucat dan membusuk tampak jelas. Kondisinya disebut telah terendam air laut selama berhari-hari. Sirip depan yang lebar juga terkoyak di beberapa bagian pangkal.

Anggota Pos TNI AL Ujunggenteng, Serda Bambang Heryanto, mengatakan pihaknya berkoordinasi di lokasi setelah menerima laporan temuan satwa dilindungi tersebut. Ia menyebut penyu ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB, dievakuasi ke pantai dalam kondisi membusuk, lalu dikuburkan.

Petugas bersama pengelola konservasi mengukur tubuh penyu menggunakan pita meteran. Humas Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan, Musonif, menyampaikan hasil identifikasi menunjukkan panjang penyu sekitar 160 sentimeter dan lebar 110 sentimeter. Usianya diperkirakan sekitar 30 tahun dan jenis kelaminnya jantan.

Baca juga: Truk Molen Diduga Tabrak Lari Dua Motor di Karangtengah, Satu Orang Tewas

Penyebab kematian belum diketahui. Musonif menjelaskan kerusakan jaringan dan kondisi tubuh yang sudah membusuk membuat tim lapangan belum dapat memastikan pemicu kematian. Karena aroma menyengat dan pertimbangan sanitasi pesisir, regu gabungan menggali lubang di titik aman tepi pantai untuk menguburkan bangkai satwa langka itu.

Pencarian nelayan hilang di Perairan Ciwidig

Dua nelayan dilaporkan terjatuh dari perahu di Perairan Ciwidig, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (24/10/2026). Satu orang berhasil mencapai tepi pantai, sedangkan seorang lainnya masih dinyatakan hilang dan dicari tim SAR gabungan. Laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung menyebut insiden menimpa perahu nelayan HD Jaya 101 di Perairan Ciwidig, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB ketika perahu sedang melaut dalam kondisi hujan dan berkabut. Berdasarkan informasi awal, perahu diduga terlalu dekat dengan pantai, lalu dihantam gelombang dan terdampar di sekitar Pantai Ciwidig. Aldiana (18) selamat setelah berenang ke tepi pantai. Tekong perahu, Tarsudin (24), masih dalam proses pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Satpolairud Cianjur untuk memvalidasi laporan. Setelah itu, satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Cianjur diberangkatkan guna mencari dan menolong korban yang hilang.

Operasi melibatkan Basarnas, Satpolairud Cidaun Cianjur, Polsek Cidaun, Relawan Tanggap Bencana (Retana), RAPI, serta relawan 130 MS. Sebelum tim gabungan bergerak, warga dan nelayan setempat juga melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi.

Pencarian menghadapi kondisi cuaca dan perairan yang cukup menantang. Data yang disampaikan menunjukkan tinggi gelombang mencapai 2,9 meter, arus berkisar 0,6-0,7 knot, serta angin dari arah tenggara dengan kecepatan 11-12 knot. Ade menegaskan keselamatan personel menjadi prioritas karena gelombang tinggi berpotensi menyulitkan operasi di lapangan.