CIANJUR.CO – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, berupaya memperkuat peran Palang Merah Indonesia (PMI) melalui gerakan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Garut Tahun 2026. Program tersebut diarahkan untuk mengajak berbagai elemen masyarakat menjaga rasa kemanusiaan sekaligus mendukung kegiatan bantuan PMI. Pencanangan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Garut Tahun 2026 berlangsung di Garut pada Senin.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat memberikan kontribusi, termasuk mendorong keterlibatan anak sekolah. “Untuk tahun ini, kita mau minta masyarakat agar bisa memberikan kontribusinya, bagi anak sekolah ya, supaya mereka bangkit rasa kemanusiaannya,” kata Syakur saat acara pencanangan. Ia mengaitkan partisipasi pelajar dengan upaya menumbuhkan rasa kemanusiaan sejak dini.
Syakur menjelaskan, Bulan Dana PMI penting karena dapat mendukung tugas kemanusiaan organisasi tersebut di Kabupaten Garut. Cakupan tugas yang disebutnya meliputi pelayanan darah hingga penanganan darurat ketika terjadi bencana alam. Dengan demikian, gerakan pengumpulan dana itu berhubungan langsung dengan kebutuhan PMI untuk menjalankan bantuan bagi masyarakat, baik melalui layanan darah maupun pertolongan dalam situasi musibah.
Baca juga: Pemkab Cianjur Perluas Pengembangan Komoditas untuk Perkuat Pertanian
Menurut Syakur, Pemkab Garut dan PMI Garut selama ini berjalan bersama dalam membantu warga yang membutuhkan pelayanan darah. Kerja sama juga dilakukan ketika masyarakat memerlukan pertolongan akibat musibah. Ia menyebut kejadian longsor dan orang tenggelam sebagai contoh keadaan yang memerlukan upaya penyelamatan korban secara bersama-sama.
“Jadi, ketika ada musibah longsor, tenggelam, PMI bersama-sama dengan Pemkab Garut melakukan upaya-upaya penyelamatan korban,” ujarnya. Pernyataan itu menggambarkan bentuk kolaborasi yang selama ini dilakukan pemerintah kabupaten dan PMI dalam merespons kebutuhan pertolongan. Syakur menempatkan dukungan terhadap PMI sebagai bagian dari upaya menjaga agar bantuan dapat diberikan ketika masyarakat menghadapi musibah.
Baca juga: 30 Perusahaan Buka 2.300 Lowongan Kerja di Subang lewat Nyari Gawe
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam Bulan Dana PMI. Ia secara khusus menyebut kalangan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pihak yang diharapkan ikut mendukung program tersebut. Dana yang terkumpul, kata Syakur, akan digunakan untuk gerakan bantuan kemanusiaan. Ajakan itu ditujukan kepada masyarakat luas, sementara keterlibatan anak sekolah turut ditekankan dalam rangka membangkitkan kepedulian.
Syakur berharap kontribusi masyarakat dapat memudahkan PMI dalam menjalankan tugasnya dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan. Manfaat yang ia sampaikan mencakup kedua pihak: PMI sebagai pelaksana bantuan dan masyarakat yang mengalami musibah. “Akan memberikan kemudahan bagi PMI dan bagi kita semua ketika ada orang yang memerlukan bantuan ketika mendapatkan musibah,” katanya.
Baca juga: Jalur Baru Haurpapak-Surian Ditargetkan Dibangun pada 2027
Ketua PMI Kabupaten Garut Helmi Budiman menyatakan dana yang dihimpun melalui Bulan Dana PMI akan dialokasikan secara transparan untuk berbagai program prioritas PMI. Salah satu program yang ia sebut ialah pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). Pembinaan itu ditujukan untuk menanamkan karakter kemanusiaan sejak dini, sejalan dengan perhatian Syakur terhadap kontribusi anak sekolah dan tumbuhnya rasa kemanusiaan.
Dalam penanganan darurat di Kabupaten Garut, Helmi mengatakan PMI selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang menjadi mitra utama di lapangan. Kegiatan yang sudah sering dilakukan bersama dalam konteks penanganan tersebut antara lain menghadapi kekeringan dan bencana tanah longsor. Helmi menyatakan PMI ingin bekerja bersama pemerintah daerah serta relawan lain untuk menangani musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Garut.





