CIANJUR.CO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mematangkan persiapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2027 menggunakan sistem elektronik digital (Eldigi). Penerapan sistem tersebut direncanakan mencakup 198 desa. Sebelum digunakan dalam pemilihan, DPMD menyiapkan beberapa tahapan untuk mengenalkan mekanisme sekaligus menguji penerapannya.
Kepala DPMD Kabupaten Kuningan Rangga Apriatna mengatakan persiapan dilakukan melalui sosialisasi, bimbingan teknis, dan uji coba. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, ia menyampaikan keterangan tersebut di Kuningan pada Senin. Rangkaian itu disusun agar pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pilkades memahami cara kerja pemilihan berbasis teknologi sebelum sistem diterapkan.
Pengenalan Eldigi juga ditujukan kepada masyarakat yang akan menjadi pemilih. Menurut Rangga, pemahaman mengenai sistem perlu diberikan kepada masyarakat sebelum pilkades berlangsung. Dengan begitu, sosialisasi menjadi bagian dari persiapan yang tidak hanya menyasar pihak penyelenggara, tetapi juga warga yang nantinya menggunakan hak pilih melalui mekanisme digital.
Baca juga: Bawaslu Cirebon Minta Data Kependudukan Diperbarui Rutin untuk PDPB
Tahapan persiapan tersebut direncanakan mulai berjalan pada Juli 2027. Jadwal itu berjarak sekitar empat bulan dari rencana pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Kuningan. Rangga menyebut pemilihan direncanakan berlangsung pada awal November 2027, sementara proses persiapan dari DPMD sudah dimulai sejak Juli. “Rencana pelaksanaan pilkades awal November 2027, tapi kalau tahapan kami dari bulan Juli sudah dimulai,” ujarnya.
Dalam mekanisme yang disiapkan, pemilih memberikan suara menggunakan perangkat digital di tempat pemungutan suara (TPS) berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT). Karena itu, penggunaan perangkat elektronik menjadi cara pemungutan suara yang menggantikan pencoblosan surat suara. Perangkat tersebut disediakan di TPS, dan pemilih menggunakannya untuk menentukan pilihan sesuai daftar pemilih tetap.
Baca juga: Pemkab Garut Perkuat Peran PMI Lewat Bulan Dana Kemanusiaan 2026
Rangga menjelaskan bahwa penerapan Eldigi merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa. Ia optimistis sistem itu dapat memudahkan masyarakat mengikuti proses pilkades di Kuningan. Harapan tersebut berkaitan dengan perubahan mekanisme pemungutan suara, dari pencoblosan surat suara menjadi pemilihan melalui perangkat elektronik.
Selain kemudahan bagi masyarakat, Rangga berharap penerapan sistem digital dapat membuat proses pemilihan berlangsung lebih cepat dan meningkatkan transparansi penyelenggaraan pilkades. Ia juga menyebut langkah tersebut mendukung transformasi teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Kuningan. Dengan demikian, persiapan Eldigi mencakup pengenalan kepada pemilih, pemahaman bagi pihak yang terlibat, serta penggunaan perangkat saat pemungutan suara.
Baca juga: Pemkab Cianjur Perluas Pengembangan Komoditas untuk Perkuat Pertanian
Rangga menyampaikan harapannya terhadap penerapan sistem tersebut: “Dengan pilkades Eldigi ini proses demokrasi di desa lebih mudah, cepat dan transparan.” Pilkades serentak pada 2027 di 198 desa itu masih didahului tahapan yang direncanakan mulai Juli, sebelum pelaksanaan yang dijadwalkan pada awal November.





