CIANJUR.CO – Dua gudang penyimpanan bahan kimia di kawasan Pergudangan Royal Techno Park, Jalan Kalijaga, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terbakar pada Minggu. Api yang mulai diketahui pada pagi hari itu membesar dan disertai beberapa kali ledakan dari dalam gudang. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon mengerahkan petugas untuk menangani kebakaran tersebut.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kasi Tanggap Darurat DPKP Kabupaten Cirebon Eno Sujana mengatakan api diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah laporan kebakaran diterima, personel yang berada paling dekat dengan lokasi, yakni dari Pos Pangenan, diperintahkan menuju tempat kejadian dengan satu unit pemadam.
Upaya awal itu kemudian diperkuat setelah kobaran api membesar. DPKP Kabupaten Cirebon menerima bantuan dari Damkar Kota Cirebon untuk menangani kebakaran yang melibatkan dua gudang tersebut. Eno menjelaskan pengerahan dilakukan bertahap, dimulai dari unit terdekat, lalu dilanjutkan dengan dukungan petugas pemadam dari wilayah kota.
Baca juga: Disbudpar Cianjur Rekomendasikan Delapan Objek sebagai Cagar Budaya
Secara keseluruhan, sebanyak 10 mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Penanganan juga melibatkan sekitar 60 personel pemadam kebakaran, serta bantuan personel TNI dan Polri. Jumlah kendaraan dan personel itu dikerahkan untuk menghadapi api yang melanda tempat penyimpanan bahan baku kimia dan memastikan proses pemadaman dapat berlangsung di kawasan pergudangan tersebut.
Menurut Eno, ledakan yang terdengar beberapa kali diduga berasal dari tiner yang disimpan di dalam sejumlah drum. Dugaan tersebut disampaikan sebagai kemungkinan sumber ledakan, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki. Petugas belum menyimpulkan sumber awal api ketika proses pemadaman dan pengamanan lokasi berlangsung.
Petugas menghadapi kendala dalam menjangkau titik kebakaran. Akses menuju lokasi disebut cukup sulit, sementara kawasan pergudangan itu tidak memiliki hidran. Kondisi tersebut menjadi hambatan dalam penanganan, di tengah api yang telah membesar dan adanya material bahan kimia di dalam gudang.
Baca juga: DPRD Jabar Dorong Desa Gekbrong Cianjur Jadi Desa Wisata
Kobaran api juga merembet ke area tempat pembuangan sampah di sekitar gudang. Sejumlah ban bekas ikut terbakar dan menghasilkan asap hitam pekat. Eno menjelaskan asap tebal berasal dari perambatan api ke area sampah itu, termasuk ban bekas, selain kebakaran pada gudang penyimpanan bahan kimia.
“Yang terbakar gudang penyimpanan bahan kimia, asap cukup tebal dan hitam karena api merembet ke tempat sampah, termasuk ban bekas,” kata Eno. Penjelasan tersebut menggambarkan bahwa penanganan tidak hanya mencakup bangunan gudang, tetapi juga area pembuangan sampah yang terdampak perambatan api.
Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, petugas DPKP masih melakukan pendinginan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Eno menyebut pendinginan dilaksanakan secara menyeluruh karena material yang terbakar berupa bahan kimia dan kondisi bangunan perlu dipastikan aman.
Baca juga: Pemkab Bandung Siapkan Usulan Tambahan Kuota Pertalite dan Biosolar
Dalam proses penanganan, seorang anggota DPKP mengalami sesak napas. Kondisi tersebut diduga akibat paparan asap tebal dari lokasi kebakaran. Informasi yang disampaikan Eno tidak merinci identitas maupun kondisi lanjutan anggota tersebut, tetapi mencatat adanya petugas yang terdampak saat operasi berlangsung.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan tim Inafis kepolisian. Menurut Eno, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui sumber api sekaligus memastikan kondisi lokasi aman. Dengan demikian, dugaan tiner sebagai asal ledakan belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kebakaran; pemeriksaan kepolisian masih berlangsung saat petugas melakukan pendinginan.





