CIANJUR.CO – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu perhatian utama. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani. Pemerintah daerah tidak hanya menyoroti hasil pertanian yang selama ini menjadi perhatian, tetapi juga mendorong pengembangan sejumlah komoditas lain yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan peluang untuk dikembangkan.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan hal itu di Cianjur, Senin. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, ia menjelaskan bahwa pengembangan pertanian di wilayah tersebut tidak terbatas pada beras, cabai, dan sayur mayur. Pemerintah kabupaten juga mendorong pengembangan jagung, singkong, tebu, kelapa, bawang putih, serta komoditas pertanian lainnya. Dengan cakupan komoditas yang lebih beragam, perhatian pemerintah terhadap pertanian mencakup lebih dari beberapa hasil yang disebut secara khusus.
Wahyu menyatakan penguatan pertanian perlu terus dilakukan dengan memberi ruang bagi komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan. “Pertanian harus terus kita perkuat tidak hanya beras dan cabai, tetapi juga jagung, singkong, tebu, kelapa, bawang putih dan berbagai komoditas lainnya yang dapat dikembangkan guna mensejahterakan masyarakat,” katanya. Pernyataan tersebut menempatkan pengembangan komoditas dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari arah perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.
Baca juga: 30 Perusahaan Buka 2.300 Lowongan Kerja di Subang lewat Nyari Gawe
Selain pengembangan komoditas, Bupati berharap sinergi antara Pemkab Cianjur, pemerintah pusat, DPR RI, penyuluh pertanian, dan para pelaku sektor pertanian terus diperkuat. Kolaborasi antarpihak itu dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Hal yang disebut dalam kaitan tersebut meliputi ketersediaan sarana produksi, peningkatan produktivitas, serta kesejahteraan petani.
Wahyu juga menyebut bahwa dukungan untuk memenuhi kebutuhan pertanian dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai kalangan, termasuk wakil rakyat di DPR RI. Salah satu kegiatan yang menjangkau kelompok tani di Cianjur ialah Bimbingan Teknis Mekanisme Pendistribusian Pupuk kepada Penerima Pupuk Titik Serah (PPTS). Kegiatan itu rutin digelar wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Cianjur, sehingga mekanisme penyaluran pupuk menjadi salah satu pokok kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kelompok tani.
Baca juga: Jalur Baru Haurpapak-Surian Ditargetkan Dibangun pada 2027
Pemkab Cianjur mendorong seluruh pihak terkait memahami dan melaksanakan mekanisme pendistribusian pupuk dengan baik. Menurut Wahyu, pemahaman dan pelaksanaan mekanisme tersebut diperlukan agar kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi secara tepat. Pemenuhan kebutuhan pupuk itu, sebagaimana disampaikan, juga ditujukan untuk mendukung kelancaran kegiatan produksi pertanian.
Bimbingan teknis tersebut merupakan bagian dari sinergi bersama Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari dari Partai Gerindra. Upaya bersama itu diarahkan untuk mendorong penguatan sektor pertanian serta memastikan penyaluran pupuk kepada petani berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, kegiatan distribusi pupuk ditempatkan sebagai salah satu bentuk kerja sama yang terkait langsung dengan kebutuhan petani dan produksi.
Baca juga: DPRD Jabar Siapkan Program Sapa Disabilitas Mulai 2027
Wahyu berharap berbagai upaya untuk memajukan pertanian di Cianjur terus dilakukan bersama. Ia juga menyoroti kebutuhan alat bermesin yang dapat meringankan kerja petani sekaligus meningkatkan produksi pertanian di daerah tersebut. Harapan itu disampaikan bersama dorongan untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi dan memperkuat kolaborasi. Menurut Bupati, rangkaian upaya tersebut berkaitan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani.





