CIANJUR.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan promosi digital serta mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan pariwisata sepanjang 2026. Upaya itu ditujukan untuk meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Cianjur dan mengejar target 3,5 juta wisatawan. Promosi dilakukan melalui sejumlah cara, termasuk kegiatan yang dinilai dapat memperkenalkan potensi daerah kepada pengunjung.
Kepala Disbudpar Cianjur Yudha Azwar mengatakan anggaran khusus promosi pariwisata yang dimiliki masih terbatas. Meski begitu, keterbatasan dana tidak membuat promosi dihentikan. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Yudha menyebut anggaran tersebut masih di bawah Rp50 juta, sementara berbagai media yang tidak memerlukan biaya besar tetap dimanfaatkan untuk mengenalkan pariwisata Cianjur.
Strategi yang dijalankan mencakup kerja sama dengan influencer, pengoptimalan media sosial, dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi itu diarahkan untuk mengenalkan berbagai kegiatan pariwisata di Cianjur. Dengan beberapa saluran tersebut, promosi tidak hanya bergantung pada anggaran khusus, tetapi juga memanfaatkan media dan kerja sama yang disebut dapat dilakukan dengan biaya lebih rendah.
Baca juga: DPPKBP3A Cianjur Dampingi Tiga Siswi SMA Korban TPPO
Yudha menjelaskan, keberhasilan promosi dapat dilihat melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi dari tahun ke tahun. Selain promosi melalui media, kegiatan yang diselenggarakan pelaku pariwisata juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kunjungan, terutama apabila kegiatan tersebut mampu mengundang banyak wisatawan. Karena itu, pelaksanaan event turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan destinasi dan potensi Cianjur.
Sejumlah kegiatan yang disebut berpengaruh terhadap kunjungan antara lain Karnaval Budaya Cianjur Fest dan Edelweiss Run. Disbudpar juga menyebut rencana kegiatan Cianjur Berlari. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi daerah. Peran event dalam promosi, menurut penjelasan Yudha, berkaitan dengan kemampuannya mengundang pengunjung dan membawa pengenalan terhadap Cianjur melalui kegiatan yang berlangsung.
Baca juga: Pemkot Bandung Kawal Perbaikan 1.458 Rumah lewat Program BSPS
Di sisi lain, Disbudpar mengembangkan pemasaran digital melalui media sosial. Pengelolaannya menjadi bagian dari evaluasi rutin bersama Disbudpar Provinsi Jawa Barat. Setiap bulan, Disbudpar Jabar melakukan penilaian terhadap promosi digital marketing yang dijalankan, lalu hasilnya dilombakan dengan kabupaten dan kota lain. Yudha mengatakan evaluasi bulanan itu menjadi salah satu rangkaian yang mendorong pengembangan promosi digital.
Ia menyatakan Disbudpar Cianjur akan terus mengembangkan promosi dengan anggaran yang tersedia. Dengan demikian, upaya promosi digital tetap berjalan di tengah keterbatasan dana khusus, bersamaan dengan kerja sama dan pengenalan kegiatan pariwisata. Penilaian dari Disbudpar Jabar juga menjadi bagian dari evaluasi atas promosi digital yang dilakukan, bukan menggantikan strategi lain yang telah dijalankan.
Baca juga: Garut Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih meski Status Siaga Kemarau Berakhir
Sepanjang 2026, puluhan event telah berlangsung dan digelar oleh pelaku pariwisata maupun pemerintah daerah. Disbudpar memberikan berbagai dukungan terhadap kegiatan tersebut karena dinilai dapat menggerakkan sektor pariwisata. Jumlah kegiatan yang telah berlangsung itu menjadi bagian dari rangkaian promosi melalui event, di samping kegiatan digital dan kolaborasi untuk mengenalkan pariwisata Cianjur.
Setiap event yang selesai digelar kemudian dievaluasi bersama. Dalam proses tersebut, Disbudpar juga menerima masukan dari masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Yudha mengatakan masukan itu menjadi bahan untuk memperbaiki penyelenggaraan kegiatan berikutnya. Dengan evaluasi setelah kegiatan, dukungan terhadap event dan penyelenggaraannya dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan pariwisata, sementara promosi digital terus dikembangkan dengan anggaran yang ada.





