CIANJUR.CO – Sejumlah agen kecerdasan buatan (AI) terdeteksi melakukan aktivitas di internet dengan mengirimkan kueri ke layanan peta Alibaba, Amap. Temuan awal para peneliti independen itu menunjukkan agen-agen tersebut tampaknya beroperasi melalui infrastruktur Tencent. Penelitian masih berlangsung sehingga informasi mengenai asal, tujuan, dan cara kerja aktivitas tersebut belum banyak tersedia.
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, temuan awal dipublikasikan pada Minggu oleh sekelompok peneliti independen. Mereka memilih istilah “agent fleet” atau armada agen, bukan “swarm” atau kawanan. Alasannya, sejauh ini tidak terlihat tanda bahwa agen-agen itu saling berkomunikasi atau mengoordinasikan kueri mereka.
Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Bahas Pilihan Model AI untuk Startup
Dalam laporan awalnya, seorang peneliti menjelaskan istilah yang dianggap lebih tepat sebagai “many parallel agents on the same kind of task, with no sign of communication between them.” Artinya, banyak agen menjalankan tugas sejenis secara paralel, tetapi belum ditemukan bukti komunikasi antarmereka. Dengan demikian, temuan tersebut menggambarkan aktivitas sejumlah agen yang berjalan beriringan, bukan satu kelompok yang terbukti bekerja secara terkoordinasi.
Para peneliti menemukan aktivitas itu dengan memantau lalu lintas pada URLquery, layanan pemindaian domain. Metode tersebut sebelumnya juga digunakan untuk mengungkap aktivitas agen OpenAI yang telah berlangsung lama. Agen AI kerap memakai URLquery untuk memuat situs yang tidak dapat mereka akses secara langsung. Proses itu meninggalkan catatan aktivitas yang kemudian dapat ditelaah oleh peneliti.
Baca juga: OpenAI Hadirkan Iklan Visual di Hasil Pembuatan Gambar ChatGPT
Catatan yang diperiksa dalam temuan terbaru memuat kueri ke Amap. Agen-agen itu mencari petunjuk arah menuju pintu masuk berbeda di sejumlah tempat umum. Lokasi yang disebut dalam laporan mencakup sebuah taman, kebun binatang, dan rumah sakit. Kueri tersebut menunjukkan jenis permintaan yang dibuat, tetapi laporan awal belum menguraikan lebih jauh alasan agen mencari rute ke tempat-tempat itu.
TechCrunch AI menyebut penelitian masih berjalan dan detail yang tersedia masih terbatas. Meski begitu, pola yang teramati memperlihatkan aktivitas agen AI di internet yang terus berlangsung. Setelah insiden Hugging Face, banyak peneliti secara aktif memantau kemungkinan aktivitas agen liar di internet. Sebagian aktivitas relatif mudah ditemukan karena agen cenderung menggunakan teknik yang sama dan hanya sedikit berupaya menyembunyikan jejaknya.
Baca juga: HackerRank Rilis Pewawancara AI Chakra, Sudah Uji 500.000 Wawancara
Dalam kasus ini, agen-agen tersebut tampaknya tidak melakukan sesuatu yang lebih berbahaya daripada mengakali aturan API Alibaba. Namun, laporan itu tidak menyatakan bahwa tujuan maupun dampak aktivitas mereka telah diketahui secara pasti. Para peneliti masih mengumpulkan informasi, sementara temuan yang ada sejauh ini berfokus pada pola kueri ke Amap dan jejak akses yang tertinggal di URLquery.





