UPDATE

Pemerintah Resmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor

24/10/2026 15:43

CIANJUR.CO - Pemerintah meresmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta, Sabtu (24/10), sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif dan mempercepat transformasi digital. Peresmian dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang sekaligus menyampaikan arahan mengenai pengembangan sektor kreatif dengan dukungan teknologi masa depan.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, ekonomi kreatif yang didukung pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dipandang sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah menempatkan sektor ini sebagai industri berbasis pengetahuan, tangguh, dan terkoneksi secara global.

Airlangga mengatakan, penerapan AI perlu dilihat bukan hanya dari sisi perubahan pekerjaan. Teknologi tersebut, menurutnya, juga dapat menjadi sarana untuk menciptakan pekerjaan serta keterampilan baru. Karena itu, pemerintah memerlukan dukungan kawasan ekonomi khusus (KEK), termasuk KEK Singhasari, dalam mendorong perkembangan sektor kreatif.

“AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru,” ujar Airlangga saat meresmikan koridor tersebut. Ia berharap kolaborasi yang dibangun dapat mendorong sektor kreativitas tumbuh hingga dua digit.

Baca juga: Kemendag Perkuat Mutu dan Daya Saing Ekspor Kriya Yogyakarta

Kerja sama Indonesia dan India juga bertumpu pada hubungan sejarah dan kebudayaan yang telah terjalin kuat. Airlangga menyebut kedekatan kedua negara mencakup seni, pengetahuan, dan pemikiran filosofis. Modal hubungan tersebut dinilai relevan untuk mempererat kolaborasi pada masa ekonomi digital, ketika dua negara yang berdekatan secara geografis semakin terhubung melalui konektivitas digital dan teknologi tinggi.

Penguatan koridor kreatif itu berlangsung di tengah perubahan teknologi yang cepat. Airlangga menjelaskan perkembangan bergerak menuju pemanfaatan AI, Internet of Things (IoT), machine learning, hingga quantum computing. Perkembangan berbagai teknologi tersebut menuntut tersedianya infrastruktur digital yang solid dan turut mendorong meningkatnya kebutuhan pusat data serta industri semikonduktor.

Dalam mendukung ekosistem digital, pemerintah bekerja sama dengan Arm untuk mengembangkan ekosistem desain cip atau chip design. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong industri semikonduktor nasional. Pengembangan desain cip dan industri semikonduktor disebut dalam kerangka kebutuhan teknologi yang terus berkembang, bersama dengan penyiapan infrastruktur digital.

Baca juga: Wamendag Roro Dorong Pelaku Usaha Kreatif Pahami Pasar Global

Pemerintah juga mengarahkan pengembangan pusat data ke sejumlah kawasan untuk menampung minat investasi yang dinilai sangat tinggi. Lokasi yang disebutkan mencakup KEK Nongsa di Kepulauan Riau, yang tengah diperluas, KEK di Tangerang Selatan, serta kawasan Karawang. Pengembangan pusat data di wilayah-wilayah tersebut diselaraskan dengan ketersediaan energi dan jaringan konektivitas serat optik.

Di samping menyiapkan kawasan bagi pusat data, pemerintah mendorong optimalisasi KEK yang memiliki basis teknologi dan kreativitas. KEK Singhasari diarahkan untuk terus bertransformasi menjadi pusat riset, inovasi, serta komersialisasi karya kreatif. Peran kawasan ini berkaitan dengan pengolahan data kreatif melalui pusat data dan pemanfaatan infrastruktur KEK.

Dalam keterangan persnya, Airlangga kembali menghubungkan perkembangan industri kreatif dengan teknologi yang memfasilitasinya. Ia menyebut AI, IoT, digital twin, dan quantum computing sebagai bagian dari perkembangan yang pesat. Perubahan tersebut mendorong kebutuhan pusat data dan semikonduktor, yang menurutnya terus dikembangkan di berbagai KEK.

Baca juga: Tiga Program Kemendag Dorong Kinerja Perdagangan dan Ekspor

Pemerintah berharap pengolahan data kreatif melalui pusat data dan infrastruktur KEK dapat menghasilkan dampak pengganda bagi perekonomian. Dukungan tersebut juga diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi kreatif secara signifikan hingga mencapai dua digit. Harapan itu sejalan dengan pandangan Airlangga bahwa sektor kreatif berbasis pengetahuan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru.

Peresmian Indonesia–India Creative-Tech Corridor turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya dan Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Bijay Selvaraj. Hadir pula Sekretaris Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KEK Susiwijono Moegiarso serta Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso.

Acara tersebut juga diikuti jajaran pejabat kementerian dan lembaga, perwakilan BUMN dan swasta, serta komunitas dan asosiasi ekonomi kreatif. Para undangan hadir dalam kegiatan yang memadukan peresmian koridor dengan arahan pemerintah mengenai kolaborasi digital, dukungan kawasan ekonomi khusus, dan penguatan sektor kreatif.