CIANJUR.CO – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Aten Munajat meminta Polres Garut segera mengungkap kasus penembakan yang melukai seorang siswa SMA di Kabupaten Garut. Korban, Pazwa Pahaludin, 15 tahun, mengalami luka pada mata kiri setelah terkena tembakan senapan angin.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Aten mendorong kepolisian mengusut peristiwa itu dan menangkap pelaku agar diproses menurut hukum. Legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Garut tersebut menyampaikan desakan itu di Garut pada Rabu. Ia menilai penanganan perkara perlu dilakukan dengan serius karena korban mengalami luka di bagian mata.
Peristiwa itu menimpa Pazwa, warga Kecamatan Cilawu. Luka tembak yang dialaminya membuat korban harus mendapatkan penanganan medis. Aten menyatakan prihatin sekaligus mengecam penembakan terhadap pelajar tersebut, terutama karena dampaknya mengenai bagian tubuh yang memerlukan perhatian medis.
Baca juga: Disbudpar Cianjur Andalkan Promosi Digital dan Event pada 2026
“Kami mendorong aparat kepolisian agar segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Aten. Ia meminta pengungkapan perkara tidak berhenti pada penanganan awal, melainkan dilanjutkan dengan upaya menemukan terduga pelaku dan membawa perkara itu ke proses hukum.
Aten juga mengingatkan bahwa penggunaan senapan angin secara sembarangan dapat membahayakan keselamatan. Menurut dia, insiden yang menyebabkan siswa terluka itu bukan perkara kecil dan perlu ditindak sekaligus menjadi perhatian untuk mencegah kejadian serupa. Ia menyebut penggunaan “air gun” tanpa kehati-hatian bisa mengancam keselamatan jiwa.
Selain mendorong penegakan hukum, Aten meminta pemerintah daerah memastikan korban memperoleh penanganan medis secara cepat dan optimal. Perhatian terhadap kondisi Pazwa, menurutnya, perlu diberikan sampai korban pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas sekolah. Dengan demikian, penanganan korban berjalan seiring dengan upaya kepolisian mengusut kasus.
Baca juga: DPPKBP3A Cianjur Dampingi Tiga Siswi SMA Korban TPPO
Perhatian lain yang disampaikan Aten adalah pengawasan terhadap kepemilikan dan penggunaan senapan angin. Ia menilai pengawasan perlu diperketat, terutama di lingkungan yang melibatkan anak-anak dan pelajar. Hal tersebut, menurut dia, penting agar penggunaan senjata atau benda berbahaya tidak memicu peristiwa serupa.
Aten turut mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak. Ia meminta warga segera melapor apabila menemukan penggunaan senjata atau benda berbahaya. Ajakan itu disampaikan sebagai bagian dari pencegahan, di samping langkah penegakan hukum dan pengawasan yang ia minta kepada pemerintah.
Kepolisian sebelumnya telah menerima laporan dari keluarga korban dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga informasi tersebut disampaikan, polisi sedang memburu terduga pelaku. Perkembangan itu menunjukkan bahwa penyelidikan telah berjalan, sementara Aten meminta aparat segera mengungkap kasus dan menangkap orang yang diduga bertanggung jawab.
Baca juga: Pemkot Bandung Kawal Perbaikan 1.458 Rumah lewat Program BSPS
Insiden terjadi pada Sabtu, 26 September 2026, ketika berlangsung pertemuan alumni sekolah korban di sebuah tempat di Kecamatan Sukawening. Setelah mengalami luka tembak, Pazwa dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan. Pemeriksaan menemukan benda kecil berbahan logam di bagian mata korban, yang kemudian harus menjalani operasi di Rumah Sakit Mata Cicendo.
Kondisi luka pada mata kiri, temuan benda logam, dan tindakan operasi menjadi bagian dari dampak medis yang disebutkan dalam laporan. Sementara itu, kepolisian menangani laporan keluarga dan memeriksa saksi, sedangkan Aten meminta pemerintah daerah ikut memastikan pemulihan korban. Ia juga menekankan pengawasan lingkungan anak sebagai langkah pencegahan, tanpa mengurangi kebutuhan untuk menuntaskan proses hukum.





